
Reporter: Muhassanah Nasution
Suara USU, Medan. Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya mendapatkan titik terang setelah sebelumnya mengalami berbagai polemik akibat kekosongan Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP selama kurang lebih setengah tahun.
Masa kepengurusan BEM periode sebelumnya diketahui telah berakhir sejak Maret 2025, tetapi kepengurusan baru belum terbentuk untuk mengambil alih tugas dan kabar pelaksanaan pemira lama tidak terdengar. Hal ini pula yang menyebabkan penerimaan mahasiswa baru di fakultas tidak disertai kehadiran pengurus BEM FISIP.
Pembentukan dan penetapan struktur pengurus pemira telah dilakukan pada Rabu, 10 September 2025. Acara dibuka langsung oleh Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si., perwakilan dari pihak Dekan FISIP USU bersama Mahogra Yuda Muyyasar selaku Ketua BEM FISIP periode sebelumnya. Kemudian, agenda acara diisi dengan proses pembentukan struktur oleh seluruh delegasi masing-masing program studi yang berjumlah 28 mahasiswa.
Pembentukan struktur ini menghadirkan Yoshua Siagian, mahasiswa Administrasi Publik sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) terpilih dan Muhammad Aldri Romatua Pohan, mahasiswa Antropologi Sosial sebagai Ketua Badan Pengawas Pemira (Bawasra) terpilih. Keseluruhan struktur pengurus dipilih dari delegasi masing-masing program studi yang mengirimkan empat delegasi dengan ketentuan, tiga delegasi sebagai KPU dan satu delegasi lagi sebagai Bawasra. Dengan demikian, struktur kepengurusan pemira resmi dibentuk berdasarkan legalitas dari Dekanat FISIP USU.
Ketua KPU, Yoshua Siagian, melalui wawancara dengan Suara USU pada Sabtu (19/09) menyebutkan, bahwa persiapan Pemira sejauh ini berjalan dengan baik. Beberapa hal seperti penyusunan alur waktu, perancangan konsep kegiatan, serta persiapan sosialisasi tengah dilakukan. Ia juga menekankan bahwa proses pelaksanaan pemira akan berlangsung dengan berasaskan kejujuran dan transparansi.
“Persiapan pemira ini banyak yang akan kami benahi agar nantinya Pemira bener-bener berasaskan transparansi. Kami dari pihak KPU juga tidak mau ada dikatakan melakukan kecurangan karena kami mau menunjukkan bahwa demokrasi di FISIP ini akan aktif kembali. Oleh karena itu, kami akan berusaha menyiapkan seluruhnya dengan jujur dan terbuka,” ujar Yoshua.
Dalam upaya mencegah kecurangan ini, Yoshua menegaskan bahwa pihak KPU akan selalu berkoordinasi dengan pihak Bawasra. Selama proses Pemira berlangsung, KPU juga akan terus terbuka baik dalam ranah internal KPU maupun kepada seluruh mahasiswa FISIP.
Kemudian, untuk sosialisasi pemira, pihak KPU mengusahakan akan melaksanakannya sekitar minggu depan. Pada sosialisasi juga akan dipaparkan secara jelas seluruh rangkaian kegiatan Pemira, mulai dari pendaftaran, verifikasi, debat, hingga pelaksanaan pemilihan. Sosialisasi akan dilakukan secara langsung dan daring, serta bekerjasama dengan setiap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) agar berlangsung dengan baik. “Dari sosialisasi ini, kami harap dapat mengundang seluruh mahasiswa FISIP untuk bangkit lagi jiwa demokrasinya dan terlibat aktif selama Pemira berlangsung agar sama-sama mengawal seluruh aspirasi mahasiswa FISIP dan menentukan siapa Ketua dan wakil Ketua BEM yang mampu membawa arah baru untuk FISIP sendiri,” ungkap Yoshua.
Terakhir, Yoshua turut menuturkan harapannya kepada seluruh mahasiswa FISIP dengan dilangsungkannya pemira ini. Ia berharap, seluruh mahasiswa FISIP dapat berkontribusi aktif selama pemira berlangsung. “Saya berharap, di pemira ini seluruh mahasiswa FISIP benar-benar ikut berkontribusi, dimana dari yang saya lihat, demokrasi di FISIP ini sudah memudar. Oleh karena itu, dengan Pemira ini diharapkan dapat mengembalikan dan membangkitkan kembali semangat demokrasi di FISIP,” tuturnya.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment