Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

KPU USU Gelar Pemira Jilid Dua

Paslon nomor urut 1 dan 2

Oleh: Monica Manalu dan Amanda Amelia

Suara USU, Medan. Senin-Rabu, (07-09 Desember 2020), Komisi Pemiliahan Umum (KPU) USU kembali menggelar Pemilihan Raya atau Pemira. Belajar dari gagalnya Pemira pada 06 November lalu, kali ini KPU melanjutan Pemira dengan pembagian waktu memilih. Namun bagi beberapa mahasiswa, masih timbul keraguan akan terulang kembali server down dan hak suara yang tak bisa tersalurkan.

Ketua KPU USU 2020, Wahyu Hidayat tengah harap-harap cemas mengatur jalannya Pemira kali ini. Pasalnya, melihat apa yang terjadi pada Pemira sebelumnya yang gagal akibat kendala server yang down, membuat  upaya kedua Pemira ini sebagai “upaya terakhir”. “Perbaikan sistem sudah dilaksanakan selama 3 minggu belakangan ini,” ujarnya saat ditanya soal percobaan ulang Pemira.

Kualitas server USU yang belakangan jadi sorotan karena sering down, susah diakses, dan lemah keamanannya juga tak menyurutkan niat KPU USU untuk menggelar usaha kedua Pemira. Dalam menggelar kembali Pemira ini, kata Wahyu, tentu disiapkan dengan persiapan yang lebih matang. Dalam penjelasannya, ia juga percaya bahwa pihak Pusat Sistem Informasi (PSI) USU dapat bekerjasama dengan sebaiknya.“ Anggota PSI USU orang profesional jugak kok” ujar Wahyu.

Sebelumnya, KPU berkoordinasi dengan PSI mengenai pemira yang akan dilaksanakan selama 3 hari atau 3 gelombang. Menurut KPU, Hal itu menjadi strategi  KPU dalam menangani masalah yang ada; seperti kemungkinan website yang error kembali dan juga kepercayaan publik yang semakin menurun .

Saat akan menggelar kembali Pemira, Wakil Rektor (WR) 1 juga berkoordinasi langsung dengan PSI. Dalam rapat itu, PSI, KPU, dan pihak kemahasiswaan bersepakat untuk menggelar kembali Pemira dengan beberapa perbaikan.

Shelly Sianturi, Mahasiswi Bahasa Mandarin angkatan 2018 angkat bicara perihal server down. Menurutnya itu hal yang wajar terjadi.  Akan tetapi dalam hal Pemira kemarin, itu sedikit mengganggu dikarenakan jumlah pengguna juga tidak terlalu banyak.

“Agak bingung juga sih kenapa bisa sampe down. Untuk Pemira kali ini, saya harap pihak KPU dapat memngatur jalannya Pemira agar bisa dilakukan secara kondusif dan merata. Jadi semua orang bisa memilih karena pure ingin si Capres dan Wapresma yang menjabat,” ungkap Shelly.

Tanggapan selaras dengan yang sebelumnya juga diungkapkan oleh mahasiswi bernama Chintya. Ia mengatakan bahwa hal demikian adalah risiko Pemira daring sehingga dapat dimengerti .

“Saya mengerti kondisinya. Itu risiko sebenarnya, jadi  hanya bisa sabar aja. Sarannya, bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang lagi. Do the best  “, tegasnya.

Related posts

Suka Traveling? Yuk, Kenalan Dengan Jurusan Pariwisata!

redaksi

Ella, Wajah Baru Ketua Umum KBSI!

redaksi

Hari Ini Kabinet Reka Cipta PEMA USU Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

redaksi