Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kuliner

Kue Tradisional Jangan Ditinggalkan!

Penulis : Dian Febriyanti

Indonesia memiliki berbagai olahan makanan, mulai dari kue, lauk hingga jamuan tradisional lainnya. Jika ada perayaan tertentu banyak ragam olahan tersedia di meja seperti pesta pernikahan, khitanan, syukuran, dan lebaran.

Olahan kue dengan bermacam rasa sanggup membius lidah penikmatnya. Di Sumatera Utara misalnya, orang dari berbagai suku bermukim disini. Jajanan pasar pastinya semakin beragam.

Kue tradisional atau bisa kita sering sebut dengan jajanan pasar merupakan salah satu makanan yang lezat dan nikmat di dunia, karena disetiap pembuatannya disajikan dengan bahan-bahan yang sederhana dan alami serta khas dan lengkap. Tidak heran, makanan di Indonesia ini cukup banyak yang terkenal baik lokal maupun hingga mancanegara.

Jajanan pasar yang sering menjadi penganan yang bisa dibeli dari pasar tradisional. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang rasanya manis hingga gurih. Namun, di zaman yang serba modern ini, jajanan pasar tradisional tersebut agak sulit kita cari.

Dahulu jajanan tersebut dapat kita nikmati dengan mudah, kini mulai tergantikan dengan kuliner kekinian yang semakin merajalela. Tapi jajanan pasar tradisional ini masih tetap eksis kok, meskipun zaman telah berubah.

Menurut berita yang didapat dari salah seorang reporter dari suara usu mengenai tanggapan seorang ibu yang berjualan kue tradisional yang tidak ingin disebut namanya.

“Sudah berjualan kue ini semenjak masih gadis dulu hingga sekarang masih tetap berjualan kue. Kami buatnya asli gak pake pengawet buatan. Jadi ini yang membuat pelanggan kami yang tetap setia membelinya,” ujar Ibu penjual kue.

“Bahan-bahan yang setiap harinya harus ada ya daun pisang untuk membungkus kue, dan juga kami memanfaatkan hasil dari ladang yaitu ubi yang juga kami dapat olah untuk membuat kue ini,”

“Banyak macam kue yang kami buat diantaranya risol ubi, kleppon, onde-onde, donat, putri mandi, lemper, kue lapis, bakpao, dadar gulung, nagasari, bugis, kemplang, kue kumbu, kue apem, kue nanas dan tambahan kalo di bulan puasa ada buat cenil, kue lopis, serabi dan juga masak mi gomak,” tambahnya.

Selain beberapa kue diatas, masih banyak lagi jajanan tradisional  yang mulai tergeser dengan kuliner kekinian. Namun sudah seharusnya kita melestarikan budaya dan kuliner tradisional walau jaman sudah semakin canggih. Inilah yang membedakan indonesia dengan negara lainnya. Budaya dan kuliner Indonesia bukanlah hal yang murah untuk ditinggalkan.

Related posts

Bingung Milih Menu Buka Puasa yang Buat Ketagihan, Nih Intip Cara Membuatnya

redaksi

Kantin ‘MAM’ Primadona: Harga Murah Rasa Lezat

redaksi

Kantin Bunda Milik Semua

redaksi