Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

Lewat Karya Sisir Tanah Berpesan

Penulis: Nurul N Sahira Lubis

Salah satu solois Indonesia dengan genre musik Indie asal Yogyakarta yang mengkritik lewat Karya indah dan menghanyutkan. Bagus Dwi Danto  merupakan penyanyi sekaligus supta lagu dari beberapa album “Sisir Tanah”. Sisir Tanah mulai dikenal sejak tahun 2010 silam. Sisir Tanah berasal dari nama peralatan yang digunakan untuk bertani, yaitu Garu. Ide pembuatan nama ini  muncul dari istri Danto, yang bernama Ida. Alasan nama Sisir Tanah sebagai judul karyanya, ternyata agar mudah diingat karena namanya yang sudah melekat dipikiran masyarakat di Indonesia.

Melalui akun Youtube Alexander Heryanto, Danto menyatakan bahwa nama Sisir Tanah dekat dengan kultur masyarakat yang agraris, sekaligus simbol bercocok tanam. Diartikan sebagai musik yang bisa mengajak untuk menanam kebaikan, menyebarkan informasi serta kondisi masyarakat dan alam.

Sisir Tanah merupakan hasil karya solois yang dibawakan dengan iringan petikan gitar bolong bersama tiupan harmonika. Namun, dalam sejumlah kesempatan Sisir Tanah juga bisa tampil diiringi sejumlah musisi lain dalam format full band. Sejak awal karyanya, Sisir Tanah tidak memilih jenis musik tertentu untuk ditekuni. Namun banyak orang yang memasukkan lagu-lagu karya Sisir Tanah dalam genre folk.

Jika bumi adalah Ibu, kita manusia memperkosa Ibunya. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik. Ada tak ada manusia mestinya, pohon-pohon itu tetap tumbuh. Ada tak ada manusia mestinya terumbu karang itu tetap utuh.”

Itulah salah satu kutipan lirik lagu dari Sisir Tanah yang berjudul Bebal.  Meletakkan manusia pada posisi seorang Oedipus yang ingin menguasai ibunya, memperkosanya. Manusia yang begitu bebal dan tak mau mengerti bahwa alam sebagai ibunya begitu “nelangsa” apabila ia dipaksa melayani hasrat serakah manusia itu. “Pidato Retak” adalah kritik tajam pada RI-1, orang nomor satu di Republik ini, yang retorikanya begitu manis dalam setiap pidatonya, namun sesungguhnya pidato itu retak. Siapa sangka kepercayaan begitu sulit untuk dibenarkan karena apa yang disampaikan belum tentu menyentuh langsung dengan hal yang kita inginkan. itulah kata belum tentu sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan masih banyak lagi nada sumbang yang disampaikan Sisir Tanah melalui melodinya. Banyak juga ajakan untuk menjaga alam, kritik pada pemerintahan yang disampaikan lewat karyanya. Di tahun ini, salah satu karya Sisir Tanah yang berjudul “Lagu Pejalan” menjadi salah satu Soundtrack dari film. Seperti beberapa waktu lalu hangat diperbincangkan mengenai NKCTHI.

Redaktur: R.A

Related posts

Pemanfaatan Instagram Untuk Meningkatkan Jumlah Konsumen Selama Pademi

redaksi

Bangkitnya Lagu-Lagu Jawa di Industri Musik Tanah Air

redaksi

Mengupas Tuntas Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Pemantik Toleransi Di Tengah Pandemi

redaksi