SUARA USU
Uncategorized

Membangun Ketahanan Emosi dan Kepedulian Sosial Anak Panti Asuhan Naungan Kasih Kemuliaan dalam Menghadapi Bullying Melalui Kegiatan Kelompok dan Interaksi Sosial

Penulis : Devi Audea

Suara USU, Medan. Pada kegiatan ini, praktikan memberikan program bantuan kecil berupa mini project dalam menyelesaikan masalah salah satu anak panti asuhan yang menjadi klien dengan menggunakan metode Caswork dari Zastrow. Sebelum menerapkan program, praktikan berkenalan lalu melakukan pendekatan untuk membangun jalinan kepercayaan antara praktikan dengan adik-adik yang ada di panti asuhan Naungan Kasih Kemuliaan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan membangun interaksi kegiatan seperti sharing, bermain ice breaking, dan belajar bersama. Setelah tiga kali kunjungan sembari melakukan jalinan pendekatan, praktikan memilih salah satu anak untuk dijadikan klien, yaitu NKS, dengan persetujuan klien dan Bapak Panti. 

NKS adalah anak yang manis yang saat ini berusia 10 tahun dan sedang menduduki bangku pendidikan kelas 3 SD. Sejak orang tuanya berpisah, ia dan saudaranya diambil alih oleh neneknya. Tetapi, karena kondisi fisik dan ekonomi sang nenek semakin tidak memungkinkan, NKS beserta kakaknya diantar oleh neneknya ke panti asuhan Naungan Kasih Kemuliaan. NKS bergabung dengan panti asuhan Naungan Kasih Kemuliaan sejak tahun 2022. NKS merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara. Ia memiliki seorang kakak yang bersamanya saat ini di panti tersebut.

Setelah melakukan pendekatan lebih dalam dengan klien, praktikan mengetahui bahwa NKS akan merasa takut dengan orang baru dan sering merasa rendah diri karena pernah menjadi korban bully di lingkungan sekolah. Dalam menangani permasalahan yang dialami NKS, Praktikan membuat program untuk mengembalikan dan meningkatkan rasa percaya dirinya dengan kegiatan yang membangun ketahanan emosi dan kepedulian sosial melalui kegiatan kelompok dan interaksi sosial. Dengan menggunakan metode Casework dari zastrow, praktikan menyelesaikan masalah dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Engagement, Intake dan Contract, pada tahap ini praktikan melakukan perkenalan dan pendekatan kepada klien, lalu menyampaikan maksud dan tujuan yang akan praktikan lakukan, kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kontrak dengan bapak panti selaku wali NKS saat ini.
  2. Assessment, pada tahap ini praktikan melakukan penggalian masalah lebih dalam dengan mencari tahu faktor pemicu serta pengaruh masalah yang dialami dalam kehidupannya. Hasil dari wawancara pada tahap assessment ini akan diputuskan fokus permasalahan klien.
  3. Planning, perencanaan adalah proses pengorganisasian dan pemilihan pendekatan, metode, dan taktik yang akan digunakan klien sesuai dengan temuan assessment. Tujuan rencana ini adalah untuk mengatasi permasalahan klien melalui serangkaian tindakan. Untuk melaksanakan tindakan tersebut agar tepat sasaran, praktikan dan klien bekerjasama untuk menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan.
  4. Intervensi, tahapan ini merupakan tahapan implementasi dari tindakan dan strategi yang telah praktikan dan klien rencanakan sebelumnya. Dalam melaksanakan tahapan ini, praktikan melibatkan adik-adik panti lainnya dalam pelaksanaan program untuk mendukung proses keberhasilan bantuan kepada klien. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam program ini, yaitu diskusi kelompok, bermain peran dan permainan, serta melakukan olahraga kebugaran. Diskusi kelompok menghadirkan ruang untuk berbagi pengalaman dan pemikiran diantara mereka, sementara bermain peran membantu mereka memahami dan mengatasi berbagai situasi emosional. Permainan dirancang untuk meningkatkan kerja sama dan empati, sedangkan aktivitas kebugaran bertujuan untuk mengembangkan ketahanan fisik dan mental.
  5. Evaluasi, tahapan ini berisi monitoring yang dilakukan praktikan dengan tujuan melihat apakah program yang dilakukan memiliki hasil yang telah direncanakan, apakah hasil tersebut berdampak positif atau tidak. Didapati bahwa program yang dilaksanakan membuahkan hasil yang positif. pada kepribadian dan emosi klien, klien mulai berkomunikasi secara aktif dengan orang lain dan mulai mengemukakan perasaan dan pendapatnya dalam kelompok.
  6. Terminasi, tahapan ini merupakan tahapan terakhir dimana pemutusan hubungan secara sah antara praktikan dengan klien terjadi setelah melihat program yang dilaksanakan telah selesai dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan selesainya tahapan tahapan Casework untuk menangani masalah NKS, maka berakhirlah kegiatan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Naungan Kasih Kemuliaan. Pada akhir pertemuan praktikan mengucapkan terima kasih kepada pihak panti dan adik-adik Panti Asuhan Naungan Kasih Kemuliaan yang telah menerima praktikan dengan tangan terbuka.

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos

Redaktur : Balqis Aurora 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Bingkai Kebhinekaan

redaksi

Pola Perilaku Konsumtif atau Hedonisme dan Potensinya Merusak Nilai- Nilai Pancasila

redaksi

Dukungan Keluarga, Kunci Keberhasilan Rehabilitasi Pecandu Narkoba

redaksi