SUARA USU
Buku

Mengarungi Realita Kehidupan Mahasiswa Melalui Buku Kami (Bukan) Sarjana Kertas

Foto: shofwhere.com

Oleh: Yulia Tarigan / Yeremia Jonathan

Suara USU, Medan. “Terkadang, apa yang kita harapkan, apa yang kita perjuangkan, tidak sesuai dengan kenyataan. Di situlah seninya hidup.”

Jika kita membicarakan sarjana, maka akan timbul banyak persepsi. Apakah sarjana sekadar simbolis yang berlatar belakang kertas? atau gelar yang sudah menjadi jati diri seseorang? Sarjana seharusnya menjadi suatu kebanggaan yang dimaknai dengan amanat besar untuk bertanggung jawab penuh atas diri dan gelar yang tercantum.

Kami (Bukan) Sarjana Kertas yang ditulis oleh J. S Khairen pada tahun 2019, memberikan suatu perspektif baru tentang realita kehidupan mahasiswa yang tengah terjadi saat ini. Sekarang ini banyak sekali fresh graduate yang tidak tahu apa makna dan tujuan sesungguhnya dari gelar yang mengikut di akhir nama mereka. Hal itu dapat terjadi karena gelar sarjana hanya tertulis di atas kertas dan tidak tertulis dalam diri mahasiswa.

J. S Khairen bercerita tentang bagaimana kisah inspiratif tujuh mahasiswa dengan perbedaan latar belakang, harus terjebak berkuliah di Kampus UDEL, kampus yang dipandang orang banyak sebagai kampus terbelakang dan memiliki citra yang buruk. Namun, mereka berusaha untuk mematahkan stigma dan berjuang meraih cita-cita sebagai sarjana yang sukses dan berhasil.

J.S Khairen dengan amat menarik dalam penulisan yang unik, memberikan pandangan bagi kita bahwasanya untuk meraih apa yang kita inginkan, akan terjadi banyak lika-liku garis tantangan. Banyak pengalaman dan kisah-kasih yang akan dihadapi mahasiswa dalam berproses. Tetapi yang perlu diingat, emas akan tetap menjadi emas sekalipun ia berada dalam kubangan lumpur yang mengerikan.

“Masa depan tidak pernah diwariskan oleh generasi terdahulu. Masa depan, kita buat dan tentukan hari ini”.
Karya tulis Khairen menyadarkan kita betapa pentingnya menghadapi proses asam-manisnya perkuliahan untuk menjadikan kita (bukan) sebagai sarjana kertas belaka tetapi menjadi sarjana yang unggul dan membanggakan gelar yang kita sandang. Membaca buku “Kami (Bukan) Sarjana Kertas” dapat memperluas pandangan kita tentang bagaimana mahasiswa menjadi sosok inspiratif dan berkompeten dalam proses impian mereka.

Redaktur: Tamara Ceria Sairo


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Membangun Ketekunan Melalui Buku “Grit: The Power of Passion and Perseverance”

redaksi

The Holy Trinity, Tiga Manhwa yang Harus Kamu Baca!

redaksi

Mempertanyakan Moralitas Lewat Buku, “Tanpa Tuhan Apakah Segalanya Diizinkan”

redaksi