SUARA USU
Kabar Kampus

Peringati Sumpah Pemuda, IMAPET Sukses Adakan Talkshow Mewujudkan Mahasiswa Peternakan yang Inovatif

Reporter: Venny Elysa/Iqbal Sholihin/Balqis Aurora 

Suara USU, Medan. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Ikatan Mahasiswa Peternakan (IMAPET) sukses menggelar talkshow dengan tema ‘Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Pertanian dan Peternakan Inovatif’. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Suratman Fakultas Pertanian USU pada Senin (30/10), kemarin.

Talkshow ini menghadirkan 4 narasumber kompeten di bidang peternakan diantaranya adalah Henry Marpaung, S.P., M.Si selaku direktur Kompasia Enviro Institute, Deden Togatorop, S.Pt selaku alumni Peternakan USU, Nikson Ginting, S.Pt selaku wartawan Kompas, dan Muhson Jauhari, S.Pt selaku koordinator Dept. QC/Lab. Japfa Comfeed Area Sumatera. Selain itu, talkshow ini juga dihadiri oleh Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng selaku sekretaris program studi Peternakan dan beberapa himpunan mahasiswa jurusan seperti, IMASEP (Ikatan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian) dan HIMMIP (Himpunan Mahasiswa Muslim Peternakan).

Kegiatan talkshow diawali dengan pengucapan ikrar sumpah pemuda oleh seluruh peserta dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Irgi selaku Ketua Umum IMAPET. Dalam sambutannya, Irgi mengungkapkan bahwa melalui kegiatan talkshow ini diharapkan mahasiswa peternakan dapat bertumbuh, berperan, dan berdampak pada perubahan terhadap inovasi dunia pertanian dan peternakan di Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan lebih dahulu oleh Henry Marpaung. Dalam materinya, Henry menjelaskan tentang program collective action yang diselenggarakannya sebagai terobosan inovasi perubahan pertanian dan peternakan dengan merangkul petani-petani mandiri menjadi petani kelompok dalam upaya menekan pengeluaran namun penghasilan tetap meningkat. Henry juga mengajak mahasiswa peternakan untuk lebih menilik dan kritis terhadap kondisi integrasi pertanian dan peternakan di Indonesia serta merangkul para peternak dan petani di sekitar.

Selain itu, Nikson Ginting juga menambahkan tentang pentingnya meningkatkan literasi buku dan informasi untuk mendorong pribadi idealis dan kritis terhadap ilmu, teknologi, lingkungan, dan ekonomi di Indonesia. Hal ini selaras dengan tanggapan dari Muhson Jauhari  yang menyebutkan bahwa penting bagi para pemuda Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam berkontribusi menyukseskan Indonesia Emas 2045 terutama pada bidang pertanian dan peternakan.

“Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, yang harus dipersiapkan adalah sumber daya manusia yang handal,= yaitu pekerja keras, semangat belajar, dan gemar literasi. Selain itu dibutuhkan juga manusia yang mampu melakukan inovasi, melek teknologi, dan memahami semua lini bisnis di perunggasan,” ujar Muhson.

Redaktur: Suranti Pratiwi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mawapres 1 FIB: Berprestasi Bukan Soal Sertifikat

redaksi

HMM FEB adakan Pelatihan Administrasi dan Kesekertariatan

redaksi

Model Gigi Berbahan Komposit Plastik Polypropylene Dan Bubuk Cangkang Kerang Darah Sebagai Model Gigi Praktikum

redaksi