Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Sosok

Mengenal 3 Besar Calon Rektor USU

Dari kiri; Prof Farhat, Prof Arif, dan Dr Muryanto

Oleh: Syarifah Hanum, Agnes Priscillia, Wirayudha, Fitri Dian, Ronasari, dan Mei

SUARA USU, Medan. Senat Akademik Universitas Sumatera Utara (USU) telah memilih sebanyak tiga calon Rektor USU dalam penyaringan calon rektor pada Kamis, (26/11/2020) di Gedung Pancasila USU.

Sesuai hasil penyaringan tersebut, ada 3 nama yang ditetapkan berhak maju ke pemilihan langsung calon rektor oleh MWA USU yaitu:

  1. Prof. Dr .dr. Farhat, M.Ked (ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L (K0)
  2. Prof. Dr. Arif Nasution, M.A.
  3. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si

Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti mengatakan bahwa pada tanggal 03 Desember nanti, ketiga calon rektor tersebut akan dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA) USU untuk dipilih secara langsung.

Seperti dipublikasikan di Audisi Calon Rektor USU yang disiarkan di kanal Youtube USU official, berikut ini profil singkat 3 calon Rektor USU:

  1. Dr .dr. Farhat, M.Ked(ORL-HNS), Sp.T.H.T.K.L(K0)

Merupakan salah satu dari 3 calon Rektor USU periode 2021-2026 yang mendapat tempat hingga pemilihan terakhir. Prof. Farhat, merupakan lulusan S3 Ilmu Kedokteran USU dan menjabat sebagai Sekretaris USU periode 2016-2021.  Ia mendapat gelar Konsultan di bidang Onkologi Bedah Kepala Leher pada tahun 2011 dan meraih gelar Doktor pada tahun 2014.

Anak dari pasangan Almarhum Drs. Abdul Azis dan Syarifah Farida, serta  anak pertama dari 6 orang bersaudara ini, dilahirkan di Medan pada tanggal 16 Maret 1970. Prof. Dr. dr. Farhat juga merupakan salah seorang dosen tetap pada Departemen Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala, dan Leher Fakultas Kedokteran USU. Ia juga menjabat sebagai Ketua Pusat Unggulan Iptek Karsinoma Nasofaring Universitas Sumatera Utara, serta ketua umum perhimpunan bagi dokter spesialis THT-KL di seluruh Sumatera Utara.

Dalam Audisi calon Rektor USU yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, (24/11) lalu, Prof Farhat menyampaikan visi misinya yaitu 4 Pillar utama; Excellence In Education, Research, Community, dan Institutional Development, dan dilanjutkan dengan 11 program kerja, dengan Tema “Lanjutkan Menuju Entrepreneurial University”.

Saat  sesi tanya jawab pada panelis, Prof. Dr. dr. Farhat menyebutkan bahwa World Class University (WCU) merupakan indikator strategi utama yang ingin dicapai pada program kerja yang disampaikan.

Pertanyaan dari panelis Prof. dr. Chairul Yoel, Sp. A(K), mengenai program kerja ke-9 yakni meningkatkan NON PNBP USU, Prof. Dr. dr. Farhat menjawab terdapat strategi-strategi utama untuk meningkatkan NON PNBP USU, yaitu pemanfaatan aset usu, kegiatan Pendidikan, kegiatan kepakaran, hasil riset, membangun start up bagi dosen maupun mahasiswa, membangun hubungan dengan alumni dan stake holder, dan yang terakhir mengusahakan unit bisnis USU.

  1. Dr. M. Arif Nasution, MA

Prof. Dr. M. Arif Nasution, MA, lahir di Medan, 03 Juli 1962. Pria yang biasa dipanggil Prof Arif ini telah menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang S3. Beliau memulai pendidikan S1 di Universitas Sumatera Utara tepatnya pada jurusan Ilmu Administrasi Negara. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 kemudian dilanjutkan dengan S2 di The Flinders University, Australia. Beliau terakhir menempuh pendidikan S3 di Universitas Kebangsaan Malaysia tepatnya pada Jurusan Geografi. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Pada acara Audisi Calon Rektor USU yang dilaksanakan di Auditorium USU secara daring dan luring, ia menyampaian visi dan misi yang didasarkan pada visi misi USU serta mengajukan 4 program kerja. Program kerja oleh Bapak Arif diantaranya peningkatan SDM, Penguatan penelitian dan pengabdian, peningkatan mutu pendidikan, dan pembangunan integritas.

Untuk program kerja peningkatan sumber daya manusia, Prof. Arif menyampaikan beberapa hal penting untuk mendukung terlaksananya program tersebut, yaitu meningkatkan softskill dan hardskill kepada civitas akademika USU. Selain itu, ia juga ingin mengintegrasikan hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya sinergi kegiata tridharma perguruan tinggi.

  1. Muryanto Amin S.Sos, M.Si

Ia lahir di Medan pada tanggal 30 September 1974. Dr Muri, sapaan akrabnya, merupakan calon rektor yang paling muda jika dibandingkan dengan dua calon rektor lainnya.

Di tingkat pendidikan tinggi, beliau memulai pendidikannya dengan mengambil program studi S1 Ilmu Sosial di USU dan kemudian lulus pada tahun 1997 dengan gelar S.Sos. Kemudian ia melanjutkan pendidikan Magister/S2 dan Doktor/S3 nya di Universitas Indonesia, Jurusan Ilmu Politik. Ia berhasil mendapatkan gelar M.Si pada tahun 2008 dan kemudian mendapatkan gelar Dr/Doktor pada tahun 2013. Kini ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Suamtera Utara.

Dalam audisi calon Rektor USU kemarin, ia membuka sesinya dengan menyampaikan visi, yaitu “Menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan yang mampu bersaing dalam tataran dunia global”.

Dr. Muri lalu melanjutkan dengan penyampaian usulan program kerja prioritas tahun 2021-2026 dengan judul “Tranformasi Universitas Sumatera Utara Merespon Disrupsi dan Hiper Kompetisi Tahun 2021-2026”.

Ada 6 poin utama yang disampaikan oleh Muryanto Amin, di antaranya posisi saat ini, tantangan yang akan dihadapi USU kedepannya, kebijakan umum, program kerja, ekspektasi kinerja dan penutup.

Dalam pemaparannya, ia juga berfokus terhadap perbaikan sarana dan prasarana. Karena menurutnya, di tiap fakultas terdapat kesenjangan fasilitas seperti kamar mandi yang kurang layak, ruangan kelas yang belum memenuhi standar, dan fasilitas laboratorium yang perlu ditingkatkan.

“Tantangan USU kedepan yang harus dikelola dengan baik adalah bonus demografi, menjadikan usia produktif semakin bermanfaat dan memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat,” ujar Dr Muri dalam penyampaiannya saat audisi.

Penyunting: Kurniadi Syahputra/ Alvin

Related posts

Marco Djuliarso, Insinyur Asal Indonesia Yang Ikut Membangun Roket NASA

redaksi

Founder Kita Pertanian Dinobatkan Sebagai Duta Petani Milenial

redaksi

Jiwa Berprestasi dalam Diri Deni Pohan

redaksi