Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

Koboy Kampus dari The Panasdalam

Oleh: Mei Rosalina Turnip

Suara USU, Medan. The Panasdalam salah satu band anak negeri yang cukup populer di kalangan anak muda. Tak jarang lagu-lagu dari The Panasdalam menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang jarang terlintas di pikiran serta pikiran-pikiran yang sulit diungkapkan. Misalnya lagu Koboy kampus dari album Argumentum in Absurdum, yang bahkan pernah masuk nominasi Award untuk Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik.

Lagu Koboy Kampus digemari karena lagu ini menceritakan tentang lika-liku kehidupan mahasiswa. Lirik lagu yang terbilang sederhana membuat siapa saja dapat mencerna liriknya dengan baik. Walaupun, lirik yang dibawakan The Panasdalam walaupun tidak puitis seperti pada lagu yang bernuansa cinta tetapi tetap mengandung makna yang dalam.

Mendengar awalan lagu Koboy Kampus dengan lirik dibawah ini saja memang sudah menarik hati dan seolah-olah kita langsung terhubung dengan si penulisnya.

Lalu kapan saya akan diwisuda?
Adik kelas sudah lebih dulu
Hati cemas merasa masih begini
Teman baik sudah di-DO

Kecemasan di lagu ini dapat dengan jelas dirasakan dari lirik “lalu kapan saya akan diwisuda?” dan lirik “teman baik sudah di-DO” dan bahkan terasa hampir di setiap potongan lirik lagu.

Dari lagu tersebut, terasa bahwa si “Koboy Kampus” itu seolah-olah ingin menyudahi perjuangannya saja. Ditambah lagi ia harus melihat adik tingkatnya terlebih dahulu mendapatkan gelar sarjana dibandingkan dirinya yang terlebih dahulu masuk kampusnya.

Orang tua di desa menunggu
Calon istri gelisah menanti
Orang desa sudah banyak menunggu
Aku jaya di negeri orang

Koboy Kampus, lagu ini mungkin akan sangat menyentuh bagi para mahasiswa “abadi” yang masih dilema untuk melanjutkan kuliahnya atau memilih untuk di-DO saja. Terutama bagi seseorang yang sebenarnya ingin membanggakan orang tua nya di kampung, tetapi malah terlena pada pergaulan yang tidak benar.

Tolonglah diriku
Koboi kampus yang banyak kasus
Diriku cemas
Gelisah sepanjang waktu-waktuku
Dosen sentimen

Untuk bagian pengulangan lagu diatas cukup sederhana namun tetap bermakna. Dalam penggalan lagu The Panasdalam yang satu ini bercerita akan dosen yang sentiment terhadap mahasiswa tua.

Untuk komponen lagunya sendiri cukup baik. Intro pada lagu sudah baik. Namun pada lirik “orang desa sudah banyak menganggap….” sampai pada “…gelisah sepanjang waktu-waktuku” sajak lirik dengan akhiran kurang sesuai sehingga seakan mengurangi sisi keindahan dari lagu itu sendiri.

Selanjutnya pada lirik “bagaimana begini saja…” sampai pada lagu “… nanti kayak bapak dibagi” lirik nya cukup ambigu dan sukses membuat sebagian orang yang mendengarnya kurang memahami. Artikulasi pada lagu kurang baik. Namun, keharmonisan musik dengan suara vokalis dapat dikatakan sudah baik.

Secara umum, lagu ini sangat cocok didengar oleh mahasiswa maupun alumni, terutama mereka yang sedang mengerjakan tugas akhir. Walaupun suasana lagu ini sedih, bisa saja dijadikan sebagai motivasi dan penyemangat dalam mengerjakan tugas akhirnya.

Kemudian bagi mahasiswa baru juga dapat dijadikan referensi agar bisa memaknai kuliah. Untuk mahasiswa yang sudah lulus juga lagu ini ajakan membantu mengingatkan tentang kenangan-kenangan di masa kuliah dulunya.

Lagu ini benar-benar memiliki makna dan emosi yang mendalam. Liriknya benar-benar menggugah kembali dan mempertanyakan bagaimana kita menjadi mahasiswa yang seharusnya. Seperti kata pepatah, hidup memang pilihan. Kita sebagai mahasiswa memang selalu diberikan pilihan-pilihan yang kadang membuat kita dilema. Misalnya saja pilihan untuk bolos kuliah atau bersenang-senang bersama teman se-tongkrongan.

Pada akhirnya, kita harus mengingat bahwa kita sebagai mahasiswa mempunyai tujuan utama sebagai seorang yang mengejar cita-cita. Memang pada dasarnya juga manusia adalah makhluk sosial yang mustahil hidup sendirian. Maka, hal yang paling bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah tetap mengingat orang tua dan masa depannya agar tetap termotivasi dalam belajar.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Tingkatkan Pemahaman Bisnis Digital, HMI Gelar Seminar Nasional dan Talk show Inspiratif

suarausu

Film Horor yang Wajib Kamu Tonton!

redaksi

Kapal Arwah di Tepian Danau Toba, Peringatan Tragedi KM Sinar Bangun

redaksi