SUARA USU
Uncategorized

Mengungkap Renewable Energy Program: Perjalanan Mahasiswa Independen Dalam Bidang Energi Terbarukan di AMATI Indonesia

Oleh: Seniati

Suara USU, Medan. Saya seorang mahasiswa independen angkatan enam yang memiliki kesempatan untuk bergabung dengan PT AMATI dan berpartisipasi dalam program Studi Independen yang berfokus pada energi terbarukan. Saya telah berkesempatan untuk terlibat dalam sebuah proyek yang bertujuan memajukan masyarakat melalui akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan. Program yang saya ikuti memungkinkan kami untuk memahami secara mendalam konsep pengembangan energi. Tidak hanya tentang memasang panel surya atau turbin angin, tetapi juga bagaimana energi dapat menjadi katalisator bagi kemajuan sosial dan ekonomi suatu komunitas. Kami belajar untuk melihat energi terbarukan bukan hanya sebagai sumber daya teknis, tetapi juga sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat secara holistik.

Kerjasama erat antara tim mahasiswa dan tim IBEKA sebagai mitra kami telah membantu kami memahami lebih dalam kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui pemetaan sosial partisipatif, pemetaan sektoral, dan pemetaan spasial, kami dapat menganalisis permasalahan yang ada dan mengidentifikasi potensi sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan. Ini memberi kami dasar yang kuat untuk merumuskan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Khususnya di Desa Kendesiq, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

Dalam program ini, saya akan belajar tentang energi terbarukan berbasis kerakyatan, yaitu konsep pengembangan energi yang melibatkan masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seluruh peserta dari semua jurusan boleh bergabung dalam kegiatan studi independen ini. Setelah para mahasiswa belajar, akan ada project untuk menangkap semangat dan aspirasi masyarakat, baik kelompok yang sudah teraliri listrik di 88 lokasi IBEKA, maupun masyarakat yang memiliki potensi energi terbarukan namun belum termaksimalkan.

Tim IBEKA sebagai mitra dari AMATI Indonesia bersama warga desa telah melakukan persiapan sosial sebelum pelaksanaan proyek melalui pemetaan sosial partisipatif, pemetaan sektoral, dan pemetaan spasial. Hal ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang ada di masyarakat dan mengidentifikasi potensi sumber daya lokal untuk menjadi bahan project mahasiswa dalam menciptakan solusi yang paling tepat.

Saya sangat antusias untuk bergabung dalam program ini dan berkontribusi pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saya percaya bahwa semakin beragam perekonomian, maka semakin berkelanjutan pula perekonomian tersebut. Keberagaman ekonomi mempercepat pemberantasan kemiskinan dan memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang keadilan sosial dan ketahanan lingkungan.

Dalam melakukan campaign pendekatan sosial, kami menggunakan metode modelling ESG. Pemodelan ESG kini penting dalam pengambilan keputusan perusahaan dan investor terkait krisis iklim. Dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, pemodelan ini mengidentifikasi risiko dan peluang yang terkait. Manfaatnya antara lain, yaitu: identifikasi risiko perubahan iklim, evaluasi dampak sosial proyek, dan integrasi prinsip tata kelola perusahaan. Dengan demikian, pemodelan ESG mendukung keputusan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk masa depan planet. Dengan melibatkan penggunaan data kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Hal ini mencakup penggunaan angka emisi karbon dan penilaian risiko iklim, dikombinasikan dengan analisis faktor sosial dan tata kelola perusahaan. Selain itu, analisis skenario digunakan untuk memperkirakan bagaimana kondisi iklim dan sosial dapat mempengaruhi kinerja perusahaan atau portofolio investasi di masa depan. Proses ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti komunitas lokal, untuk memastikan representasi yang adil dan akurat dalam pemodelan.

Namun, ada beberapa tantangan dalam melakukan modelling ESG. Pertama, keterbatasan data mengenai faktor-faktor ESG tertentu dapat menyulitkan pemodelan yang akurat. Kedua, kompleksitas interkoneksi antara faktor-faktor ESG membuat pemodelan menjadi lebih rumit, karena faktor-faktor ini sering saling terkait dan berinteraksi secara kompleks. Terakhir, penting untuk mengevaluasi kredibilitas model ESG, memastikan bahwa mereka memiliki landasan metodologis yang kuat dan dapat dipercaya oleh semua pemangku kepentingan yang terlibat. Dengan mengatasi tantangan ini, modelling ESG dapat menjadi alat yang efektif dalam memahami dan mengelola risiko serta peluang yang terkait dengan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Program studi independen angkatan enam ini telah mengajarkan saya banyak hal tentang pentingnya kolaborasi, kesabaran, dan ketekunan dalam mencapai tujuan yang mulia. Meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan visi kami untuk energi terbarukan yang lebih berkelanjutan, saya percaya bahwa dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari semua pihak terkait, impian kami untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat Desa Kendesiq, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur dapat terwujud.

Artikel ini adalah Publikasi Tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pendampingan Pemberdayaan Kelompok UMKM Terhadap Nasabah Bank Syari’ah Binjai-Langkat

redaksi

Pentingnya Pemahaman Wawasan Nusantara di Era 4.0

redaksi

Memahami Peran Strategi HCM

redaksi