SUARA USU
Film

Negeri Tanpa Telinga, Film Tentang Skandal Politik

Oleh : Melati Putri

Sebuah film skandal politik yang digarap sutradara sekaligus produser Lola Amaria ini memang bermaksud untuk menyuarakan kritik politik serta menyampaikan keresahan seseorang tentang negerinya. Film ini punya dialog yang bagus dan mengandung makna tersirat, naskah tersebut digarap oleh Lola dan Indra Trenggono. Film ini berdurasi kurang lebih 109 menit.

Bintang-bintang pendukung film ini diantaranya Ray Sahetapy, Teuku Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Jenny Zhang, Lukman Sardi, dan Landung Simatupang, di bawah naungan Lola Amaria Production.

Film Negeri Tanpa Telinga yang sukses dan ditayangkan tahun 2014 ini menceritakan tentang Naga, seorang tukang pijat yang banyak mendengar kisah-kisah dari pelanggannya, terancam jiwanya hingga ingin menulikan telinga. Sementara sebuah rencana konspirasi besar dilakukan oleh Partai Amal Syurga. Sang ketua partai yaitu Ustadz Etawa bekerja sama dengan importir daging domba, berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya.

Piton, ketua umum partai Martobat yang berambisi jadi presiden. Untuk itulah ia berusaha mendapatkan dana sebanyak-banyaknya dengan menggunakan pengaruhnya di parlemen. Selain itu, ada Tikis Queenta, seorang perempuan pelobi ulung yang bias masuk ke semua lini parlemen dan orang-orang partai. Di balik itu semua, konspirasi dan rencana busuk kedua partai besar tersebut ternyata sudah dincar oleh Kapak, sebuah lembaga pemberantasan korupsi yang memang sudah mencium rekam jejak kedua partai itu.

Telinga Naga lah yang sebenarnya menangkap semua percakapan dan perbincangan orang-orang itu. sebagai tukang pijat, ia mendengar semua pembicaraan orang-orang penting itu, bagaimana mereka melakukan transaksi-transaksi kotor. Percakapan itu membuat Naga muak. Oleh karena itu, ia datang ke dokter Sangkakala. Ia meminta kepada dokter itu untuk menulikan telinganya.

Film yang mengambil inspirasi dari kejadian nyata di negeri ini, dengan kelakuan sebagian elite politik yang gila kekuasaan hingga menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Sehingga pelanggaran dan pertentangan banyak dilakukan. Meskipun mengusung tema politik yang berat, namun Negeri Tanpa Telinga disampaikan dengan gaya sederhana.

 

Redaktur: Yulia Putri Hadi

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Sweeth Tooth, Kemiripan Cerita Film dengan Kondisi Saat ini

redaksi

Generasi 90an: Melankolia, Kehilangan dan yang Tak Tergantikan

redaksi

Kim Ji Young Born 1982: Sebuah Realita yang Tidak Diakui

suarausu