Home Life Style Ngopi Jadi Rutinitas Wajib Kalangan Muda, Menimbang Gaya Hidup dan Konsumsi Ideal
Life Style

Ngopi Jadi Rutinitas Wajib Kalangan Muda, Menimbang Gaya Hidup dan Konsumsi Ideal

Share
Sumber: Shutterstock

Oleh: Muhassanah Nasution

Suara USU, Medan. Budaya minum kopi kini telah menjadi fenomena yang sangat populer di kalangan anak muda Indonesia. Jika dahulu kopi lebih identik dengan kebiasaan orang dewasa, saat ini generasi muda menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Kopi tidak lagi sekadar tren atau kebiasaan, melainkan telah berubah menjadi gaya hidup. Bahkan, banyak anak muda yang rutin membeli kopi setiap hari, tidak hanya sekali, melainkan bisa tiga hingga empat kali dalam sehari.

Sebagian dari mereka juga telah menyiapkan anggaran khusus untuk membeli kopi setiap bulannya. Nominal yang disediakan bahkan bisa lebih besar dibandingkan biaya makan bulanan mereka.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Berdasarkan data Foreign Agricultural Service di bawah United States Department of Agriculture (USDA) yang dikutip dari Data GoodStats, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara produsen kopi terbesar di dunia. Pada Desember 2024, produksi kopi Indonesia diperkirakan mencapai 10,90 juta karung dengan berat masing-masing 60 kg atau setara sekitar 654 ribu metrik ton. Sementara itu, konsumsi kopi domestik Indonesia diperkirakan mencapai 4,79 juta karung pada periode 2023/2024.

Fenomena ini awalnya tumbuh dari maraknya kafe modern yang menjamur di berbagai sudut kota. Mulai dari kedai sederhana hingga kafe estetik dengan berbagai fasilitas, seperti akses Wi-Fi, suasana yang nyaman, fasilitas permainan, menu kekinian, hingga desain interior yang menarik. Kafe pun menjadi pilihan tempat berkumpul atau yang biasa disebut nongkrong  bersama teman sebaya oleh anak muda. Namun, aktivitas di kafe tidak hanya sekadar minum kopi atau berbincang. Banyak anak muda juga menjadikannya sebagai ajang membuat konten dan berfoto untuk media sosial. Dengan demikian, kopi kini dipandang sebagai simbol pergaulan, gaya hidup, dan kekinian.

Seiring waktu, budaya ngopi ini tidak lagi hanya karena keberadaan coffee shop. Dewasa ini, hampir di setiap jalan, taman, sekolah, hingga sekitar kampus, kita dapat menjumpai penjual kopi keliling atau kerap disebut kopi gerobak dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan coffee shop, yakni sekitar Rp8.000 hingga Rp15.000 per gelas. Hal ini membuat kopi semakin mudah diakses oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang kerap kita jumpai menenteng kopi ke mana pun mereka pergi.

Jihan Jahro Palestina Purba, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), mengungkapkan bahwa saat sedang sibuk atau merasa stres, ia bisa mengonsumsi hingga tiga gelas atau botol kopi kemasan dalam sehari. Awalnya, kecintaannya pada kopi berasal dari sensasi rasa kopi yang dinikmatinya, tetapi lama-kelamaan kebiasaan tersebut berkembang menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. “Sekitar tiga tahun terakhir ini, minum kopi itu sudah seperti makan, alias wajib setiap hari. Aku rasa minum kopi sudah jadi aktivitas sehari-hari yang tidak bisa ditinggal, tanpa minum kopi sehari rasanya aneh,” ujarnya.

Tidak dapat dimungkiri, kopi menjadi teman yang tepat untuk mendampingi aktivitas sehari-hari, khususnya bagi mahasiswa dan pekerja dengan segudang kesibukan. Kopi diketahui mampu meningkatkan energi, daya ingat, semangat, dan fokus. Konsumsi kopi juga dapat membantu menjaga kesehatan hati dan otak, sekaligus menurunkan risiko depresi serta stres. Terlebih, bagi generasi muda yang kerap begadang, baik karena mengerjakan tugas hingga larut malam maupun alasan lainnya, kopi sering dijadikan penangkal kantuk, baik pada malam, pagi, maupun siang hari.

Namun, di balik manfaatnya, konsumsi kopi berlebihan dapat menimbulkan efek negatif. Beberapa di antaranya adalah insomnia, peningkatan detak jantung, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan seperti maag dan diare, hingga peningkatan frekuensi buang air kecil akibat efek diuretik kafein. Lantas, berapa sebenarnya jumlah konsumsi kopi yang ideal dalam sehari?

Dilansir dari Hallo Sehat, batas konsumsi kafein yang aman untuk sebagian besar orang dewasa adalah sekitar 400 miligram (mg) per hari. Kafein sebanyak ini kira-kira setara dengan empat cangkir kopi. Namun, efek kafein dalam dosis tertentu bisa berbeda pada setiap orang karena sensitivitas kafein berbeda-beda. Ada pula penelitian lain yang menyebutkan bahwa konsumsi empat cangkir per hari tergolong berlebihan. Secara umum, para ahli merekomendasikan untuk tidak lebih dari dua hingga tiga cangkir kopi per hari agar terhindar dari risiko efek samping yang merugikan.

Kebiasaan mengonsumsi kopi yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas generasi muda memang sulit dihindari. Namun, kebiasaan ini sebaiknya diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan tubuh dan pengelolaan keuangan yang bijak. Jangan sampai demi membeli kopi, kebutuhan utama seperti makanan bergizi atau minuman sehat terabaikan. Alangkah baiknya jika generasi muda lebih cermat dalam menentukan prioritas, sehingga gaya hidup tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan maupun kebutuhan penting lainnya.

Redaktur: Alicia Reylina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.