Home Kabar SUMUT Palestine Cinema Days 2025, Saat Layar Film Jadi Ruang Solidaritas untuk Palestina
Kabar SUMUT

Palestine Cinema Days 2025, Saat Layar Film Jadi Ruang Solidaritas untuk Palestina

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Alya Nayla Sahirah Sinulingga, Rizqi Putra Permono

Suara USU, Medan. Komunitas Inntersecte berkolaborasi dengan Proyek Dekolonial dan Sinema Masa Baru untuk pertama kalinya menyelenggarakan penayangan film dalam rangka Palestine Cinema Days 2025 di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan pada Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional Gerak Bareng, sekaligus wujud solidaritas terhadap rakyat Palestina melalui ruang refleksi dan sinema.

 

Acara ini merupakan bagian dari gerakan global Palestine Cinema Days Around the World yang diinisiasi oleh FilmLab Palestine sejak 2014. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 396 pemutaran film yang tersebar di 57 negara. Tahun ini, penayangan berlangsung di lebih dari seribu titik di berbagai negara, termasuk beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Padang, Semarang, Bandung, Surabaya, hingga Aceh.

 

Kegiatan ini bertujuan membangun ruang refleksi, solidaritas, dan keberanian dalam membicarakan isu Palestina melalui perspektif kemanusiaan dan keadilan sosial, serta mengaitkannya dengan isu-isu kemanusiaan di tingkat lokal.

Dua film yang diputar adalah Jenin, Jenin (2002) karya Mohammad Bakri dan Upshot (2024) karya Maha Haj. Jenin, Jenin berdurasi 54 menit menampilkan kesaksian warga kamp pengungsi Jenin saat invasi Israel tahun 2002, serta dampak perang seperti kehancuran rumah dan kehilangan keluarga. Sementara Upshot, berdurasi 34 menit, mengisahkan pasangan suami istri Palestina yang dilanda trauma akibat kehilangan anak, menyoroti sisi emosional dan psikologis masyarakat di tengah konflik berkepanjangan.

LBH Medan dipilih sebagai lokasi acara karena dinilai memiliki ruang aman dan relevan dengan isu hak asasi manusia (HAM). “LBH Medan sering jadi tempat diskusi, dan mereka sangat terbuka terhadap isu HAM, jadi cocok untuk pemutaran film seperti ini,” ujar Joanna, salah satu pendiri Inntersecte Medan.

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Sesi refleksi bersama dan ruang saling dengar membuka diskusi tentang keterkaitan antara penindasan global dan konteks lokal di Indonesia. Salah satu peserta, Nikolas Supriyanto, mahasiswa Ilmu Sejarah USU, mengaku terdorong hadir karena rasa kemanusiaannya terhadap penderitaan rakyat Gaza.

“Dengan hadir dalam diskusi ini, saya ingin belajar dan lebih tahu lagi bagaimana penindasan di Gaza ini menjadi isu internasional yang sampai hari ini sangat sulit diselesaikan. Diskusi semacam ini menurut saya penting untuk dihadiri karena dapat memberi insight baru dalam memahami suatu permasalahan,” jelas Nikolas.

Joanna menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menonton film, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. “Untuk teman-teman supaya bisa bersuara bersama, terus menyuarakan tentang genosida di Palestina, dan juga mengaitkan ini dengan pengalaman-pengalaman yang kita alami di konteks lokal. Karena kita percaya bahwa ketertindasan itu saling berkaitan,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dapat dibangun melalui berbagai ruang, termasuk lewat sinema. Peserta diajak untuk bersolidaritas terhadap genosida kemanusiaan yang terjadi, terutama di Palestina, sekaligus melakukan refleksi bersama atas keterkaitannya dengan isu-isu kemanusiaan global dan lokal lainnya yang masih terus berlangsung hingga kini.

“Karena solidaritas itu penting. Kita mungkin tidak merasakan secara langsung, tetapi ketertindasan-ketertindasan yang dialami bisa juga terjadi pada kita. Itulah pentingnya solidaritas karena ketika kita tidak bersolidaritas, kita bisa hancur, terpecah-belah. Ketika akhirnya kelompok kita yang menjadi korban, tidak ada lagi yang bisa bersuara untuk menyuarakan kita, tidak ada lagi yang bisa bersolidaritas dengan kita. Itulah pentingnya solidaritas kita dengan teman-teman di Palestina,” tutup Joanna.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.