
Reporter: Muthia El Istiqomah Siregar, Nelly Nadezda Berzanti Novna
Suara USU, Medan. Tim Horas, perwakilan dari Universitas Sumatera Utara (USU), kembali menorehkan prestasi di ajang Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 26 Oktober 2025. Tim ini berhasil meraih Juara 3 kategori Urban Concept MPD Diesel melalui kendaraan Halisungsung Evo II, di tengah ketatnya persaingan puluhan universitas dan politeknik dari seluruh Indonesia.
Marshel A. Naibaho, selaku Wakil Manajer, mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak awal tahun 2025. Prosesnya mencakup tahap desain kendaraan, pengembangan sistem penggerak, hingga pengujian performa di lintasan. “Baik tim teknis maupun nonteknis berperan dalam setiap proses, mulai dari pengumpulan laporan desain, pembuatan video technical inspection, hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai finalis KMHE,” ujarnya.
Tim Horas Gen 14 terdiri atas Adam J. Nadeak, Marshel A. Naibaho, Nathanael Ambarita, Kalep O. Sinambela, Hardes B. Tarigan, Nikola Nainggolan, Aditya T. A. Yoga, Ade J. Nadeak, Frans Pratama, Daniel Markoni, Tomy Sihombing, Dios E. Simarmata, Abram Sihombing, Rogabe Sialoho, Martha Simanungkalit, Ira Mayola, Febyna Marcella, dan Cynthia Veronika.
Dalam partisipasinya pada kategori Prototype dan Urban Concept MPD Diesel, Marshel menjelaskan bahwa Halisungsung Evo II merupakan hasil pengembangan dari riset Tim Horas sebelumnya. Setiap tahun, tim selalu melakukan pembaruan dan meningkatkan performa kendaraan agar semakin efisien dan kompetitif, termasuk pada tahun ini.
Dalam pelaksanaannya, Tim Horas berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan dana untuk mengikuti kompetisi nasional tersebut. Namun, mereka juga mendapatkan dukungan dari Universitas Sumatera Utara melalui Ditmawa Alumni USU, baik dalam bentuk motivasi maupun dukungan finansial.
Selain itu, berbagai sponsor turut berperan dalam keberhasilan riset dan keberangkatan tim, di antaranya Ikatan Alumni Teknik Mesin, Pupuk Indonesia, Swallow Deli Tire, PT Trimanunggal Sejahtera, Inovasi Muda, Inalum, PTPN IV, Kawasan Industri Medan, Comtrust Arunika Nusantara, HBV, dan GB.
Marshel menyebutkan, motivasi utama Tim Horas sebagai perwakilan Sumatera Utara di ajang nasional seperti KMHE adalah untuk membawa nama Tim Horas ke kancah nasional dan membanggakan almamater Universitas Sumatera Utara, sekaligus terus meningkatkan efisiensi kendaraan agar lebih hemat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Suasana perlombaan pun diwarnai tantangan. “Suasananya cukup menegangkan, apalagi karena selama di Jember cuacanya sering hujan. Semua tim sempat gugup karena kondisi lintasan yang tidak terlalu mendukung untuk race. Namun, seperti halnya kompetisi lain, adrenalin dan semangat kami justru semakin tinggi,” ungkap Marshel.
Ia menuturkan momen paling berkesan terjadi ketika kendaraan sempat dinyatakan Do Not Finish (DNF) dan harus dibawa kembali ke paddock untuk diperbaiki. “Saat itu seluruh anggota tim saling menenangkan dan berusaha bersama memperbaiki kendaraan agar bisa turun lagi ke lintasan. Momen itu benar-benar menunjukkan kekompakan dan semangat saling mendukung di antara kami,” katanya.
Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah sulitnya menemukan lintasan uji coba yang sesuai standar kompetisi. Mereka sempat beberapa kali berpindah lokasi pengujian untuk mendapatkan kondisi yang tepat. Kendala lain datang dari material atau komponen riset yang sulit didapat di Medan, sehingga harus dipesan dari Pulau Jawa. Selain itu, manajemen waktu selama lomba juga menjadi tantangan karena setiap sesi telah diatur ketat oleh panitia dan menuntut kesiapan penuh dari seluruh anggota tim.
Meski perjalanan tidak mudah, Tim Horas menutup KMHE 2025 dengan penuh rasa syukur. “Kami bersyukur atas hasil ini, kerja keras selama satu tahun penuh akhirnya terbayar. Meskipun hasil ini belum maksimal, kami menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik lagi di tahun depan,” tutur Marshel.
Saat ini, Tim Horas tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kontes Kapal Indonesia yang akan digelar pada Desember mendatang. Mereka berharap adanya keterbukaan dari Pemerintah Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara dalam memberikan dukungan terhadap riset dan inovasi mahasiswa. “Kami ingin Tim Horas terus menjadi kebanggaan Sumatera Utara di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” tutupnya.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment