
Reporter: Cynthia Ma
Suara USU, Medan. Tim basket Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara pertama dalam ajang Kapoldasu Cup 2025 kategori Perguruan Tinggi Putra. Kompetisi ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Universitas Negeri Medan (Unimed) pada 18–28 Oktober 2025.
Berada di bawah naungan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Basket USU, tim ini dipimpin oleh kapten Raffa Revanza Rafif Harahap dan dilatih oleh Coach Jefri Siahaan bersama asisten pelatih Muhammad Fadli Miraza. Mereka membawa nama USU bersaing dengan berbagai tim kuat dari universitas lain di Medan.
Turnamen Kapoldasu Cup 2025 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang olahraga. Kompetisi ini mencakup kategori SMA Negeri Putra dan Putri, SMA Swasta Putra dan Putri (digabung), serta Universitas se-Medan, dengan batas kelahiran pemain maksimal tahun 2004.
Dalam kategori universitas, tim basket USU berhasil menundukkan sejumlah lawan, termasuk Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang diakui sebagai salah satu tim terkuat dalam pertandingan. Menurut Gabriel Hans Valentino Westenberg Munthe, salah satu pemain dari tim basket USU, Polmed memiliki pemain muda yang sudah dibina dengan baik dan sering mengikuti turnamen luar daerah.
Gabriel menjelaskan, bahwa tim basket USU melakukan latihan intensif selama satu bulan penuh sebelum turnamen. Empat minggu pertama difokuskan pada peningkatan fisik, sementara dua minggu terakhir digunakan untuk memperkuat teknik dasar seperti dribble, shooting, serta pola permainan. “Kami juga baru selesai ikut turnamen di Pekanbaru, jadi momentumnya pas untuk terus jaga performa,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (30/10).
Meski berhasil meraih juara, tim basket USU masih menghadapi sejumlah kendala. “Cuaca sering jadi hambatan karena USU belum punya GOR sendiri untuk latihan saat hujan,” ujar Gabriel.
Lebih lanjut, pelatih Jefri Siahaan menyebut kemenangan di Kapoldasu Cup 2025 merupakan hasil dari persiapan panjang yang sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Ia menilai, tim basket USU lebih siap karena telah membangun fondasi latihan dan regenerasi pemain muda jauh sebelum kompetisi dimulai.
Lebih dari sekadar strategi, Jefri menekankan pentingnya rasa kekeluargaan dalam tim. Ia membangun kedekatan antar pemain melalui disiplin di lapangan dan kebersamaan di luar latihan, agar setiap anggota memiliki rasa saling memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap tim. “I don’t build superstar, I don’t build superteam, I build family,” ungkapnya.
Terakhir, Gabriel juga menyampaikan pesannya bagi mahasiswa lain yang aktif di bidang olahraga. “Bakat besar yang tidak dilatih tidak akan jadi apa-apa, tapi bakat kecil yang terus diasah akan menjadi besar. Tetap tekun, berdoa, dan terus belajar hal baru,” tutup Gabriel.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment