SUARA USU
Uncategorized

Pendampingan Pemberdayaan Kelompok UMKM Terhadap Nasabah Bank Syari’ah Binjai-Langkat

Penulis: Dewi Ratih

Suara USU, Medan. UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara dengan kemampuan dalam penyerapan pekerja terbesar di Indonesia (Sudaryanto, 2011). Namun , UMKM juga sering menghadapi berbagai permasalahan di dalam dunia pasar, baik dari skala usaha kecil, menengah, modal terbatas, ilmu pengetahuan yang mereka miliki juga terbatas dan sebagainya (Sudaryanto dan Anifatul, 2022).

Ketidakberfungsian sosial yang terjadi dapat menyebakan kemiskinan yang melanda suatu individu maupun kelompok. Untuk itu dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM memerlukan suatu pendampingan untuk membantu meningkatan usaha mereka. Sekelompok pelaku UMKM berdasarkan fakta dilapangan, mereka tidak memiliki pendidikan yang sama, artinya ilmu yang mereka punya dalam berwirausaha juga sangat terbatas sehingga mengakibatkan keterhambatan dalam mengembangkan usaha mereka.

Menurut Edi Suharto, pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional yang memiliki tujuan untuk membantu individu, kelompok, dan masyarakat dalam meningkatkan atau memperbaiki kemampuan mereka agar kembalinya keberfungsian sosial untuk menciptakan keadaan masyarakat untuk mendukung dan mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan. Dalam pekerjaan sosial ini ada yang namanya seorang pekerja sosial sebagai individu yang berperan dalam melaksanakan pekerjaan sosial secara profesional. Peran pekerja sosial  seringkali diwujudkan dalam kapasitas sebagai pendamping, bukan sebagai penyembuh atau pemecahan masalah secara langsung. Peran pekerja sosial sebagai pendamping sosial berupaya mengembangkan, memelihara, dan memperkuat sistem kesejahteraan sosial sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Bank Syariah atau dikenal dengan nama Bank BTPN Syariah merupakan perusahaan yang bergerak dibidang keuangan syariah dan menjadi bank di Indonesia yang berfokus untuk mengumpulkan dana dari golongan  keluarga dan golongan sejahtera kemudian menyalurkannya kembali kepada keluarga prasejahtera. Golongan keluarga prasejahtera ini adalah sejumlah nasabah mereka yang memiliki usaha atau dapat dikatakan bahwa nasabah bank syariah adalah golongan pelaku UMKM.

Dalam hal ini, Dewi Ratih 200902034 yang merupakan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial yang mempelajari tentang pekerja sosial melakukan praktikum kerja lapangan II atau PKL II terhadap sekelompok ibu-ibu nasabah Bank Syari’ah pelaku UMKM dengan memberikan pendampingan pemberdayaan UMKM sesuai berdasarkan dari peran pekerja sosial di Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Peran pendamping terhadap ibu-ibu kelompok umkm adalah menjadi mentor dalam berwirausaha yang nantinya dapat berkonsultasi mengenai usaha yang sedang dijalani oleh mereka. Proses pendampingan ini menerapkan tahapan dalam intervensi mezzo atau berkelompok, dimana tahapan-tahapan tersebut terdiri dari tahapan persiapan yang terdiri dari perkenalan dan kesepakatan kontrak pendampingan, tahapan assessment dengan menggunakan tools FGD (Focus Group Discussion), tahapan perencanaan program, tahapan formulasi atau pelaksanaan program,  tahapan evaluasi program, dan terakhir tahapan terminasi yang diartikan sebagai tahapan pengakhiran dari pemutusan hubungan kontrak.

Berdasarkan hasil observasi selama melakukan tugas praktik lapangan, peneliti  tertarik untuk melakukan pendampingan pemberdayaan kelompok UMKM dengan menggunakan tahapan-tahapan intervensi mezzo ini terhadap kelompok UMKM.

1. Tahapan Persiapan

Tahapan pertama ialah tahapan persiapan yang didalamnya terdapat dua tahap yaitu persiapan petugas (peneliti) dan persiapan lapangan

2. Tahapan Assesment

Tahapan assessment adalah tahapan untuk mengidentifikasi masalah setiap anggota kelompok umkm. Dalam mengidentifikasikan masalah ada beberapa tools assessment yang dapat digunakan. Di antara tools tersebut ada genogram, ecomap, FGD, dan sebagainya. Peneliti menggunakan tools FGD atau Focus Group Discussion group yang sangat tepat digunakan dalam mencari tahu masalah apa saja yang mereka alami dalam beriwausaha. Focus Group Discussion adalah bentuk metode riset kualitatif yang paling terkenal setelah wawancara dan digunakan sebagai kegiatan diskusi dengan terfokus terhadap suatu grup dalam membahas masalah-masalah tertentu dan betuk diskusi yang dilakukan  dalam suasana informal atau santai.

3. Tahapan Perencanaan Program

Pada tahapan ini, peneliti membantu ibu-ibu kelompok UMKM untuk merumuskan dan menentukan program kegiatan yang akan digunakan sebagai pemecahan permasalahan yang mereka hadapi. Ada tiga program kegiatan yang akan dilaksanakan selama pendampingan ini yaitu:

  • Celengan Bersama
  • Membuat Akun OSS
  • Digital Marketplace

4. Tahapan Implementasi Program

Berdasarkan hasil FGD dalam mengidentifikasi serta menganalisis masalah kelompok, maka dengan kesepakatan bersama peneliti dengan klien membuat tiga program kegiatan antara lain:

  • Celengan bersama yang difokuskan sebagai penambah modal usaha mereka. Program ini dibuat karena adanya hambatan terhadap diri individu masing-masing anggota kelompok yang kesulitan dan tidak konsisten dalam menyisihkan uang mereka untuk menabung. Hasil dari program ini nantinya akan mereka gunakan sebagai modal tambahan usaha mereka sesuai dengan tabungan mereka masing-masing. Sistem pelaksanaan program ini dengan memilih salah satu anggota kelompok yang dapat dipercaya sebagai pemegang uang celengan bersama dan pembayaran tabungan dilakukan secara rutin (setiap hari).
  • Membuat akun OSS yang dapat diartikan sebagai Online Single Submission, adalah perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang diterbitkan oleh Lembaga OSS atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/walikota kepada pelaku usaha. Peneliti membantu setiap anggota kelompok dalam membuat akun OSS sekaligus membantu mereka membuat perizinan berwirausaha yang nantinya mereka akan mendapatkan nomor identitas berusaha (NIB). Dengan menerbitkan NIB, para pelaku UMKM dapat menggantikan beberapa perizinan sebelumnya dan menjadi salah satu prasyarat untuk mendapatkan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
  • Digital Marketplace, banyaknya anggota kelompok yang sering menggunakan media sosial sebagai sarana untuk membagikan momen pribadi mereka, peneliti mengajak para ibu-ibu pelaku UMKM untuk menjadikan media sosial sebagai ladang usaha dengan memanfaatkan akun Facebook mereka dan mendaftarkannya pada fitur marketplace. Kemudian, disini peneliti juga mengajak mereka dalam melatih skill pengambilan gambar barang ketika foto tersebut dijadikan sebagai bentuk promosi. Bukan itu saja, peneliti juga memperkenalkan aplikasi Canva yang fokusnya untuk membuat logo, spanduk, dan template gambar promosi yang sering digunakan oleh para pelaku usaha diluar sana.

5. Evaluasi Program

Evaluasi program adalah tahapan yang digunakan sebagai media pengawasan peneliti untuk melihat perkembangan dari program yang telah dilaksanakan sebelumnya apakah berhasil atau tidak.

6. Tahapan Terminasi

Tahapan terminasi ini merupakan tahapan dimana sudah selesainya hubungan secara formal antara peneliti dengan ibu-ibu kelompok UMKM atau pemutusan hubungan kontrak antara kedua belah pihak.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa tingkat kesejahteraan para pelaku UMKM dalam meningkatkan usaha masih sangat rendah. Untuk itu, pemerintah ataupun lembaga-lembaga pendukung harus membuat suatu pogram pemberdayaan dengan fokus tujuannya adalah melakukan pendampingan kepada kelompok atau individu pelaku usaha UMKM. Di Indonesia, UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara dengan kemampuan dalam penyerapan pekerja terbesar di Indonesia.

Dengan adanya pendampingan pemberdayaan kepada ibu-ibu kelompok UMKM, peneliti berharap program yang telah terencana dan terlaksana dapat membantu menumbuhkan kesadaran mereka betapa pentingnya suatu ilmu baru untuk diserap dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dunia berwirausaha. Kegagalan suatu fenomena dalam menjalankan usaha, dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya rendahnya pengetahuan atau ilmu-ilmu baru tentang strategi pemasaran, literasi keuangan yang rendah, kurangnya identitas usaha, dan sebagainya. Walaupun penerapan program yang sudah direncakan tidak semuanya diterapkan oleh ibu-ibu kelompok UMKM, peneliti sangat senang karena program utama dari pelaksanaann pendampingan ini terlaksana dan berjalan dengan baik.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Praktikum II Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Dosen Pengampu: Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Peran Bela Negara Dalam Kehidupan Mahasiswa untuk Menghadapi Era Digital

redaksi

Pelaksanaan Peran Satpol PP dalam Menertibkan Gelandangan Pengemis di Kota Medan

redaksi

Pentingnya Strategi Harga untuk Meningkatkan Keuntungan pada Usaha Winny Wash Laundry

redaksi