SUARA USU
Featured

Penerapan Budaya Organisasi pada Usaha Menteng Market

Oleh : Kevin Ariel Tampubolon dan Maleakhi Pakpahan

Suara USU, Medan. Minimarket merupakan salah satu bisnis yang tergolong sebagai bisnis retail yang memiliki potensi besar. Kehadiran bisnis minimarket menawarkan alternatif untuk para konsumen yang membutuhkan produk namun tidak ditemukan di warung tradisional pada umumnya. Sebagian besar produk yang dijual di minimarket memang merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan dari rutinitas, dan belum tentu dijual di warung tradisional. Bisnis ini mampu bertahan ketika terjadi krisis ekonomi dan moneter, karena budaya konsumerisme yang ada di Indonesia.

Menteng Market merupakan salah satu minimarket yang sudah berjalan hampir 7 tahun sejak berdiri di tahun 2015, yang fokus penjualannya pada wilayah Menteng VII. Usaha Menteng Market lebih maju dengan market lainnya, karna menteng market membuat pembelian secara delivery/mengantar barang belian dari konsumen. Cara tersebut dapat membuat market ini lebih maju dibanding market lainnya. Menteng Market memiliki 5 jumlah karyawan, yang memiliki pekerjaan seperti Pengantar barang, Penyetok barang, dan juga kasir.

Budaya Organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerja yang lebih bersifat evaluatif. Berikut penerapan budaya organisasi pada menteng market

  1. Kedisiplinan

Penerapan budaya kedisiplinan ini bertujuan agar para karyawan mengikuti segala peraturan yang ditetapkan dalam usaha market ini. Contohnya, pemberlakuan jam masuk, jam istirahat dan jam pulang.

  1. Reward kerja

Reward adalah penghargaan kepada karyawan yang dapat berupa uang atau barang, maupun bentuk lain yang ditujukan untuk meningkatkan kebahagiaan karyawan. Dengan merasa dihargai, karyawan akan betah menjadi bagian dari tim dan organisasi perusahaan. Menteng market menerapkan reward kerja seperti, karyawan yang tidak absen dalam pekerjaannya maka mereka akan mendapatkan bonus.

  1. Melayani konsumen dengan baik

Melayani seorang pelanggan atau pembeli secara baik adalah suatu keharusan agar pelanggan merasa puas dan menjadi pelanggan setia. Pelanggan merasa puas atas pelayanan anda sedikit banyak akan menjadi salah satu Teknik pemasaran terbaik di suatu perusahaan. Menteng market mengharuskan para karyawan agar ramah dan sopan ketika berinteraksi dengan konsumen, dan mengucapkan terima kasih sebagai bentuk pelayanan konsumen.

Kesimpulannya Penerapan budaya organisasi di Market Menteng sudah dilakukan dengan baik terbukti dari diterapkannya Budaya Kedisiplinan dan Budaya Reward. Dari penerapan budaya organisasi tersebut dapat membuat usaha Market Menteng ini lebih maju dibanding dengan market lainnya.

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Implementasi Nilai Pancasila Terhadap Kehidupan Sehari-Hari

redaksi

Pelanggaran Hukum Pada Media Massa Digital Sebagai Pemanfaatan Media Sosial dalam Etika dan Filsafat Komunikasi Era Kontemporer

redaksi

Kisah Dibalik Lirik “Supermarket Flowers” By Ed-Sheeran

redaksi