SUARA USU
Entertaiment Featured Kuliner

Penerapan Budaya Organisasi pada J.Co Donuts & Coffee, Donat Asli Indonesia yang Dikira Donat Luar Negeri!

Oleh: Salmah dan Eliza Amalia Saragih

Suara USU, MEDAN. Siapa sih yang gak kenal dengan J.Co? Ya, J.Co Donuts & Coffee merupakan bisnis yang berbentuk restoran dan waralaba yang mengkhususkan dalam penjualan donat, kopi dan yogurt beku. J.Co pertama kali hadir di Lippo Karawaci, Tangerang pada 25 Juni 2005. Selama ini J.Co sering di salah sangka sebagai produk luar padahal salah satu produk asli lokal yang namanya melejit hingga ke luar negeri.

Pendirinya bernama Johnny Andrean yaitu seorang pengusaha sukses kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat. Ide untuk mendirikan J.Co Donut & Coffee berawal dari kebiasaan Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat.

Kala itu Johnny gemar mencicipi berbagai donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai terinspirasi untuk memulai bisnis donat khas Amerika. Vicka Muthia, Marketing Communications Supervisor J.CO Indonesia menyampaikan, total gerai J.Co pada tahun lalu mencapai 260 gerai di seluruh Indonesia.

Kesuksesan yang diraih J.Co bukanlah hal yang mudah. Butuh perjuangan dan konsistensi hingga namanya eksis dikalangan masyarakat. Banyak kebiasaan hingga menjadi adat istiadat yang telah dilakukan founder atau biasa kita kenal dengan budaya organisasi yang berhasil membuatnya sesukses sekarang.

Budaya organisasi yang diterapkan oleh J.Co Donuts & Coffee tercermin dalam bentuk line organization yaitu budaya  pelaksanaan instruksi perintah yang berjalan secara vertikal mengikuti garis instruksi dari atas ke bawah, seperti adanya pembagian jam kerja (shifting) yang menggunakan sistem 3 shift yaitu shift opening, closing dan night (hanya berlaku pada weekend saja) bertujuan agar karyawan tidak kelelahan bekerja dan juga untuk mengoptimalkan proses produksi di perusahaan.

J.Co juga merupakan satu-satunya  gerai  donat  yang  mengusung  konsep  dapur  terbuka  (open  kitchen)  konsep  ini membuat  konsumen  dapat  melihat  langsung  proses  pembuatan  donat  yang  higienis  dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas (fresh from the oven) dan J.Co juga mengusung konsep premium (menawarkan donat yang tidak hanya enak tetapi juga sehat).

Budaya kerja selanjutnya yang ada di J.Co Donuts & Coffee yaitu tercermin dalam sistem manajemen mutu yang mereka terapkan yaitu sistem kaizen di mana J.Co melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen mutu dengan peningkatan yang dilakukan secara terus-menerus dalam hal kualitas produk serta teknik pelayanannya dan diimplementasikan dengan meluncurkan produk baru minimal tiga bulan sekali.

J.Co juga memiliki tipe budaya adhokrasi yang dapat kita lihat dari segi fleksibilitasnya di mana J.Co tidak terlalu mengikat karyawannya sehingga karyawan tersebut merasa nyaman bekerja dengan budaya tim yang kuat, saling percaya, terus belajar termasuk menyediakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif untuk karyawannya.

Dari semua hal yang diterapkan oleh J.Co Donuts & Coffee, dapat kita disimpulkan bahwa budaya organisasi yang diterapkan tersebut memiliki manfaat yang sangat besar bagi keberhasilan dan perkembangan bisnis J.Co Donuts. Lewat budaya-budaya tersebut, keberhasilan dan perkembangan bisnis yang dirasakan oleh J.Co Donut & Coffee kini ditandai dengan J.Co yang sudah go Internasional dengan membuka gerainya di luar negeri.

Kesuksesan J.Co Donuts & Coffee menjadi salah satu perusahaan kuliner asli Indonesia yang sudah banyak menginspirasi munculnya beragam gerai donat modern lainnya hingga berhasil menjadi market leader. So, jangan heran kenapa masih banyak orang yang mengira kalau J.Co ini produk luar negeri yah !

Dari penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa budaya organisasi telah menjadi konsep penting dalam menjalankan bisnis pada saat ini karena budaya organisasi sudah menjadi peran yang membedakan antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.

Adanya budaya organisasi di dalam perusahaan pastilah sangat bermanfaat untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik yang akan berdampak positif pada motivasi kerja sehingga meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan. Budaya organisasi telah terbukti efektif dan mempunyai pengaruh yang erat dan kuat terhadap kinerja perusahaan.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menilik Sejarah Unik Martabak

redaksi

Reminder dari Nosstress: Tunjukkan Cintamu Sebelum Terlambat

redaksi

Nastar dan Sirup Markisa, Duet Maut Andalan Saat Lebaran

redaksi