SUARA USU
Uncategorized

Penerapan Gaya Hidup Sehat oleh Mahasiswa: Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila

Sumber foto: pinterest.com

Oleh: Anastasia Yolanda / Sri Maleaki Sinaga / Cindy Amelia P. Ginting / Weerstand Polgasep Hutauruk / Febriana Togi Marito Butar Butar / Muhammad Rayhan Sitompul

Suara USU, Medan. Sehat itu mahal. Kalimat tersebut sering kita dengar ketika sedang membahas mengenai kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu hal yang pertama kali diajarkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Gaya hidup sehat penting untuk diterapkan terlebih lagi oleh mahasiswa yang membutuhkan banyak asupan protein.

Dengan terjaganya pola makan mahasiswa akan memiliki daya metabolisme yang lebih kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Olahraga juga membantu memperkuat fisik, menambah energi, dan meningkatkan daya kerja otak. Mahasiswa disarankan untuk berolahraga ketika pagi ataupun sore hari, karena cahaya matahari mengandung vitamin D yang dapat menghasilkan kalsium dan fluor untuk membangun serta memperbaiki tulang.

Selain manfaat terhadap tubuh, kesehatan mental mahasiswa juga dapat terjaga. Mahasiswa biasanya dihadapkan oleh tuntutan akademik sehingga dapat menyebabkan stres yang akhirnya akan mengganggu kesehatan. Gaya hidup sehat akan mengarahkan mahasiswa untuk lebih menjaga keseimbangan antara kehidupan akademis serta pribadi.

Dampak positif yang dapat dirasakan yaitu meningkatnya fokus dan produktivitas dalam menjalani keseharian. Mahasiswa juga dapat terhindar dari rasa lelah serta stres dari tekanan yang didapatkan dari lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat.

Menghindari segala sesuatu yang dapat berdampak buruk, seperti rokok, alkohol, junk food, dan lain-lain, juga akan menjaga kesehatan serta kebersihan organ tubuh. Meski tidak akan merasakan manfaatnya sekarang, hal tersebut akan sangat membantu di hari tua nanti.

Dalam hal pola makan, mahasiswa biasanya sudah menerapkan kebiasaan memakan sayur serta buah-buahan. Namun, sering terlihat mereka pun mengonsumsi junk food minimal satu kali dalam seminggu, bahkan hampir setiap hari. Mereka pun belum sepenuhnya melakukan olahraga secara rutin karena kesibukan yang mereka hadapi. Mahasiswa hanya berolahraga 1-3 kali dalam sebulan.

Sebagai rakyat Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup, mahasiswa harus mewujudkannya dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pancasila sendiri menegaskan pentingnya kehidupan yang sehat dan harmonis bagi setiap individu.

Sesuai dengan sila ke-2 Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab artinya seluruh masyarakat harus menghormati martabat sesama, termasuk diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan tubuh dan mental masing-masing.

Pada sila ke-3 Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia juga menjadi pedoman bagi masyarakat untuk menghargai keberagaman serta menghindari diskriminasi. Hal ini dapat diterapkan dengan membina hubungan baik oleh siapapun demi terjaganya kesehatan mental dan meningkatkan dukungan sosial.

Selain itu, Pancasila juga menyampaikan bahwa mahasiswa dapat menerapkan sila ke-4 yang berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dengan berperan aktif di masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup.

Banyak dari mahasiswa menyadari hubungan antara Pancasila dan gaya hidup sehat serta bagaimana pentingnya hal tersebut untuk kehidupan. Namun, belum banyak tindakan yang dilakukan untuk dapat mewujudkan hal tersebut. Meski begitu, mahasiswa sebagai senior kehidupan bagi masyarakat muda, bersedia untuk menjadi contoh yang baik dalam menerapkan gaya hidup sehat serta penerapan Pancasila dalam keseharian.

Menjaga gaya hidup yang sehat penting bagi mahasiswa. Tidak hanya untuk manfaat fisik namun juga menjaga kesehatan mental agar meningkatkan fokus dan mengurangi stres. Dengan begitu kinerja otak juga akan meningkat yang akan membantu mahasiswa dalam pembelajaran. Pancasila juga menekankan bahwa mahasiswa harus peduli terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan. Semuanya dimulai dari diri sendiri dan masyarakat.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Feby Simarmata


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Mahasiswa FKM USU Adakan Sosialisasi tentang Mitigasi Bencana Gempa Bumi di SMP Harapan Tiga

redaksi

Tingkat Moral dan Kepedulian Sosial Mahasiswa: Analisis Pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan dalam Era Pendidikan Tinggi

redaksi

Mini Riset Penerapan Gotong Royong pada Masa Kini

redaksi