SUARA USU
Kabar Kampus

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Performa Bisnis (Penelitian Terhadap WARKOP AGAM TASBIH II)

Oleh : William dika Manihuruk/ Isabel Narwastu Sianturi/ Anggiat Faisal Butar-Butar/ Neweld Nanggoraja Parsodi/ Rizqa Nabilah Rangkuti/ Virgin Threisia Br Bangun

Suara USU, Medan. Setiap institusi perusahaan pasti memiliki figure pemimpin dengan berbagai ciri khas masing-masing. Pemimpin yang tepat akan menyatukan setiap perbedaan yang dimiliki karyawannya dan memotivasi karyawannya agar mereka dapat bekerja secara maksimal.

Kepemimpinan dapat dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong, dan mengatur seluruh unsur-unsur di dalam kelompok atau organisasinya untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang diinginkan sehingga menghasilkan kinerja pegawai yang maksimal. Dengan meningkatnya kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja seseorang atau pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi. Kemampuan dan keterampilan dari seorang pimpinan adalah faktor penting dalam  memotivasi pegawainya agar bekerja dengan lebih baik.

Keberhasilan suatu organisasi baik secara keseluruhan maupun sebagai kelompok dalam suatu organisasi tertentu sangat tergantung pada efektivitas kepemimpinan untuk membangkitkan motivasi atau semangat kerja pegawai terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Drucker (Tika, 2010:152), secara khusus memandang gaya kepemimpinan adalah kerja. Seorang pemimpin adalah mereka yang memimpin dengan mengerjakan pekerjaan setiap hari. Pemimpin terlahir tidak hanya dalam hierarki manajerial ataupun bersifat formal, akan tetapi dapat juga terlahir dalam kelompok kerja non formal. Kartini Kartono (Thoha, 2010:81) menyatakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah memandu, menuntun, membimbing, membangun, memberi motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang baik, memberikan pengawasan yang efisien, dan membawa pengikutnya kepada sasaran yang ingin dituju sesuai dengan ketentuan waktu dan rencana yang telah ditetapkan. Handoko (2001:90) menyatakan bahwa kenyataan para pemimpin dapat mempengaruhi kepuasan, kenyamanan, rasa aman, kepercayaan, dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi.

Warkop Agam Tasbih II menganut teori kepemimpinan demokratis. Setiap keputusan selalu berdasarkan voting tiap karyawan yang dibarengi dengan alasan yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan. Hal ini membentuk ruang kerja yang komunikatif, nyaman, dan inovatif. Ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

Di dalam melakukan setiap kegiatan usaha, pasti ada karyawan yang mau melanggar peraturan kerja yang sudah di buat. Dalam kepemimpinan, manager Warkop Agam Tasbih 2 ini akan melakukan teguran keras kepada karyawan yang bersangkutan dan hukuman kepada setiap karyawan yang melanggar ketentuan kerja. Hal ini akan membuat karyawan tersebut bisa jera dan tidak mengulangi lagi. Untuk menghindari terjadinya kesalahan atau pelanggaran peraturan, manager melakukan pengawasan kepada karyawannya yang dilakukan oleh manajer dari Warkop Agam Tasbih 2 ini dengan cukup baik, dimana manager melakukan pengawasan yang terkesan tidak menekan kepada karyawan dan menerapkan sistem tolong-menolong di dalam melakukan evaluasi pekerjaan sehingga karyawan bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Redaktur : Valeshia Trevana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Rizki Wakili USU di Munas BEM SI XIV Versi 132 Universitas

redaksi

Future Champion Scholarship, Beasiswa untuk Mahasiswa Baru!

redaksi

Mengusung Tema CAMARADERIE, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Kembali Adakan Destination

redaksi