SUARA USU
Opini

Pengaruh Media Sosial terhadap Pembentukan Personal Branding

Reporter: Jenni Angelia

Suara USU, Medan. Media sosial telah menjadi salah satu alat yang paling berpengaruh dalam pembentukan personal branding di era digital saat ini. Personal branding mengacu pada upaya seseorang untuk membangun citra dan reputasinya, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi. Pengaruh media sosial berkaitan erat dengan personal branding yang dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.

Pertama, media sosial menyediakan platform yang dapat diakses oleh setiap individu
untuk membangun, terhubung, dan memperluas jangkauan personal branding seseorang. Melalui platform seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, dan YouTube, seseorang dapat mengunggah konten yang mencerminkan nilai-nilai, minat, dan keahlian mereka. Dengan berkomitmen pada konsistensi dalam pembuatan konten dan interaksi dengan pengikut, seseorang dapat memperkuat citra diri mereka dan membangun pengikut yang loyal juga.

Kedua, media sosial memungkinkan seseorang untuk mengontrol narasi tentang diri mereka sendiri. Mereka dapat memilih jenis konten yang akan mereka bagikan, cara mereka menyajikan konten yang menarik dan berkualitas, serta cara berinteraksi dengan pengikut mereka. Hal ini membuat individu selalu berusaha untuk menampilkan sisi terbaik dari dalam diri mereka dan memperkuat citra yang mereka inginkan untuk diproyeksikan kepada dunia.

Selain itu, media sosial juga memfasilitasi kolaborasi dan kemitraan antara individu dengan merek atau antara individu dengan organisasi. Dengan membangun hubungan dengan perusahaan atau influencer lain yang memiliki nilai-nilai serupa atau audiens yang serupa, seseorang dapat memperluas jangkauan dan pengaruh personal branding mereka. Kolaborasi semacam itu dapat mencakup penayangan bersama, endorsement produk, atau proyek bersama yang dapat meningkatkan visibilitas dan kredibilitas personal branding seseorang.

Namun, pengaruh media sosial terhadap personal branding juga memiliki beberapa risiko.
Salah satunya adalah risiko reputasi, dimana konten yang tidak tepat atau kontroversial
dapat merusak citra dan reputasi seseorang secara permanen. Selain itu, ketergantungan
pada media sosial untuk membangun personal branding juga dapat mengarah pada
perasaan stres dan kecemasan yang berlebihan dikarenakan adanya tekanan untuk mempertahankan citra yang sempurna dan jumlah pengikut yang tinggi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan dalam pembentukan personal branding. Melalui penyediaan platorm digital memungkinkan individu untuk memperluas pengaruh dan jangkauan personal branding mereka. Akan tetapi, perlu diingat kembali jika penggunaan media sosial juga membawa risiko tertentu. Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial yang kamu miliki.

Redaktur: Hanna Letare

Related posts

Esensi Implementasi Sila V Pancasila, Kondisi Kebebasan Berpendapat Mahasiswa Masih Dibungkam?

redaksi

Peretas Bobol Data, Sistem Perlindungan Indonesia Lemah?

redaksi

Aktif Kepanitiaan, Menguntungkan atau Merugikan Bagi Mahasiswa?

redaksi