SUARA USU
Featured

Peranan Masyarakat dalam Persatuan dan Kesatuan di Indonesia

Tim penulis : Kelompok 14

  1. Alfi Khoiri Salsabila (210407061)
  2. Raissa Safira (210704067)
  3. Gatri Letar Hutabarat (210502055)
  4. Gaberio Stefan Derking Purba (210503175)
  5. Diella Abigail Sitepu (210503198)

Suara USU, Medan. Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri dari beberapa wilayah dan berbatasan langsung dengan beberapa negara luar, yang secara langsung membawa dampak bagi perkembangan Indonesia terutama perkembangan budaya. Meskipun banyak budaya luar yang masuk ke Indonesia, namun jangan sampai hal tersebut membuat perpecahan, kesatuan dan persatuan harus tetap terjalin.

Kesatuan dan persatuan suatu bangsa adalah hal yang patut diperjuangkan dengan gigih terutama di Indonesia mengingat keadaan masyarakat Indonesia memiliki latar belakang dan tingkat keberagaman yang sangat tinggi berdasarkan strata ekonomi, budaya, sosial, dan sebagainya. Persatuan dan kesatuan merupakan kunci suatu negara dalam membangun suatu bangsa. Tanpa adanya rasa tanggung jawab dan kesadaran dalam menjaga persatuan bangsa, maka keadaan suatu negara mudah tergoyah oleh berbagai ancaman baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus memiliki rasa tanggung jawab dan kesadaran dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Dan timbulnya kesadaran bertanggung jawab karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Keberagaman yang ada pada bangsa ini harus menjadi sebuah kekuatan tersendiri untuk membentuk warga negara yang cinta damai dan mengutamakan kekeluargaan.

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk, ditandai dengan banyaknya etnis, suku, agama, budaya, kebiasaan di dalamnya. Kemajemukan dan multikulturalitas mengisyaratkan adanya perbedaan. Bila dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas menghasilkan energi hebat. Sebaliknya, bila tidak dikelola secara benar, kemajemukan dan multikulturalitas bisa menimbulkan bencana dahsyat.

Agar persatuan dan kesatuan dapat berjalan dengan baik, ada beberapa bentuk sikap yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Kesadaran mengenai kebutuhan untuk selalu bekerja sama dalam segala hal;
  • Harus menjalankan norma persatuan dan kesatuan, di mana rasa saling menghormati terhadap perbedaan;
  • Harus selalu menghargai perbedaan di mana pun kita berada;
  • Melakukan kegiatan-kegiatan yang di dalamnya mengandung unsur persatuan dan kesatuan.

Syarat-syarat di atas merupakan pedoman agar persatuan dan kesatuan dapat berjalan dengan baik. Selain beberapa syarat di atas, tentunya masih banyak lagi faktor-faktor yang harus diperhatikan agar persatuan dan kesatuan dapat berjalan. Kita harus selalu menjadi pelopor agar persatuan dan kesatuan selalu terjalin di lingkungan sekitar kita tinggal. Bukan hanya menjadi pelopor kita juga harus mampu untuk mencotohkan dan menerapkan contoh-contoh perilaku persatuan dan kesatuan.

Salah satu fenomena yang kita rasakan sejak terbukanya era globalisasi yang ditandai dengan masuknya pengaruh nilai-nilai baru dalam semua sendi kehidupan kita serta komitmen bangsa untuk melakukan reformasi di segala bidang, telah membawa dampak perubahan masyarakat yang sangat besar. Dampak positif yang kita rasakan antara lain adalah perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni akibat teknologi informasi. Namun, dampak negatif yang menyertai juga tidak kalah dahsyatnya berkaitan dengan masalah sosial budaya yang menyangkut hal mendasar dari tabiat dan mentalitas bangsa. Selanjutnya dari berbagai event budaya terlihat bahwa perkawinan budaya dalam era globalisasi saat ini, memperlihatkan kecenderungan akan pengaruh dominan budaya barat terhadap kebudayaan yang telah ada di Indonesia.

Masyarakat secara umum yang berinteraksi dengan budaya asing tersebut terus menerus menyerap budaya barat dalam kehidupan kesehariannya sehingga tidak disadari bahwa budaya Indonesia yang sangat tinggi beransur-angsur kehilangan akar budaya dan nilai dasarnya. Kehilangan jati diri atas kebersamaan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi kehidupan sosial di mana-mana, munculnya kerusuhan, dekadensi moral, ketidakpercayaan, kehilangan semangat gotong royong, dan sebagainya adalah dampak yang harus ditanggung bersama.

Seharusnya dengan sikap ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, rasa kebersamaan yang seharusnya dipupuk dan dibina dalam rangka menuju kemandirian dan kesejahteraan bangsa sesuai dengan tujuan bangsa dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Fondasi dasar kebudayaan Indonesia mempunyai sifat akulturatif, integratif, adaptif, kreatif, dan harmonis yang dinamis dalam menerima unsur-unsur budaya asing menyaring dan menyerap akan hal hal yang dapat memperkaya munculnya ke-Indonesia-an.

Dasar budaya Bhinneka Tunggal Ika merupakan suatu unsur yang sangat fundamental yang dapat dijadikan bingkai dasar untuk merajut kembali goyahnya jati diri kebudayaan bangsa. Kemudian memahami kembali nilai-nilai kearifan lokal yang tergeser pengaruh dari luar untuk mencari makna ke-Indonesia-an yang sebenar-benarnya dalam arti yang lebih luas sebagai pedoman hidup individu, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Suatu bangsa tidak akan maju apabila tidak ada rasa persatuan dan kesatuan dari masyarakatnya untuk secara bersama-sama membangun bangsa. Di dalam kehidupan bernegara, istilah-istilah yang masih belum kita ketahui salah satunya ialah istilah integrasi nasional. Integrasi nasional adalah kesadaran bersama antar sesama warga negara, walaupun berbeda agama, bahasa daerah, dan keragaman lainnya namun hal tersebut tidak menjadi celah untuk sebuah negara tidak bersatu (Muzayanah, 2020).

Persatuan dan kesatuan merupakan senjata yang paling ampuh bagi bangsa Indonesia baik dalam rangka merebut, mempertahankan maupun mengisi kemerdekaan. Persatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Persatuan Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kita rasakan saat ini terjadi dalam proses yang dinamis dan berlangsung lama karena persatuan dan kesatuan bangsa terbentuk dari proses yang tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri, yang ditempa dalam jangkauan waktu yang lama sekali. Unsur-unsur sosial budaya itu antara lain seperti sifat kekeluargaan dan jiwa gotongroyong. Kedua unsur itu merupakan sifat-sifat pokok bangsa Indonesia yang dituntun oleh asas kemanusiaan dan kebudayaan.

Warga negara ikut andil dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa, maka kita harus senantiasa berperilaku yang sesuai dengan norma serta aturan yang telah ditetapkan. Ada beberapa situasi yang menunjukkan berperilaku sesuai peraturan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap tercipta. Pertama adalah tentang menjalin hubungan baik antar sesama warga. Manusia sebagai mahluk sosial sudah pasti membutuhkan orang lain untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, baik itu teman, sahabat, orangtua, keluarga dan lainnya. Hubungan baik antar sesama orang agar jikalau suatu saat kita memerlukan pertolongan kita tidak akan sulit mendapat bantuan dari orang lain (Faliyandra, 2019).

Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, terdapat beberapa prinsip yang menjadi fondasinya. Ada 5 prinsip penting, agar lebih jelas kita akan bahas satu persatu dari UUD 1945, yaitu:

  1. Prinsip Menjiwai arti Bhinneka Tunggal Ika, yakni berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Dengan beragam kebudayaan, ras, dan agama di Indonesia kita diwajibkan bersatu dalam satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.
  2. Prinsip Nasionalisme Indonesia, yakni rasa cinta dan kesetiaan terhadap bangsa Indonesia. Nasionalisme merupakan sikap politik dari masyarakat yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama.
  3. Prinsip kebebasan yang bertanggung jawab, yakni setiap orang diberi hak untuk memenuhi kemauannya asal tidak menyalahi Hak Asasi Manusia (HAM). Jika sampai melanggar dan merugikan orang lain, akan diberikan sanksi berdasarkan perbuatannya.
  4. Prinsip Wawasan Nusantara, yakni dilaksanakan guna memenuhi tujuan nasional. Memiliki fungsi sebagai pedoman, motivasi, dan rambu-rambu dalam menentukan keputusan untuk menyelenggarakan negara.
  5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi, yakni sebagai warga negara kita harus bisa mengisi kemerdekaan dengan baik. Caranya dengan melakukan pembangunan dengan dilandasi rasa persatuan. Namun, hal tersebut tidak membuat bangsa Indonesia merasa unggul dan menganggap rendah bangsa lain, karena itu dapat menodai sila yang terkandung dalam Pancasila.

Menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Persatuan dan kesatuan penting untuk dijaga dan dipertahankan. Sebab, tanpa persatuan dan kesatuan maka akan timbul perpecahan. Dan Tanpa persatuan dan kesatuan tak mungkin Indonesia dapat berdiri seperti sekarang. Oleh karena itu seluruh warga Indonesia wajib menjaga dan bertanggung jawab terhadap persatuan dan kesatuan.

Beberapa bentuk perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan, yaitu:

  1. Ikut andil dalam gotong royong warga yang tinggal di suatu wilayah tentunya akan selalu dihadapkan dengan situasi tolong-menolong (Munawaroh, 2006). Tujuan dari adanya gotong royong sendiri ialah agar terciptanya rasa persatuan dan peduli antar sesama mahluk hidup.
  2. Hidup rukun dengan tetangga. Di suatu daerah tentunya kita akan hidup secara berdampingan dengan orang lain, atau sering dikenal dengan tetangga.
  3. Menyelesaikan masalah secara sosial bukan individu.
  4. Menerima perbedaan yang ada di suatu daerah sudah pasti akan ada perbedaan-perbedaan, seperti berbeda suku, agama, dan bahasa.
  5. Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
  6. Menghormati pendapat orang lain. Di saat sedang dilakukan suatu musyawarah, sudah pasti akan ada beberapa perbedan pendapat dari sejumlah orang. Namun, demi terciptanya rasa persatuan dan kesatuan kita harus mampu untuk menghormati perbedaan pendapat tersebut (Wuryandani, & Prasekolah, 2011).

Bentuk-bentuk perilaku di atas mencerminkan akan terciptanya rasa persatuan dan kesatuan antar sesama manusia, yang tentunya akan membangun negara menjadi suatu negara yang lebih kental dengan rasa persatuan dan kesatuan meskipun terdapat banyak perbedaan. Perilaku-perilaku diatas sudah saatnya kita terapkan didalam keseharian kita, agar rasa persatuan dan kesatuan bangsa senantiasa tercipta.

Kita juga harus mampu menjadi penegak serta penggerak untuk selalu menanamkan jiwa persatuan dan kesatuan. Kita bisa ikut andil dalam proses penerapan jiwa persatuan dan kesatuan dengan cara ikut memberi contoh dalam hal berperilaku, kita dapat berperilaku yang sesuai dengan aturan dan sesuai dengan terciptanya rasa persatuan dan kesatuan (Al-Farisi, 2020).

Manfaat dari terciptanya rasa persatuan dan kesatuan sendiri, yaitu:

  1. Persatuan dan kesatuan dapat mengatasi semua perbedaan dengan penuh kesabaran dan kesadaran.
  2. Persatuan antarwarga negara dapat membuat pembangunan nasional berjalan lancar, aman, baik, dan sesuai harapan.
  3. Bangsa Indonesia akan lebih mudah maju dan berkembang dengan menerima perbedaan yang muncul.
  4. Akan lebih mudah untuk mencapai tujuan nasional yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
  5. Dengan adanya persatuan dan kesatuan, akan tercipta suasana yang aman, damai, dan tenteram dalam negara. Terutama karena adanya sikap toleransi, solidaritas, dan setia kawan di antara warganya.
  6. Persatuan dan kesatuan dapat mewujudkan kehidupan yang seimbang, harmonis, serta serasi antarmanusia.
  7. Pelaksanaan gotong-royong dalam lingkungan sekitar akan berjalan lancar tanpa adanya kendala.
  8. Saling menjaga kerukunan dan menjalin silaturahmi antarbangsa.

Indonesia merupakan negara dengan perbedaan yang menjadi salah satu faktor dari terjadinya perpecahan bangsa. Perbedaan agama, suku, budaya dan lainnya menjadi sebuah kesempatan untuk tetap berada dalam persatuan. Upaya untuk mendukung keberagaman tersebut menjadi jiwa bagi terciptanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat.

Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Persatuan itu didorong untuk mencapai kehidupan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan berdaulat. Dan timbulnya kesadaran bertanggung jawab karena manusia hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.

Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Tanpa persatuan dan kesatuan maka akan timbul perpecahan, serta tanpa persatuan dan kesatuan tak mungkin Indonesia dapat berdiri seperti sekarang.

Redaktur : Azka Zere Erlthor


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pendidikan: Seharusnya Jadi Ruang Aman Segala Kalangan!

redaksi

Digitalisasi Pemasaran UMKM di Kabupaten Bengkalis

redaksi

Pintu Doraemon USU: Jalan Tikus Penolong Mahasiswa, Mengapa Berbeda?

redaksi