SUARA USU
Featured Kabar Kampus Kabar SUMUT

Perbedaan Program Pelayanan Model Therapeutic Community dan Narcotics Anonymous Di Yayasan Mitra Masyarakat Sehat

Oleh :

  1. Thalia Angelina Octaviana (190902079)
  2. Yeni Chaterine Naibaho (190902103)
  3. Meidona Hutapea (190902089)
  4. Farah Adzraa Isty (190902077)

Suara USU, Medan. Metode kasus atau yang sering disebut Case Method merupakan pembelajaran partisipatif berbasis diskusi untuk memecahkan kasus atau masalah dimana terdapat suatu program yang dilakukan saat ini untuk mengedepankan analytics thinking “pendekatan” untuk menggali atau mencari informasi terhadap suatu kasus, masalah, atau fenomena yang terjadi.

Penerapan metode ini dapat mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis sehingga mereka bisa memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreativitas. Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Thalia Angelina Octaviana, Farah Adzraa Isty Meidona Hutapea, dan Yeni Chaterine Naibaho meneliti apa yang menjadi perbedaan model Therapeutic Community  dan Narcotics Anonymous. Selain itu, mereka juga mengamati model yang digunakan dalam sistem rehabilitasi Yayasan Mitra Masyarakat Sehat. Yayasan ini berada di Jl. Stella Raya No.142 Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara 20135.

Yayasan Mitra Masyarakat Sehat adalah salah satu panti rehabilitasi yang berdiri sejak 5 Desember 2016. Yayasan ini merupakan tempat kegiatan perawatan perumahan untuk keterbelakangan mental dan penyalahgunaan obat “Narkoba”. Saat ini, Yayasan Mitra Masyarakat Sehat  dipimpin oleh Agustina V. Ginting selaku Direktur Operasional panti dan Kristina Sembiring sebagai program manager dan proses pemulihan. Konselor yang ada di panti Rehabilitas ini sebanyak 6 orang dan 2 diantaranya merupakan konselor mantan pecandu narkoba. Jumlah Residen yang ada didalam Rehabilitasi ini sebanyak 11 orang.

Penelitian ini menggunakan metode wawancara pada konselor adiksi di Lembaga Yayasan Mitra Masyarakat Sehat. Tujuan dari wawancara atau observasi mereka yaitu untuk menambah ilmu dan wawasan tentang model Therapeutic Community dan Narcotics Anonymous dalam rehabilitasi.

Metode yang digunakan pada terapi pemulihan pecandu narkoba di Yayasan Mitra Masyarakat Sehat  adalah menggunakan model kombinasi antara Narcotics Anonymous dan Therapeutic Community. Konselor panti rehabilitasi ini, Mira berpendapat bahwa kedua metode ini ini telah terbukti dapat membantu mempercepat proses pemulihan kepada residen dan sifatnya terbuka bagi seluruh lapisan serta memberikan dampak positif kepada residen.

Konselor Adiksi Yayasan Mitra Masyarakat Sehat mengatakan bahwa model Narcotics Anonymous dan Therapeutic Community ini merupakan pemulihan yang menggunakan pendekatan sosial, kekeluargaan, dan kedisiplinan dimana pecandu narkoba ini akan diajarkan untuk dapat hidup bersama dalam satu lingkungan yang dapat saling membantu satu sama lain untuk mencapai pemulihan bersama.

Menurut Mirna, penerapan Narcotics Anonymous dan Therapeutic Community sebenarnya sama saja, yaitu sama-sama memberikan dampak positif bagi residen yang ada didalmnya hanya saja caranya yang berbeda. Misalnya, model Therapeutic Community residen hanya berfokus pada kedisplinan diri sedangkan Narcotics Anonymous berfokus pada pendekatan kekeluargaan dan kepedulian kekeluargaan.

Mirna menjelaskan jika proses pemulihan pecandu itu tergantung pada pribadinya karena konselor hanya menyesuaikan watak dan pribadinya yang tentunya berbeda-beda. Menurut Mirna, Narkoba memberikan kerugian dan masalah yang lama-kelamaan akan menjadi dampak negatif yang sangat berpengaruh pada fisik, psikis, sosial, dan kesehatan. Sehingga, dibutuhkan upaya sebagai bentuk pencegahan dan pemberantasan baik itu dari Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.

Dalam proses penanganan residen Pihak Yayasan Mitra Masyarakat sehat juga melakukan berbagai kegiatan positif dengan para residen. Hal ini di lakukan untuk meningkatkan dan memupuk kepercayaan diri, kreatifitas, skill, dan keimanan nya agar pada saat mereka sudah kembali ke masyarakat, mereka tidak kehilangan harapan, lebih percaya diri, dan menghindari terulang kembalinya hal-hal negatif dalam penyalahgunaan zat seperti sebelumnya.

Contoh penerapan Narcotics Anonymous dan Therapeutic Community melalui beberapa struktur program adalah Pendidikan Keagamaan (kegiatan beribadah yang dilaksanakan setiap pagi hari), Pembentukan tingkah laku (kegiatan yang berhubungan dengan kedisplinan waktu dari pagi-malam, seperti baris setiap pagi dan  berolahraga), Pendidikan dan penyuluhan tentang Napza (Bahaya Narkoba, tingkatan penggunaan Narkoba, golongan dan jenis Narkoba, bahaya jarum suntik bekas yang digunakan berulang kali, stigma masyarakat tentang pecandu narkoba, dan lainnya), Konseling Pribadi (satu Konselor akan mendampingi para 1-2 residen, di mana mereka akan melakukan sesi diskusi dan sharing (residen bebas mengeluarkan ekspresi, emosi dan perasaan yang sedang dirasakan saat ini dan konselor akan membantu memberi masukan)), dan Konseling Keluarga (para konselor akan berkomunikasi dan berdiskusi dengan keluarga residen (cara bersikap kepada residen), agar ketika residen sudah pulih dan keluar dari panti keluarga bisa bersikap normal kepada residen dan residen bisa merasa nyaman saat bersama keluarga)

Dari wawancara yang kami lakukan bisa kita analisis bahwa Yayasan Mitra Masyarakat Sehat menekankan bahwa proses yang dilakukan bukan hanya berfokus pada bagaimana cara residen berhenti menggunakan narkotika tetapi juga berfokus pada bagaimana kedepannya kehidupan pihak residen setelah keluar dari rehabilitas tersebut dan menata kembali hidupnya di masyarakat.

Setelah dilakukan wawancara di Yayasan Mitra Masyarakat Sehat menghasilkan informasi yang menjelaskan tentang perbedaan Narcotics Anonymous dan Therapeutic Community. Narcotics Anonymous lebih menekankan pada asas kekeluargaan di mana residen di bentuk menjadi pribadi yang lebih baik melalui emosional yang dibagikan selayaknya keluarga. Sedangkan Therapeutic Community lebih menekankan pada kedisiplinan untuk membentuk residen yang lebih disiplin dan mulai menerapkan gaya hidup yang normal secara signifikan.

Selain itu, pihak yayasan juga menekankan bahwa semua itu tidak terlepas dari dukungan keluarga dan lingkungan meski program yang di lakukan dalam yayasan terstruktur namun dorongan dari keluarga, keinginan diri residen untuk berubah adalah yang utama. Pihak yayasan menuturkan bahwa semua program yang mereka lakukan ditata untuk kehidupan residen di masa sekarang maupun masa kedepannya saat residen harus memulai kehidupannya di lingkungan masyarakat, karena itu lah mereka ditanamkan kepercayaan diri dan berbagai informasi yang sekiranya dapat menjauhkan mereka dari lingkaran narkotika.

Daftar Pustaka

Buku Adi, Isbandi Rukmianto. 2013.

Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial dan Kajian Pembangunan). Jakarta : Rajagrafindo Persada

Fajar Utama, R. & Adil, A. (2019). Perbandingan Model Therapeutic Community (TC) dan Narcotics Anonymous (NA) di Pelayanan Kesejahteraan Sosial Adiksi Narkoba. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 7 (1), 30-39. http://ojs.uma.ac.id/index.php/jppuma


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Menatap World Class University, USU Reformasi Letak dan Kinerja UKM!

redaksi

Alliance Francaise Medan Adakan Diskusi Film Isu Sampah Plastik

redaksi

Berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK, Prodi Sastra Indonesia USU Sukses Gelar Kuliah Daring Bersama

redaksi