Home Kabar Kampus Prodi Sejarah USU Bangkitkan Semangat Menyemai Nilai Kepahlawanan dengan Hero Session 2025
Kabar Kampus

Prodi Sejarah USU Bangkitkan Semangat Menyemai Nilai Kepahlawanan dengan Hero Session 2025

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Ines Eliyana Br Ginting, Naziratun Nikmah

Suara USU, Medan. Setelah tujuh tahun vakum, Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menggelar acara akbar Hero Session pada 11–13 November 2025 di lingkungan FIB USU. Mengusung tema Memori sebagai Narasi: Warisan Budaya, Identitas, dan Inspirasi, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan mahasiswa sejarah dalam menghadirkan kembali semangat kepahlawanan melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.

Selama tiga hari, kegiatan diisi dengan berbagai lomba seperti cerdas cermat sejarah, storytelling, cosplay, infografis, history fotografi, serta kolaborasi bersama Museum Negeri Sumatera Utara melalui program Museum Goes to Campus. Puncak acara ditandai dengan seminar dan penyerahan hadiah, dengan menghadirkan Wakil Bupati Deli Serdang serta perwakilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai narasumber inspiratif.

Dosen sekaligus Ketua Prodi Ilmu Sejarah, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si, menilai kebangkitan Hero Session sebagai wujud nyata semangat mahasiswa untuk berkreasi dan menghargai sejarah. “Kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada pahlawan, tetapi juga cara memperkenalkan bahwa Ilmu Sejarah itu menarik dan kreatif. Sekarang sejarah bisa dikemas lewat pertunjukan, lomba, hingga karya visual yang inspiratif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Prodi Ilmu Sejarah, Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi akademik yang kembali dihidupkan setelah tertunda akibat pandemi. “Hero Session ini sebenarnya agenda tahunan yang sempat berhenti karena COVID-19. Tahun ini kami bangga karena mahasiswa mampu membangkitkannya kembali,” ungkapnya. Dra. Junita menegaskan, bahwa makna kepahlawanan kini dapat dimaknai lebih luas, sebab pahlawan bukan hanya mereka yang berperang, tetapi siapa pun yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Ketua Panitia Hero Session 2025, Agung Anggara, menuturkan bahwa Hero Session 2025 menjadi momentum kebangkitan setelah tujuh tahun vakum. “Kami merasa sudah cukup siap, jadi kami memberanikan diri untuk menghidupkan kembali Hero Session setelah vakum cukup lama,” katanya. Sementara Wakil Ketua Panitia, Gardi, menambahkan bahwa kegiatan ini dikemas secara modern agar relevan bagi generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa pahlawan bisa datang dari siapa saja guru, ayah, atau siapa pun yang berjuang bagi orang lain,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah (HIMIS), Torang Sihotang, menjelaskan bahwa himpunan berperan dalam menginisiasi kembalinya kegiatan ini. “Panitia merupakan bagian dari HIMIS juga, tapi kegiatan ini tidak murni dari kami sendiri. Kami berkoordinasi dengan prodi dan dosen agar kegiatan ini berjalan maksimal,” terangnya. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat eksistensi prodi dan menarik minat generasi muda terhadap sejarah. Menurutnya, sejarah harus dikembangkan dengan cara yang lebih kreatif dan relevan, termasuk melalui media sosial. “Dengan cara seperti ini, sejarah bisa lebih dekat dengan anak muda,” tambahnya.

Dari sisi peserta, antusiasme juga terlihat jelas. Abdul Hafiz, siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, yang mengikuti lomba cerdas cermat sejarah, mengaku terinspirasi oleh kegiatan ini. “Saya lihat acaranya di Instagram dan langsung tertarik karena diselenggarakan di USU, universitas terbaik di Sumatera Utara,” ujarnya. Hafiz mengaku kagum dengan konsep acara yang penuh semangat kepahlawanan. “Panitianya cosplay jadi pahlawan, jadi suasananya terasa semangat perjuangannya. Karya-karyanya juga luar biasa, ada yang bikin desain tentang Soekarno dan sejarahnya,” tuturnya. Hafiz berharap, agar kegiatan seperti Hero Session terus berlanjut dan semakin dikenal luas.

Dengan semangat kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan pelajar, Hero Session 2025 berhasil membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk menciptakan masa depan yang berakar pada nilai budaya dan kepahlawanan bangsa.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.