SUARA USU
Featured Opini

Revitalisasi Nilai Pancasila Untuk Menangkal Radikalisme yang Menyerang Milenial

Tim Penulis: Joy Alvonso Simalango (210801073) Fakultas MIPA, Fisika
Putrama Alkairi (210306171) Fakultas Pertanian, Peternakan
Lola Nursafitri (210902012) FISIP, Ilmu Kesejahteraan Sosial
Chirstian Manurung (210200549) Fakultas Hukum, Ilmu Hukum
Taufan Prajna Arrazy (210902118) FISIP, Ilmu Kesejahteraan Sosial

Suara USU, Medan. Memang tidak semua anak muda terpapar paham radikal, menurut narasumber – narasumber yang telah kami wawancara, mereka mengaku belum menyadari radikalisme menyerang lingkungan mereka. Akan tetapi mereka sadar bahwa radikalisme sendiri bagaikan bom jika meledak dapat menghabisi nyawa. Untuk itu mereka harus lebih bijak menyikapi pemberitaan atau munculnya fakta mengenai aliran agama, sosial, budaya serta kehidupan bernegara. Bermula dari rasa ingin tahu, tanpa disadarimereka malah terjun kedunia aliran sesat itu.

Jika generasi muda Indonesia telah terkontaminasi paham radikal dapat dipastikan masa depan Indonesia dan juga ideologi bangsa menjadi taruhan, Indonesia akan kehilangan jati dirinya, tak ada kata toleransi lagi terdengar di Indonesia. Bahkan sudah banyak kasus pengeboman rumah ibadah di Indonesia yang didalangi para teroris yang berpaham radikal, yang sengaja mengadu domba beberapa aliran agama di Indonesia. Tentu hal itu menjadi kerugian yang sangat besar menimpa negeri ini, tak sedikit korban jiwa berjatuhan dan tak sedikit pula masyarakat yang teradu domba, saling menjelekkan serta menuduh ajaran agama yang menjadi kambing hitam.

Untuk itu, perlu adanya membudayakan kembali nilai-nilai Pancasila di kalangan anak muda. Mengingat dewasa ini, nilai-nilai Pancasila dan norma yang berlaku di Indonesia telah pudar, banyak anak muda menjalankan hidup yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila serta norma. Tentu hal ini menjadi kabar baik bagi para pegiat radikal untuk menjerumuskan anak muda kedalam aliran sesat itu. Dengan merancang strategi – strategi khusus agar revitalisasi nilai Pancasila dapat berjalan di kehidupan kaum milenial, seperti beberapa strategi berikut :

  1. Pemerintah harus memperhatikan dan memberi bekal anak muda dengan mengenali bahayanya radikalisme, serta menjelaskan pentingnya menerapkan nilai –nilai pancasila di kehidupan, dengan contoh menjadikan pendidikan pancasila sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
  2. Perlu adanya wawasan tentang radikalisme bagi masyarakat luas di Indonesia, agar tidak ada lagi yang tersesat ikut dalam aliran tersebut.
  3. Mengevaluasi dan menganalisis pemikiran kaum milenial untuk mengetahui seberapa tahu ia mengenai pancasila, atau bahkan sudah ikut ajaran radikal.
  4. Para anak muda juga harus menanamkan pancasila di hatinya serta menjalankan kehidupan sesuai nilai pancasila dan norma yang berlaku di Indonesia, mengingat dewasa ini minimnya para anak muda menerapkan nilai — nilai pancasila.
  5. Kaum milenial harus diberikan pemahaman mengenai radikalisme agar tidak mudah terjebak gerakan radikal yang selalu memakai topeng agama untuk melakukan doktrin kepada masyarakat muda.
  6. Pemerintah dan pemuka agama harus berkolaborasi untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme kepada anak muda.

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme, seharusnya juga dilakukan tindakan pembudayaan Pancasila agar masyarakat memiliki jiwa nasionalisme sehingga tidak mudah dihasut oleh radikalisme. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila bisa dilakukan dengan menerapkan fungsi-fungsi Pancasila secara merata dalam kehidupan berbangsa. Pendidikan dan pembudayaan Pancasila harus lebih digencarkan lagi agar tercipta generasi bangsa yang punya jiwa nasionalisme kuat.

Redaktur: Salsabila Rania Balqis

 

 

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penerapan Budaya Organisasi pada Usaha Sentaku Laundry

redaksi

Hari Gizi Nasional 2024 yang ke-64 : “MP-ASI Berkualitas untuk Generasi Emas”

redaksi

Keterbatasan Keuangan: Hambatan Mahasiswa Putus Kuliah karena UKT

redaksi