
Reporter: Muhassanah Nasution, Rizqi Putra Permono
Suara USU, Medan. Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (10/11). Mereka menuntut pemerintah untuk menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang beroperasi di Kabupaten Toba dan Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan agar pemerintah menindak tegas dugaan pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat adat dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan. Mereka juga membawa spanduk dan poster bertuliskan “Tanah untuk Rakyat, Tutup TPL” serta “Peduli Rakyat, Tutup TPL” sebagai bentuk protes terhadap operasional PT TPL.
Melalui pernyataan sikapnya, massa mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk:
- Menyampaikan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kriminalisasi serta kerusakan lingkungan akibat aktivitas PT TPL.
- Hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak konflik dengan perusahaan.
- Menyurati pemerintah pusat agar segera mencabut izin operasional PT TPL.
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menutup secara permanen operasional perusahaan tersebut.
Tim investigasi dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Tano Batak, dan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menyampaikan hasil temuan bahwa PT TPL melakukan eksploitasi hutan lindung di kawasan Toba seluas 2.620 hektare, menjalankan operasi ilegal tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta merampas hutan dan tanah masyarakat adat.
Salah seorang peserta aksi dari Dewan Pimpinan Daerah Wadah Generasi Anak Bangsa (DPD LSM-WGAB) menyebut bahwa PT TPL diduga telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
“Banyak pelanggaran HAM yang dilakukan oleh PT TPL, mulai dari kekerasan oleh petugas keamanan terhadap masyarakat adat,” ujarnya.
Sebelum menuju Kantor Gubernur, massa terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Merdeka pada pukul 10.00 WIB. Mereka kemudian melakukan long march menuju lokasi aksi sambil membawa spanduk dan poster tuntutan.
Pihak kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi aksi dan melakukan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Pangeran Diponegoro. Hingga berita ini diturunkan, aksi damai masih berlangsung hingga sore hari.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment