
Reporter: Septi Rahmadhan Syahren
Suara USU, Medan. Program Studi Kimia Terapan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menggelar Kompetisi Kejuaraan Kimia (K3) 2025 tingkat SMA/SMK se-Sumatera Utara. Kompetisi yang berfokus pada penerapan ilmu kimia dalam konteks industri dan kehidupan sehari-hari ini bertujuan memperkenalkan pendidikan vokasi sekaligus menjaring bibit unggul sejak dini.
Harga Sinaga dari SMAS Maitreyawira Kisaran Medan berhasil meraih gelar Juara I dengan memperoleh Medali Emas setelah menyelesaikan kompetisi dalam waktu 90 menit. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih prestasi tersebut.
“Rasanya luar biasa, saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas, apalagi saya masih kelas XI. Tetapi memang saya sangat mencintai kimia. Mungkin itu alasan saya percaya diri mengerjakan soal-soal yang sulit tadi dalam waktu yang sangat singkat. Saya juga percaya bahwa kegiatan dan hal-hal yang ditampilkan di kompetisi ini memiliki penerapan yang sama dengan kehidupan nyata,” ujar Harga sambil memegang sertifikat.
Harga juga menyampaikan harapannya untuk dapat melanjutkan studi di Prodi Kimia Terapan Fakultas Vokasi USU agar dapat mendalami lebih jauh pengembangan alat dan teori analisis untuk berbagai industri.
Ketua Panitia K3 2025, Yohanes Giofani, menjelaskan bahwa peserta tahun ini mencapai 70 siswa yang berasal dari 12 sekolah di Sumatera Utara. Seleksi dilakukan melalui lembar jawaban dengan soal-soal kimia berbasis nasional.
“Acara ini berjalan dengan baik dan lancar, dengan kekondusifan siswa-siswi yang luar biasa. K3 kali ini benar-benar menghasilkan jejaring siswa yang memiliki pemahaman kuat terhadap kimia. Penilaian kami berbeda dari olimpiade akademik biasa. Kami menekankan pada soal yang menunjang aspek analisis praktis dan efisiensi,” jelas Yohanes.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat siswa terhadap bidang teknik dan analisis kimia sangat besar, sejalan dengan perkembangan kawasan industri di Sumatera Utara.
Wakil Dekan III FV USU, Drs. Gustanto, M.Hum., menyatakan bahwa kompetisi ini merupakan upaya proaktif USU dalam menjembatani kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dengan program ini kami melihat potensi besar pada seluruh siswa-siswi SMA/SMK yang memiliki dasar kimia kuat. K3 ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga bagaimana mereka mampu menganalisis kasus, misalnya identifikasi bahan berbahaya dengan mengetahui sifat-sifatnya. Harapannya, nantinya akan lahir generasi baru yang siap bekerja di berbagai industri, karena hampir semua industri memerlukan kimia,” tegas Drs. Gustanto.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Vokasi USU berharap K3 dapat menjadi wadah bagi siswa-siswi SMA/SMK untuk mengasah kemampuan ilmiah, menumbuhkan minat terhadap pendidikan vokasi, serta memperkuat peran sains terapan dalam pengembangan industri di Sumatera Utara.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment