SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Solusi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Anak Panti Asuhan dengan “CCB”

Oleh: Redaksi

Suara USU, MEDAN. Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU meningkatkan semangat belajar anak panti asuhan dengan CCB atau Calistung Challenge Book. Praktik Kerja Lapangan atau diingkat PKL merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ditujukan kepada masyarakat. Selain berdampak bagi masyarakat, PKL juga berdampak positif bagi mahasiswa, yaitu mahasiswa memiliki pengalaman baru dalam mengaplikasikan ilmunya, melatih kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, mampu mangasahkan dan mengembangkan skill social worker.

Saya Gaby Rolisa Teresia Tarigan (NIM 190902058) mahasiswi Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara melakukan kegiatan PKL-1 di salah satu panti asuhan di kota Medan, yaitu Panti Asuhan Mercy Clement Indonesia yang beralamatkan di Jl. Bunga Rinte, Gg. Kenanga Indah, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan. Saya melaksanakan PKL-1 terhitung dari tanggal 15 Maret – 30 Mei 2022 yang dibimbing oleh Supervisor Sekolah saya, yaitu ibu Malida Putri, S. Sos, M.Kesos.

Pada saat melakukan Praktik Lapangan Kerja (PKL) 1 di Panti Asuhan Mercy Clement tahap awal yang saya lakukan adalah melakukan perkenalan dengan anak-anak yang ada di panti tersebut. Kedatangan saya dan kelompok disambut hangat dan baik oleh Bapak Parlianus Daeli, yaitu bapak pemilik panti asuhan. Kami diarahkan untuk membimbing anak-anak yang duduk di Sekolah Dasar.

Kelompok kami terdiri dari tiga orang dan jumlah anak sebanyak 9, jadi masing-masing kami mendampingi 3 orang anak. Saya mendampingi anak-anak yang berusia 6-7 tahun, mereka duduk di kelas 1 dan 2 SD. Setelah melakukan perkenalan, mereka bercerita bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah hanya dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Mengetahui hal itu saya merasa bahwa kegiatan belajar mengajar 3 kali pertemuan dalam seminggu itu kurang cukup dan terkhusus fasilitas dan sarana belajar yang dimiliki anak panti bisa dikatakan adalah terbatas dibandingkan dengan anak non-panti.

Adapun kegiatan saya selama PKL-1 adalah menggambar dan mewarnai, bernyanyi, bermain, belajar (mengerjakan lembar aktivitas), membantu mengerjakan tugas sekolah, membuat kerajinan tangan dari origami, jalan sore, bernyanyi bersama, beribadah dan membuat chocolate balls. Tak hanya itu pula, saya juga menempelkan poster edukasi yang berjudul

 

“Tata Krama yang Harus Dibiasakan”, dimana saya mau mengajak adik-adik panti asuhan untuk menjaga sikap sehingga dapat menjadi pribadi yang semakin baik.

PKL-1 berfokus pada level intervensi mikro, yaitu individu atau grup kecil. Oleh karena itu saya berfokus pada individu dengan metode social casework. Richmond dalam Nee dan Roberts (1970, xiii) menyatakan social casework merupakan suatu seni melakukan kegiatan yang berbeda dengan dan untuk orang-orang yang berbeda melalui kerja sama dengan mereka untuk mencapai kehidupan pribadi dan sosial yang lebih baik.  Di antara ketiga anak yang saya dampingi, terdapat salah satu anak yang berbeda dari teman-temannya, sehingga saya menjadikan ia sebagai klien, anak tersebut bernama Pian. Pian saat ini berusia 7 tahun dan duduk di kelas 1 SD.

Setelah pertengahan pelaksanaan PKL, saya sudah bulat untuk menjadikan Pian sebagai klien saya. Adapun permasalahan yang dihadapi Pian adalah kurangnya motivasi dalam belajar atau mencoba hal baru, ia selalu mengatakan “ga bisa, kak”, kemudian ia kurang dalam matematika dan kurang dapat berkonsentrasi ketika belajar.

Walaupun begitu, Pian tetap mau berubah, setiap kali saya datang ia mengatakan “Ayo belajar, kak”. Dari keinginan klien untuk berubah, saya sebagai calon pekerja sosial harus membantu klien dalam meningkatkan minat dan semangat belajarnya. Saya menggunakan metode casework dengan tahapan intervensi secara umum atau general, berikut tahapan-tahapan yang saya lakukan dalam menyelesaikan permasalahan klien :

  1. Engagement, Intake, Contract (EIC)

Pada tahap ini saya memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan saya. Karena klien saya masih anak-anak tentu dalam hal ini saya mencoba menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Kemudian saya juga menjelaskan apa itu profesi pekerja sosial dengan menggunakan bahasa yang sederhana; penolong. Selain itu saya juga mengajak klien untuk berbincang-bincang agar saya juga dapat semakin memahami klien. Setelah itu saya menanyakan kesediaan klien dan membuat kesepakatan kontrak.

  1. Assessment

Tahap assessment merupakan proses untuk mengumpulkan data-data mengenai permasalahan klien. Pada tahap ini saya melakukan pengumpulan data dengan tools assessment : Roadmap, yang membahas mengenai keadaan saat ini, tujuan yang ingin dicapai, tahap pelaksanaan untuk mencapai tujuan, sasaran dari setiap tahap dan indikator pencapaian keberhasilan, saya juga melakukan wawancara serta memberikan tes latihan soal matematika dengan menyertakan dua anak yang saya dampingi juga. Dari beragam metode yang digunakan dalam pengumpulan data, saya menemukan masalah klien, seperti kurangnya motivasi belajar namun ketika ada saya dan kelompok, ia memiliki semangat belajar (bergantung), konsentrasi belajar cepat hilang, kurang mampu dalam pelajaran mampu. Ketika hasil tes latihan soal matematika sudah saya serahkan, tak kala ia diejek teman-temannya karena memperoleh nilai yang rendah. Klien saya tetap ceria dan menyatakan “Ayo, ajarin aku lagi kak”.

  1. Planning (Perencanaan)

Merupakan tahapan dalam merencanakan strategi atau metode untuk menyelesaikan permasalahan klien. Dalam merencanakan strategi, saya melakukannya dengan melibatkan partisipasi klien. Kemudian saya menemukan solusi dari permasalahan klien, yaitu “CCB atau Calistung Challenge Book”. Calistung merupakan pelajaran dalam ba(Ca), tu(Lis) dan hi(Tung). Saya membuat buku yang berisikan mengenai pelajaran calistung, agar tidak monoton saya menyertakan fakta-fakta yang menarik dan saya membuat tampilan tiap halaman dengan desain yang menarik berdasarkan kegemaran Pian.

  1. Intervensi

Tahap intervensi merupakan proses pelaksanaan strategi program yang sudah direncanakan sebelumnya. Melalui tahap perencanaan yang sudah dilaksanakan, dan Pian terlihat sangat antusias dengan rencana tersebut. Saya menyusun materi-materi yang diperlukan dalam buku tersebut. Buku sudah siap dan siap dibagikan kepada anak-anak Panti Asuhan Mercy Clement, terkhusus untuk klien saya, Pian. Ketika dibagikan mereka sangat senang, mereka langsung mengambil pensil, penghapus dan mengerjakannya. Pertama saya menjelaskan materinya dan memberikan contoh, setelah itu saya membiarkan mereka mengerjakannya dengan mandiri. Siap mengerjakan satu challenge calistung, segera mereka beri ke saya untuk diperiksa.

  1. Evaluasi

Tahap evaluasi merupakan kegiatan mengontrol dan menilai bagaimana progress dari program yang berlangsung. Pada tahap ini saya melakukan evaluasi terhadap program yang sudah terlaksana. Saya melihat bahwa Pian semakin rajin belajar, walau konsentrasinya masih mudah buyar, ia semakin memahami pengurangan, menulis kalimat tidak menggunakan huruf campur (huruf kapital dan huruf kecil), Pian juga menyatakan bahwa ia semakin bersemangat belajar dan mandiri dalam belajar. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan saya dalam meningkatkan semangat Pian dalam belajar sudah tercapai.

  1. Terminasi

Memasuki tahap terminasi artinya menghentikan atau pemutusan kontrak dengan klien. Oleh karena itu saya menghentikan proses pemberian pertolongan kepada klien. Hal ini didukung pula karena Pian yang sudah semakin bersemangat dalam belajar dan semakin memahami hitung-hitungan.

PKL-1 saya sudah berakhir, saya dan kelompok memberikan hadiah karena anak-anak Panti Asuhan Mercy Clement sudah bersedia dibimbing sewaktu PKL, khususnya untuk Pian yang sudah menunjukkan kemauannya untuk berubah. Bapak Parlianus Daeli selaku bapak pemilik panti juga berterimakasih atas kedatangan kami dalam kurang lebih dua bulan ke panti asuhan. Tetap semangat belajar adik-adik!

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Lebih Dekat dengan Budaya Karo, Dos Ni Roha PMM Inbond USU Kunjungi Sanggar Seni Nggara Simbelin

redaksi

UKM Futsal USU Adakan Rekrutmen Terbuka Khusus Putra

redaksi

SOLIDAS USU Adakan Aksi Sosial, Hangatnya Kepedulian Antar Sesama

redaksi