SUARA USU
Musik

Serana: Sequel Derana, Lagu Patah Hati Dengan Isu Mental Illness

Oleh: Tania A. Putri

Suara USU, Medan. For Revenge adalah sebuah kawanan modern rock dan band emo asal Bandung yang dibentuk tahun 2006. Sebagai sebuah band emo, lagu dengan tema-tema patah hati mendominasi penulisan setiap lirik yang ekspresif dan sarat akan pengakuan. Pilihan diksi yang indah mampu menyampaikan kesan yang jauh lebih dalam tentang hal bernama patah hati dalam perspektif yang berbeda.

Berulang kali rombak personel, For Revenge kembali menunjukkan eksistensi dengan single terbaru bertajuk Derana usai Boniex, sang vokalis, memutuskan kembali bergabung. Hal ini jelas mendatangkan pengaruh yang cukup besar dalam perjalanan karir bermusik band tersebut.

Dalam KBBI, Derana sendiri berarti tabah dalam menderita. Hal ini secara personal mengatakan bahwa tajuk ini merupakan pesan dari Boniex kepada personel lainnya untuk kembali berlari setelah nyaris berhenti melangkah karena kehilangan vokalis beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, single kedua bertajuk Serana yang tak lain adalah sequel dari Derana dirilis setelahnya. Serana berarti merana, dimana dengan judul tersebut For Revenge ingin menggambarkan kesedihan dan penyesalan atas kehilangan, kontras dengan makna pada single pertama yang sarat akan motivasi. Lirik lagu pada Serana juga cenderung dibuat lebih kelam dan pesimistis dengan aransemen berupa sentuhan orkestra sehingga terkesan lebih menyentuh. Single ini merupakan pelengkap dan tak terpisahkan dengan single Derana.

Di setiap masa yang telah kulewati

Menua bersama kisah tak terganti

Senja mulai membiru menunggu yang berlalu

Haru air mata menyela iringi rindunya

Jika kau merasa sepi

Kembalilah ke tempatku menanti

Sebelum waktu menuntut mati

Penggalan lirik tersebut seakan menggambarkan penyesalan atas sebuah keterlambatan, dimana setelah kepergian seseorang, kita mungkin baru menyadari betapa sosoknya sungguh berarti. Lintasan memori yang terus berputar menghadirkan belenggu rindu yang membuat kita semakin banyak berandai dan sulit mengambil langkah hidup berikutnya.

Beritahu aku cara melupakanmu

Seperti kau ajarkanku dewasa

Beritahu aku cara merelakanmu

Seperti kau ajarkanku bahagia

Bagian tersebut adalah bagian yang menurut saya paling menyentuh dan sarat akan keputusasaan. Kehilangan terus memaksa kita memutar kilas balik yang terjadi pada waktu sebelumnya, membuat kita enggan untuk sekedar lupa dengan rasa sakitnya.

Biarkan ‘ku menepi jika kau takkan kembali

Dan yakinkan ‘ku bahwa kau telah temukan yang kau cari

Izinkan ‘ku membenci pada sang pengganti

Dan yakinkan ‘ku bahwa kau telah temukan yang kau cari

Kenangan mungkin dapat menghancurkan, namun sebuah penyesalan tentu tidak akan merubah apapun. Satu-satunya yang bisa dilakukan ialah belajar untuk merelakan dan berdamai dengan keadaan.

Dalam video musiknya yang dibintangi oleh Shenina Cinnamon dan Tanta Ginting, For Revenge mengangkat tema tentang mental illness. Serana menggambarkan tentang jalinan sebuah hubungan yang harus terpisahkan karena isu gangguan mental, dimana sang puan yang tidak menyadari bahwa kekasihnya mengalami depresi hingga harus kehilangan dan berakhir dalam penyesalan.

Lewat lagu ini, For Revenge mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekitar dan tidak menganggap bahwa isu mental illness adalah isu sederhana yang dapat disepelekan.

Redaktur : Harsimren Kaur

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bangkitkan Semangat yang Sempat Hilang Lewat Lagu Berlalu

redaksi

Youngblood, Kisah Romansa Vampire yang Dikemas Dalam Sebuah Lagu

redaksi

Sudut Pandang ‘Seorang Wanita Gemuk’ dalam Lagu Fat, Funny, Friend

redaksi