SUARA USU
Kabar Kampus

Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Pada UMKM  Camp Burger Medan

Oleh: Farah Aliza Firda, Maulia Rahmah Triani, Meirizka Miiranda Nst, Yusuf Efendi Sinaga, Novi Yansha, Ade Aurora Yasmin

Suara USU, Medan. Saat ini Indonesia dalam situasi ekonomi yang sedang terpukul dikarenakan mewabahnya Covid-19 yang merebak hingga ke seluruh Dunia. Meskipun dalam kondisi yang seperti saat ini, UMKM di Indonesia dikatakan menjadi tulang punggung dan menjadi andalan dalam menggerakkan ekonomi domestik.

Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Seperti halnya UMKM Camp Burger yang terus berjualan di Komp. Bumi Asri blok C no.47 selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Untuk itu, tentu nya UMKM Camp Burger sudah menyiapkan dan memiliki sebuah strategi.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa UMKM Camp Burger merupakan UMKM yang bergerak di bidang makanan yaitu, menjual burger yang tersedia berbagai macam varian rasa. Strategi pengembangan UMKM untuk tetap bertahan dapat dilakukan dengan peningkatan daya saing dan pengembangan sumber daya manusianya agar memiliki nilai dan mampu bertahan menghadapi pasar. Untuk itu, UMKM Champ Burger sudah menyiapkan dan memiliki sebuah strategi. Strategi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup dari suatu perusahaan untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan yang efektif dan efisien. Saat ini pemerintahan juga telah melakukan upaya agar UMKM yang ada di seluruh Indonesia tetap bergerak dan terus tumbuh dengan memberikan bantuan-bantuan yang disalurkan ke berbagai kota-kota yang ada di Indonesia sebagai pengembangan modal dan penataan kembali bagi UMKM yang merosot akibat dampak wabah Covid-19.

Walaupun produk-produk UMKM Camp Burger saat ini sudah cukup banyak dan bervariasi, UMKM Camp Burger perlu untuk membuat suatu inovasi produk baru yang berpotensi laku di pasaran dan disukai oleh konsumen yaitu membuat packaging yang menarik dan berbeda dengan produk serupa lainnya , namun bisa dimanfaatkan konsumen untuk dijual Kembali, memberikan discount yang lebih menarik perhatian konsumen. Menurutnya, suatu usaha seharusnya tidak pernah berhenti untuk membuat suatu inovasi yang baru agar membuat konsumen tidak bosan atau monoton.

Pemilik Camp Burger, Frinzy Firda Nandika Rizky Zaphira yang berumur 23 tahun menjelaskan bahwa dirinya membuka UMKM ini didasarkan oleh testimoni dari tetangga dan juga keluarganya bahwa burger yang dibuat olehnya memiliki rasa yang enak. Dari situlah Frinzy memutuskan untuk membuka UMKM Camp Burger. Strategi pemasaran yang digunakan oleh Frinzy sendiri yaitu dengan mempertahankan cita rasa dan juga meningkatkan kualitas bahan dari burger yang dijual, termasuk dari segi kehalalan dari bahan dasar burger tersebut. Tak hanya itu, Frinzy pun menjelaskan bahwa strategi word of mouth yang dilakukan olehnya sendiri dan juga konsumennya dapat meningkatkan penjualan burgernya.

(Mahasiswa FISIP USU Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Dosen Mahasiswa FISIP USU Bapak Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah Strategi dan Kebijakan Pemasaran)

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Aliansi Mahasiswa Cinta USU Adakan Aksi Protes Kenaikan UKT Mahasiswa Angkatan 2022

redaksi

BLS FH USU Sukses Laksanakan RUPO 2024 Bertemakan “Time to Fostering Integrity, Creativity and Solidarity”

redaksi

GMKI FISIP Buka Pendaftaran Anggota Baru

redaksi