Home Entertaiment Tekwan, Olahan Ikan Palembang Hasil Akulturasi Budaya Tionghoa
EntertaimentKuliner

Tekwan, Olahan Ikan Palembang Hasil Akulturasi Budaya Tionghoa

Share

Oleh: Mayla Faiza Janayu

Suara USU, Medan. Tekwan merupakan salah satu kuliner khas Palembang yang terbuat dari adonan ikan dan disajikan dengan kuah kaldu udang. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan kuah yang hangat dan kaya aroma. Berbeda dari bakso yang umumnya berbentuk bulat dan padat, tekwan memiliki bentuk kecil dan tidak beraturan. Keberadaan tekwan di Palembang juga tidak terlepas dari proses akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya lokal.

Tekwan memiliki tekstur kenyal dan lembut dengan cita rasa gurih dari adonan ikan serta kuah kaldu udang. Jamur kuping dan bengkuang memberikan sensasi renyah, sedangkan soun membuat sajian terasa lebih lengkap. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa dan tekstur yang menjadi ciri khas tekwan.

Tekwan diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa yang bermigrasi ke Palembang. Seiring waktu, masyarakat setempat mengadaptasi olahan tersebut dengan bahan dan cita rasa yang sesuai dengan selera lokal. Proses tersebut kemudian membentuk tekwan yang dikenal sebagai salah satu makanan khas Palembang.

Nama tekwan memiliki beberapa versi asal-usul. Dalam bahasa Hokkien, tekwan disebut berasal dari kata tek yang berarti membuat dan wan yang berarti bulatan. Sementara itu, dalam masyarakat Palembang, tekwan kerap dikaitkan dengan ungkapan “berkotek samo kawan” yang berarti duduk mengobrol bersama teman. Perbedaan pemaknaan tersebut turut memperlihatkan pertemuan budaya yang melekat pada makanan ini.

Dalam kehidupan masyarakat Palembang, tekwan kerap disajikan ketika berkumpul bersama keluarga, teman, atau kerabat. Cita rasanya yang gurih dan kuahnya yang hangat membuat makanan ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Tekwan juga kerap disajikan dalam acara pernikahan sebagai salah satu makanan tradisional khas Palembang.

Bahan utama tekwan terdiri atas ikan, tepung tapioka, air, garam, dan bumbu lainnya. Ikan tenggiri menjadi salah satu jenis ikan yang umum digunakan karena memiliki daging yang lembut dan cita rasa gurih. Daging ikan yang telah dibersihkan dan dihaluskan kemudian dicampur dengan tepung tapioka, air, garam, serta bumbu hingga menjadi adonan. Adonan tersebut dibentuk menjadi potongan-potongan kecil dengan bentuk tidak beraturan, lalu direbus hingga matang dan mengapung.

Kuah kaldu udang menjadi salah satu ciri khas tekwan. Udang direbus untuk menghasilkan kaldu yang kemudian dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, lada, garam, dan bumbu lainnya. Setelah mendidih, tekwan yang telah direbus dimasukkan ke dalam kuah agar cita rasanya semakin menyatu.

Penyajian tekwan biasanya dilengkapi jamur kuping, bengkuang, daun bawang, seledri, dan soun. Bawang goreng dan sambal juga dapat ditambahkan sesuai selera. Berbagai pelengkap tersebut memberikan perpaduan rasa dan tekstur yang semakin memperkaya sajian tekwan.

Sebagai kuliner hasil pertemuan budaya, tekwan menunjukkan bagaimana makanan dapat berkembang melalui proses adaptasi di tengah masyarakat. Perpaduan pengaruh Tionghoa dengan cita rasa lokal menjadikan tekwan tidak hanya sebagai makanan khas Palembang, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.