SUARA USU
Sastra

“Tentang Jejakmu di Bawah Hujan”

puisi

Oleh: Wardah Mujahidah Nasution

 

Sendu perlahan terlihat

Menciptakan awan gelap

Menjadikan hujan yang rintik-rintik turunnya

Membasuh hati yang kian terluka

 

Di kota itu, di tempat itu, aku masih berdiri

Di bawah derasnya hujan, aku masih mencari

Perihal jejakmu yang masih samar-samar

 

Ke mana akan kubawa langkah ini?

Ke mana dirimu akan kucari?

Tanganku tak sampai menggapai

Kakiku tak sanggup lagi berlari

Tak tahukah dirimu? Aku kelelahan

Pikiranku, hatiku, berkecamuk tiada henti

 

Lelah beradu bimbang

Logika memaksa berhenti

Tetapi hati, tak bisa dibohongi

Tentangmu, yang masih bersemayam di hati ini

Kau pergi membawa bayang-bayangmu

Dan yang tertinggal, hanyalah jejakmu di bawah hujan ini

Related posts

Puisi: Baru Kemarin

redaksi

Yang Harus Dilindungi (Bagian 1)

suarausu

Cerpen: Lili dan Lala

redaksi