SUARA USU
Opini

The Good Side of Brokenheart           

Oleh: Ifthikori Lintang Prameswari

Suara USU, Medan. Hidup selalu menghadirkan kejutan di setiap perjalanannya. Berbagai kejadian yang kita hadapi dalam menjalankan keseharian sebagai makhluk hidup di dunia ini. Meski tak selalu indah, juga hidup tentunya mengadirkan berbagai pengalaman pahit dalam perjalanannya. Secara naluri kita akan selalu menghindari kejadian-kejadian pahit tersebut. Kegagalan, kekecewaan, putus cinta, dan kegundahan lainnya adalah perasaan yang kita musuhi. Selama ini kita bepikir bahwa patah hati adalah hal yang negatif dan harus segera diselesaikan. Namun pada kenyataannya patah hati tidak hanya menawarkan kepedihan perasaan dan airmata, melainkan manfaat untuk kita.Kehausan untuk terus tumbuh dan berkembang menjadikan patah hati sebagai bekal untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Siapa sangka bahwa dibalik hati yang merana, manfaat untuk kita kedepannya? Perasaan sedih yang kita rasakan merupakan cara kita mengkomunikasikan rasa yang kita terima. Memang tidak mudah melewati perasaan patah hati, terlebih saat kehilangan orang terdekat, hal diperjuangkan gagal, atau bahkan mengecewakan diri sendiri. Namun, jika perasaan pedih itu kita kelola dengan baik bukan tidak mungkin untuk manfaat. Lalu apa sajakah manfaat dari patah hati?

Lebih realistis

Jatuh cinta adalah perasaan yang membutakan manusia. Membuat hal yang tak mungkin menjadi sangat mungkin dilakukan. Tenggelam dalam perasaan ini membuat kita berbunga-bunga yang akhirnya dicapai dengan akal sehat kita. Namun nyatanya cinta tak selalu membawa kebahagiaan, ada rasa pahit, dan sisi gelap dari cinta yang tak terpikirkan ketika perasaan tersebut hati. Perasaan yang akhirnya disadari ketika dua keputusan memutuskan untuk berpisah. Galau akibat putus cinta bisa sangat membuat kita terpuruk. Namun jika dikelola dengan baik, perasaan tersebut mampu membuat kita menyadari bahwa kita harus lebih realistis dalam memilih pasangan dan menjalani sebuah hubungan.Karena cinta bukan hanya pelangi dan strawberry, tapi juga hujan dan robekan.

Tidak hanya tentang percintaan. Perasaan pedih dari kegagalan mencapai target dalam hidup juga bisa membuat kita menjadi realistis. Pada awal tahun biasanya kita akan membuat resolusi tertentu untuk menjalani sepanjang tahun. Namun dari begitu banyak daftar keinginan pasti ada hal yang tidak tercapai. Lalu sedih menguasai perasaan kita. Dari kegagalan tersebut kita dapat lebih bijak dalam menentukan target hidup yang akan kita capai.

Mendapat pembelajaran hidup

Sebelum patah hati, kita akan selalu berpikir bahwa hidup akan baik-baik saja. Semua hal akan berjalan sesuai rencana. Bahkan takdir seolah mempertemukan kita pada hal-hal yang membahagiakan. Kita berpikir bahwa semua target akan tercapai, percintaan akan selalu indah. Namun ketika patah hati melanda, justru kita belajar dari kegagalan dan melanjutkan hidup. Perasaan tersebut membuat kita berpikir sendiri dan gagal. Hal tersebut tentunya membuat kita akhirnya belajar dari persaan pedih itu, pelajaran yang hanya kita yang punya. Karena setiap orang punya caranya sendiri memandang dan menyelesaikan masalah. Jadi, apa pelajaran yang kamu dapat dari patah hati yang terakhirmu?

Mengenal diri sendiri

Hidup bisa saja sangat kejam pada kita. Perasaan patah hati bisa saja disebabkan oleh berbagai hal. Kejadian pahit yang datang bertubi-tubi membuat kita merasa tak berdaya. Dalam perasaan ketidakberdayaan tersebut, sebenarnya adalah kesempatan terbaik dalam refleksi diri. Mengulas kembali berbagai kejadian pahit. Mencari penyebab dari hal tersebut dan bekal dalam menjalani masalah lain dikemudian hari. Mencari kelemahan dan kelebihan dari diri sendiri. Menjadikan kelebihan diri sebagai kekuatan dalam menjalani masalah dan kelemahan yang disadari akan sangat mudah untuk kita memperbaikinya.Hal-hal tersebut akan membuat kita menjadi lebih mengenal siapa diri kita, bagaimana reaksi kita terhadap masalah, dan bagaimana cara kita menyelesaikannya.

Pada kenyataan tak semua perasaan pahit harus segera dihapus. Ada beberapa perasaan yang harus dibiarkan sakit, agar kita mengingat pelajaran berharga dari permasalahan tersebut. Menikmati setiap rasa sakit tersebut untuk mendewasakan diri. Dan patah hati hal yang harus dihindari, karena perasaan tersebutlah yang membuat siapa kita hari ini. Jika tak pernah patah hati mungkin kita perlu belajar hari ini. “setiap kali bisa menghancurkan, sebuah pintu merebut kembali dunia yang penuh dengan awal baru, peluang baru,” – patty roberts

Jadi apa patah hati terbesar mu?

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mau Healing Tanpa Buat Dompet Kering? Yuk Reading Book

redaksi

Esensi Implementasi Sila V Pancasila, Kondisi Kebebasan Berpendapat Mahasiswa Masih Dibungkam?

redaksi

Usulan Sawit Jadi Tanaman Hutan, Solusi atau Bencana?

redaksi