
Reporter: Alya Nayla Sahirah S.
Suara USU, Medan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam ajang 11th Tirak Taekwondo International Tournament 2025 yang digelar di Fashion Island, Bangkok, Thailand, sembilan atlet USU berhasil membawa pulang 24 medali yang terdiri atas 8 emas, 9 perak, dan 7 perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung selama enam hari, mulai 17 hingga 22 Juli 2025, ini diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai negara dan menjadi salah satu ajang prestisius yang diselenggarakan oleh Tirak Taekwondo dengan dukungan langsung dari keluarga kerajaan Thailand.
Medali yang diraih UKM Taekwondo USU tersebar dalam empat kategori, yaitu:
• Kyorugi: 2 emas, 3 perak, 5 perunggu
• Speed Kick: 3 emas, 3 perak
• Speed Punch: 3 emas, 3 perak
• Poomsae: 2 perunggu
Pencapaian ini menjadi bukti konsistensi UKM Taekwondo USU dalam mempertahankan performa di ajang internasional. Sebelumnya, mereka juga pernah berkompetisi di ajang internasional Gewinn, Malaysia. Tahun ini, turnamen Tirak menjadi titik prestasi selanjutnya.
Raissa Syahda Adna Syami, salah satu peraih medali emas dan perunggu, menjelaskan bahwa proses seleksi atlet dilakukan secara ketat oleh pelatih. “Setiap latihan ada absensi, dan keaktifan serta kedisiplinan jadi dasar utama dalam menentukan siapa yang layak menjadi delegasi,” ujarnya.
Sistem pertandingan dalam kejuaraan ini mengacu pada standar internasional World Taekwondo (WT) dan International Taekwondo Federation (ITF), dengan format eliminasi tunggal dan best of three round untuk kategori Kyorugi. Pembagian kelas juga mengikuti tingkatan sabuk dan berat badan, bukan hanya berdasarkan kategori festival seperti di Indonesia.
“Penimbangan berat badan sangat ketat. Di Tirak, kelas dibagi berdasarkan sabuk, bukan hanya sekadar festival atau prestasi,” tambah Raissa.
Meski berhasil membawa pulang banyak medali, para atlet menghadapi tantangan besar, khususnya dari sisi mental. A. Harpindo Ginting, atlet peraih medali perak dan perunggu, mengaku sempat merasa tertekan saat menghadapi lawan dari negara-negara dengan tradisi Taekwondo yang kuat. “Kami sempat grogi karena ini turnamen internasional, dan lawan-lawan kami punya jam terbang tinggi. Tapi kami tetap berusaha maksimal,” ungkapnya.
UKM Taekwondo USU menargetkan untuk tampil di kejuaraan regional pada bulan September mendatang dengan kekuatan penuh. Mereka optimistis bisa membawa pulang gelar Juara Umum. “Target kami Juara 1 Umum di bulan 9 nanti. Semoga kami bisa turun full team,” harap Raissa.
Menutup wawancara, Raissa dan Harpindo berpesan kepada mahasiswa USU yang ingin berprestasi di tingkat internasional agar terus menjaga disiplin dan niat yang kuat. “Tetapkan tujuan sejak awal. Kalau ingin ke level internasional, latihannya juga harus serius,” ujar Raissa.
“Mulailah dari dasar, ikuti turnamen regional untuk menambah pengalaman, jangan tinggi hati, tetap rendah hati, jangan lupakan ibadah, dan jangan tinggalkan doa restu orang tua,” tambah Harpindo.
Dengan semangat dan latihan yang konsisten, UKM Taekwondo USU terus membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di panggung dunia dan mengharumkan nama universitas serta bangsa.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment