Home Kabar Kampus USU Terima Program Bantuan Pengembangan Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek 2025
Kabar Kampus

USU Terima Program Bantuan Pengembangan Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek 2025

Share
Ilustrasi: Direkrorat Pengembangan Pendidikan

Reporter: Chairani

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) menerima Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.

Program ini diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kampus Berdampak, di mana pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada dosen (teacher-centered), melainkan menekankan pembelajaran aktif, kontekstual dan berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

Manajer Direktorat Pengembangan Pendidikan Universitas Sumatera Utara, Mahatir Muhammad, menjelaskan bahwa adanya program ini guna memperkuat komitmen USU dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang kontekstual, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. “USU berkomitmen untuk mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program ini memberi peluang untuk merevitalisasi pembelajaran MKWK agar lebih bermakna bagi mahasiswa lintas disiplin,” ujar Mahatir Muhammad.

Model yang dikembangkan mengusung pendekatan Project-Based Learning (PBL), dimana mahasiswa akan mengerjakan proyek nyata yang berkaitan langsung dengan isu-isu kebangsaan, kewarganegaraan, Pancasila, dan keindonesiaan. Dalam prosesnya, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.

Pendekatan ini mengintegrasikan kerja kelompok lintas disiplin yang memungkinkan mahasiswa dari berbagai program studi untuk saling berbagi perspektif. Kolaborasi dengan mitra eksternal, seperti lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal, juga menjadi bagian penting agar proyek yang dikerjakan memiliki relevansi sosial dan dampak nyata. 

Pengembangan model ini dilakukan oleh tim dosen dari berbagai fakultas di lingkungan USU yang memiliki pengalaman dalam pengajaran MKWK, pengembangan kurikulum, dan inovasi pedagogis. Adapun target utama yang disasar USU adalah menciptakan ekosistem pembelajaran MKWK yang transformatif, berdampak, dan berkelanjutan.  “Kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu strategi utama dalam perumusan dan implementasi model pembelajaran ini, guna memastikan keterwakilan perspektif yang beragam,” ujar Mahatir. 

Adapun beberapa indikator keberhasilan program pengembangan ini antara lain:

1. Tersusunnya dokumen model pembelajaran MKWK berbasis proyek yang sistematis dan teruji,

2. Terlaksananya uji coba (pilot implementation) model pembelajaran pada skala terabtas dengan hasil evaluasi positif;

3. Meningkatnya keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam pembelajaran kontekstual yang berdampak pada peningkatan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai kebangsaan;

4. Keterlibatan dosen dan mitra eksternal dalam pelaksanaan proyek secara kolaboratif; serta

5. Dokumentasi praktik baik (best practices) yang dapat disebarluaskan dan direplikasi di lingkungan perguruan tinggi lainnya.

Mahatir selaku Manajer Direktorat Pengembangan Pendidikan berharap program ini dapat memberikan kontribusi strategis dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus menjadi model pembelajaran inovatif yang dapat direplikasi secara nasional. “Bagi institusi, program ini memperkuat peran USU sebagai kampus yang berdampak. Bagi dosen, khususnya pengampu MKWK, program ini menjadi wahana pengembangan kompetensi pedagogi dan kolaborasi lintas bidang. Sementara itu, bagi mahasiswa, kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mengembangkan sensitivitas sosial, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap keberagaman dan kehidupan berbangsa secara lebih nyata dan terinternalisasi,” pungkas Mahatir Muhammad.

Redaktur: Vimelia Hutapea

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.