Oleh: Ilma Anzali Hasni
Suara USU, Medan. Di era digital saat ini, banyak hal yang memengaruhi keinginan seseorang, mulai dari selera makanan, musik, fashion, hingga gaya hidup. Tingginya konsumsi publik terhadap konten di media sosial turut menumbuhkan keinginan untuk mencapai sesuatu yang sedang tren. Berbagai cuplikan dan potongan foto yang tersebar luas membuat banyak orang ingin merasakan atau memiliki hal yang sama seperti yang mereka lihat. Hal ini mendorong remaja, khususnya generasi Z, untuk menjadikan keinginan tersebut sebagai resolusi pribadi melalui pembuatan vision board.
Vision board merupakan media visual yang menggambarkan masa depan yang ingin dicapai. Media ini berisi potongan gambar, kata-kata, serta simbol yang merepresentasikan impian, tujuan, dan rencana hidup di masa depan. Vision board berfungsi sebagai pengingat, sumber motivasi, sekaligus peta jalan agar individu tetap fokus pada resolusi yang telah ditetapkan.
Tren penggunaan vision board banyak diminati oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja karena dinilai mampu meningkatkan fokus terhadap pencapaian yang positif serta menumbuhkan motivasi diri. Menampilkan target secara visual dapat membantu individu menyadari arah hidupnya dari berbagai aspek, seperti pendidikan, ekonomi, karier, hingga kesehatan mental.Secara umum, vision board terbagi menjadi dua jenis, yaitu vision board fisik dan vision board digital. Vision board fisik biasanya dibuat secara manual menggunakan papan, kertas, atau majalah bekas. Sementara itu, vision board digital dibuat dengan bantuan teknologi dan tersedia dalam berbagai template pada platform media sosial seperti Pinterest dan Canva.
Langkah-langkah dalam membuat vision board pribadi dimulai dengan menentukan tujuan hidup sesuai bidang yang ingin dikembangkan di masa depan. Setelah itu, tentukan jenis vision board yang akan digunakan, baik fisik maupun digital. Selanjutnya, kumpulkan gambar-gambar yang relevan dengan tujuan serta tambahkan kalimat motivasi atau afirmasi positif. Susunlah seluruh elemen tersebut secara kreatif dan menarik. Vision board fisik dapat diletakkan di tempat yang mudah terlihat, seperti di samping cermin atau papan khusus, sedangkan vision board digital dapat dijadikan sebagai wallpaper pada ponsel atau laptop.
Setelah memiliki vision board, penting untuk melakukan evaluasi diri secara berkala guna menilai apakah tujuan yang ditetapkan masih relevan, sedang diusahakan, atau telah berhasil dicapai. Ketika menghadapi kesulitan, individu perlu mencari kembali motivasi positif agar tetap konsisten. Vision board akan menjadi lebih efektif apabila disertai dengan tindakan nyata setiap hari, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pajangan visual semata.
Redaktur: Vimelia Hutapea
Leave a comment