SUARA USU
Kabar Kampus

Webinar Departemen Sosiologi Bahas Society 5.0 dan Perubahan Sistem Pendidikan Tinggi dari Revolusi Industri 4.0 ke Society 5.0

Oleh: Siti Fatimah

Departmen Sosiologi USU kembali mengadakan webinar seri ke-5 nya pada Selasa lalu (22/06). Kali ini acaranya bertemakan tentang “Society 5.0 dan Perubahan sistem pendidikan tinggi. Webinar ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Dr. Harmona Daulay, M.Si para dosen, mahasiswa/I, para alumni dan staff kantor USU serta dari berbagai kampus dan wilayah lainnya. Materi dibawakan oleh Dr. J. Haryatmoko, S.J yang mana beliau merupakan seorang akademisi dan juga dan pengisi kerohanian.

Webinar ini salah satu tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada para dosen dan mahasiswa terkait dengan sistem pendidikan yang saat ini mengalami perubahan besar yang kali ini penyebabnya dapat dilihat dari perubahan revolusi industry 4.0 ke society 5.0.

Banyak topik yang dibahas baik itu dari dampak, fokus, tujuan, kemampuan, dan juga tantangan dari revolusi society 5.0. Dampak dari revolusi society yaitu memberikan dampak optimis dan memberikan kemudahan akses kepada anak muda yang kreatif. Sebab revolusi society 5.0 ini lebih ke perubahan kualitatif juga mengintegrasikan ke lingkungan. Sedangkan dalam revolusi industri 4.0 lebih memanfaatkan lingkungan, dalam revolusi industry 4.0 juga masih memiliki campur tangan manusia, tetapi society 5.0 hampir sudah tidak ada campur tangan manusia.

Salah satu cara mengatasi dampak hadirnya revolusi society 5.0 adalah diharapkan bahwa inovasi adalah kolaborasi, mendorong untuk melakukan sesuatu yang baru, berdialog cerdas, mendeteksi, memonitor serta kolaborasi yang diperlukan antara dosen dengan mahasiswa dengan baik. Terakhir, diharapkan agar dosen, mahasiswa dan siswa selalu mau belajar pada hal-hal dan inovasi baru.

Titik fokus antara ruang dan ruang fisik di dalam revolusi society 5.0 bertujuan untuk menyejahterakan masyarakatnya, meningkatkan layanan publik secara memperluas dan menambah nilai baru agar mahasiswa dan siswa semakin giat belajar. Konsekuensinya pada dunia pendidikan dengan level 5.0 serta mengarahkan bagaimana kemampuan mahasiswa dan siswa menganalisis kritis.

Kemampuan yang di tuntut dalam revolusi society 5.0 ialah pemikiran analisis kritis dengan membangun argumen dan problem solving, informasi dan penemuan, Interpretasi dan analisis, komunikasi dialog cerdas yaitu komunikasi dengan media digital seperti terlibat aktif diskusi dan bangun jaringan, kemampuan kolaborasi (kerjasama), keluwesan dan resuliensi, kepemimpinan dan inisiatif, serta kreativitas/inovasi (mendesain dan mempertajam gagasan), terbuka dan berani eksplorasi, bekerja kreatif dengan yang lain.

Tantangan pendidikan bagi masyarakat 5.0 ialah, dari sistem pendidikan yang fokusnya teknologi untuk memanfaatkan teknologi yang terintegrasi dalam lingkungan, keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan resolusi masalah-masalah sosial. Sehingga pusatnya adalah kesejahteraan manusia dan juga orientasi meningkatkan kualitas habitat melalui analisis berdasar pada artificial intelligence, blockchain, dan big data.

Redaktur: Yulia Putri Hadi

Related posts

IMIKS USU Adakan Webinar “Mengenal Kesejahteraan Sosial dan Strategi Jitu dalam Menghadapi Peluang dan Tatanan Dunia Kerja di Era Industri 4.0”

redaksi

Balai Bahasa Sumatera Utara Gelar Wicara dan Penyerahan Penghargaan Media Massa Peduli Bahasa 2020

redaksi

Sempat Jadi Perbincangan Hangat, HIPMI PT USU dan Mahasiswa FEB Utarakan Pandangan tentang Intercoffee USU

redaksi