Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

World Soil Day, Mahasiswa Ilmu Tanah USU Gelar Webinar dan Pengabdian Masyarakat

SUARA USU, Medan. Pada setiap 5 Desember di seluruh dunia diperingati sebagai Hari Tanah Sedunia (World Soil Day) dan perayaan ini sudah disepakati oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Gerakan serupa juga dihimbau oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Pada tahun ini FAO mengangkat tema “Keep Soil Alive, Protect Soil Biodeversity”.

FAO mengajak seluruh kalangan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan terutama pada tanah, dan menyadarkan bahwa dibawah tanah yang kita pijaki sekarang ada kehidupan juga yang kita tidak sadariterhubung langsung dengan hidup kita.

Di dalam momen Hari Tanah Sedunia ini, kita semua disadarkan untuk menjaga keanekagaman makhluk hidup yang ada di dalam tanah, agar kesuburan tanah tetap terjaga dan dampaknya kemajuan produksi pangan global.

Bertepatan juga pada tanggal 5 Desember 2020, Prodi Agroteknologi Jurusan Ilmu Tanah Universitas Sumatera Utara bersama dengan Himpunan Ilmu Tanah Indonesia Komda Sumatera Utara mengadakan webinar dan pengabdian masyarakat sebagai peringatan perayaan hari tanah. Dengan tujuan mengajak masyarakat umum agar semakin peduli kepada lingkungan terutama tanah kita, karena pada dasarnya seluruh kehidupan berawal dari tanah.

Dan masih di semarak Hari Tanah Prodi Agroteknologi Jurusan Ilmu Tanah dengan HITI Komda Sumatera Utara mengundang pembicara yang sangat kompeten dalam bidang ilmu tanah, yang menyajikan materi untuk membuka pikiran pendengar akan pentingnya tanah.

Pada peringatan kali diberi nama acara World Soil Day by Universitas Sumatera Utara, dan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama melaksakan webinar.

Pemateri yang tampil pada Webinar World Soil Day by Universitas Sumatera Utara ada empat antara lain Dr. Yiyi Sulaeman, SP. M.Sc. yang merupakan Kepala Balai Pertanian Lahan Rawa.

Beliau menjelaskan bagaimana pengelolaan lahan rawa yang tepat agar tidak terjadi efek samping yang merusak lingkungan dalam pemanfaatan lahan rawa. Dan juga menjelaskan bagaimana pentingnya biota tanah dalam pengelolaan lahan rawa.

Pemateri kedua datang dari Himpunan Ilmu Tanah Indonesia pusat yaitu Prof. Dr. Ir. Budi Mulyanto MSc yaitu ketua umum HITI. Disini beliau banyak menjelaskan keterkaitan spiritual tanah dengan manusia, dan banyak menyadarkan kenapa kita harus menjaga tanah dan juga peran tanah dalam SDGS yang sedang banyak digalakkan pada saat ini.

Pembicara ketiga yaitu Dr. Susilawati Kasim yang merupakan Senior Lecture Universiti Putra Malaysia. Pada kali ini beliau banyak menjelaskan tentang penelitian terbaru mengenai biostimulant sebagai pendekatan strateris di bidang pertanian.

Tentunya, penelitian seperti ini sangat diperlukan pada sekarang, apalagi penggunaan agen hayati ke dalam tanah dapat mengurangi resiko kerusakan tanah.

Dan yang terakhir, adalah pembicara yang dulunya sempat menimba ilmu di Fakultas Pertanain Universitas Sumatera Utara dan sekarang sudah melebarkan karirnya di kaca internasional yaitu Prof. Dr. Budiman Minasny yang sekarang merupakan Professor Sydney University.

Beliau disini banyak membagikan pengalamannya tentang mahasiswa di Indonesia dengan di luar negeri. Dan beliau dalam materinya juga banyak membahas hal-hal terbaru yang sedang hangat di Indonesia seperti Pembukaan Food Estate, perkebunan kelapa sawit dan petani kecil yang berkesinambungan.

Beliau juga menjelaskan bahwa pelajar ilmu tanah bukan sekedar belajar apa tanah itu tapi juga belajar bagaimana proses yang ada di dalam tanah tersebut. Dan di zaman sekarang peran ilmu tanah di dunia sudahlah cukup kompleks mulai dari poduksi biomassa, penyimpanan dan penyaringan air, pentimanan dan transformasi hara, sumber cadangan karbon. Sumber keanekaragaman hayati, penyangga struktur fisik, sumber bahan mentah dan juga sosial ekonomi.

Dan pada hari kedua, dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat di salah satu kelompok tani yang ada di Medan Johor yaitu Kelompok Tani Madani. Dalam kesempatan kali ini kami melakukan penghijauan di daerah sekitar DAS Babura di Medan Johor dan pelatihan pembuatan vermikompos.

Mengingat keadaan perkotaan medan yang sudah gersang dan di daerah aliran sungai sudah sedikit tanaman penahan tanah dan peyimpan air, maka panitiamelaksankan penanaman pohon di sekita DAS Baburadengan kelompok tani sekitar dengan harapan, pohon yang ditanam dapat menjadi penguat tanah dan juga dapat melestarikan lingkungan sekitar Medan Johor.

Kegiatan selanjunya adalah pelatihan pembuatan vermikompos yang bahan bakunya dari sampah–sampah rumah tangga. Mengingat kawasan Medan Johor merupakan kawasan komplek perumahan sehingga sangat cocok bila sampahsampah rumah tangga tidak hanya sekedar dibuang melainkan diolah menjadi lebih ekonomis yaitu dengan kegiatan vermikompos.

Dengan alat dan bahan yang cukup mudah di dapatkan seperti ember, sampah rumah tangga, kotoran sapi, ampas tahu dan cacing tanah yang dicampurkan dalam satu wadah, akan menghasilkan suatu produk kompos yang bisa digunakan oleh kelompok tani itu sendiri maupun dijual kembali.

World Soil Day by Universitas Sumatera Utara dilaksakan. Berkat kerjasama dari segala pihat akhirnya kegiatan ini sukses di lakukan. Dan harapannya semoga memberikan manfaat bagi orang – orang yang berperan di dalamnya dan dapat bertemu lagi di semarak Hari Tanah Sedunia tahun berikutnya. Dan semoga dengan adanya peringatan ini kita sebagai manusia semakin peduli dengan lingkungan terutama tanah kita. Karena kita hidup di dunia secara berdampingan mari kita jaga tanah agar tanah senantiasa menjaga kita.

Penyunting: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Lima Hal Pokok dalam Pemaparan Proposal Penelitian 2021 Wajib Disampaikan dalam Kegiatan Bimtek Kali Ini

redaksi

Pemilik Kos: Tak Ada Diskon Uang Kos Selama Pandemi!

redaksi

Menjadi Generasi Qur’ani Bersama LPTQ USU

redaksi