Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Entertaiment

7 Rekomendasi Film Yang Akan Menemani Kalian Selama #dirumahaja

Penulis : Karolina

Suara USU, Medan. Hai insan kampus!! Aku mau memberikan informasi seputar rekomendasi film apa aja yang seru banget untuk ditonton. Pandemi seperti yang terjadi saat ini, nonton mungkin bisa menjadi salah satu pilihan tepat untuk menemani waktu kalian selama #dirumahaja. Terkadang kita bingung untuk nonton film dengan genre yang beragam. Dari beberapa genre seperti trailer fiksi dan kisah nyata, di sini aku akan merekomendasikan 7 film yang pasti bakalan buat kalian gak cukup buat nonton hanya sekali. Berikut 7 rekomendasi film yang boleh kalian list untuk segera ditonton!

1. Fantastic Beasts and Where to Find Them

Fantastic Beasts and Where to Find Them  ini sendiri adalah film fantasi Inggris tahun 2016 yang disutradarai oleh David Yates dan didistribusikan oleh Warner Bros. Pictures. Film ini, yang diproduseri dan ditulis oleh J. K. Rowling, merupakan bagian dari seri film Harry Potter yang terinspirasi dari bukunya yang berjudul sama.

Spin-off Harry Potter ini berhasil menyuguhkan petualangan yang magical, seru, dan jauh melebihi ekspektasi. Bahkan, rasanya tak berlebihan kalau dikatakan, franchise Fantastic Beasts akan melebihi Harry Potter. Wow!

Kalian pasti penasaran, benarkan? Tunggu apa lagi, yuk langsung aja tonton dari handphone dengan segala aplikasi yang tersedia, dijamin seru!

2. Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald

Pada sequel kali ini, fokus cerita akan sedikit terbagi antara Grindelwald-Dumbledore, Newt-Leta-Theseus. The Crimes of Grindelwald bisa dikatakan sebagai jembatan cerita antara film pertama dan film ketiga nantinya.

Film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwaldini juga nggak kalah seru dari film pertamanya. Nah, film ini adalah kelanjutan dari film sebelumnya yang berlatar belakangkan sihir. Film ini juga sangat menakjubkan karena masih menceritakan tentang petualangan Newt yang masih suka memelihara hewan-hewan yang luar biasa di luar dugaan dan imajinasi kita. Dan ini sangat seru banget apalagi untuk para penyuka film fiksi bergenre sihir ini.

3. The Captain 2019

The Captain merupakan film China yang diadaptasi dari kisah nyata yakni kecelakaan pesawat Sichuan Airlines Flight 8633 pada 2018. Film ini menggambarkan salah satu pendaratan darurat paling ajaib dalam sejarah kontemporer penerbangan Cina. Liu Chuanjian, seorang kapten Sichuan Airlines yang membawa 119 penumpang dan sembilan awak pulang dengan selamat setelah kaca depan pesawatnya pecah dan akhirnya hancur dalam perjalanan dari Chongqing di Cina barat daya ke Lhasa pada Mei 2018.

Melalui film ini, Cina melakukan promosi terhadap standar keselamatan penerbangan China, film ini membantu lebih meningkatkan “kepercayaannya” pada industri penerbangan China. Bagaimana para kru pesawat dengan profesionalisme membuat pendaratan darurat bisa dilakukan di tengah bencana yang terjadi. Untuk menjadi seorang pahlawan tidak perlu harus berperang, cukup menunjukkan loyalitas dan profesionalisme serta tanggung jawab terhadap pekerjaan yang kita kerjakan.

4. Sully

Film Sully berkisah tentang aksi heroik seorang pilot bernama Kapten Chesley “Sully” Sullenberger yang diperankan oleh Tom Hanks. Kapten Sully adalah seorang pilot Airbus maskapai U.S. Airways yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di tengah sungai Hudson di pusat kota New York, Amerika Serikat.

Pendaratan ini terpaksa dilakukan karena kerusakan mesin pesawat setelah bertabrakan dengan sekawanan burung. Ajaibnya tidak ada satu pun korban jiwa, semua penumpang beserta kru pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat. Bak seorang pahlawan, nama Kapten Sully kemudian dielu-elukan oleh warga Amerika. Kejadian yang berlangsung pada bulan Januari 2009 ini membuat Sully dinobatkan menjadi ikon keselamatan penerbangan.  Tragedi ini pun kerap disebut sebagai “Miracle on the Hudson”.

Tak terlupakan kata kata yang diucapkan oleh Captain Suli menjadi quote saat melakukan wawancara dengan seorang reporter. Saat ditanya apakah ia merasa dirinya sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan nyawa para penumpangnya, Sully dengan tegas membantah, “I’m just doing my job”.. Well good job Capt! Yang artinya Aku hanya melakukan pekerjaanku.. kerja bagus!.

5. The Danish Girl

The Danish Girl adalah film drama biografi Britania Raya-Amerika Serikat tahun 2015 yang disutradarai oleh Tom Hooper dan diproduseri oleh Tim Bevan, Eric Fellner, Anne Harrison, Tom Hooper dan Gail Mutrux. Naskah film ini ditulis oleh Lucinda Coxon berdasarkan novel fiksi The Danish Girl karya David Ebershoff dan kisah nyata sepasang suami-istri dan pelukis dari Denmark, Einar Wegener (yang memiliki nama perempuan Lili Elbe setelah operasi ganti kelamin dan menjadi transgender) dan Gerda Wegener.

The Danish Girl  film mengisahkan tentang orang pertama yang melakukan operasi ganti kelamin di tahun 1930-an. Waktu itu teknologi kedokteran belum secanggih sekarang. Maka resikonya lebih berbahaya bahkan bisa bikin kematian. Tapi sosok Einar alias Lili tetap maju tak gentar buat mewujudkan impiannya menjadi perempuan. Film ini diangkat dari novel berjudul ‘Man Into Woman’ yang dirilis pada tahun 1933 dan juga terinspirasi dari buku harian Lili Elbe.

“Di sini, di tubuhku yang sakit, menetap dua makhluk, terpisah, tak terkait, saling memusuhi.” – Lili Elbe, 1930.

6. Crawl

Crawl mengisahkan badai kategori 5 yang terjadi di wilayah Florida dan semua orang sedang sibuk mengungsi. Haley Keller (Kaya Scodelario), seorang perenang mencoba mencari sang ayah, Dave (Barry Pepper) yang tidak bisa dihubungi.Ayah dari Haley tinggal di daerah rawan banjir saat badai berlangsung. Mau tidak mau, Haley pun menerebos jalanan untuk menjemput sang ayah. Sampai lah Haley di rumah lamanya, namun tetap tidak menemukan ayahnya.

Film Crawl menyajikan thriller yang mendebarkan dan intens dari awal hingga akhir. Diracik dengan jumpscare tak terduga dan adegan-adegan yang  bikin ngilu, film ini akan menghibur sekaligus membuatmu terengah-engah. Siap-siap loncat dari kursi.

7. Level 16

Perdagangan manusia berkedok sekolah asrama menjadi cerita yang diangkat dalam film Level 16. Film asal Kanada ini digarap sutradara Danishka Esterhazy dan dirilis pada 2019. Menggabungkan cerita bergenre drama, fiksi ilmiah, dan thriller.

Film Level 16 bercerita tentang sebuah sekolah asrama yang seluruh siswanya merupakan gadis belia berasal dari jalanan, lalu disekolahkan, diberi makan, dan dididik dengan disiplin tinggi. Mereka dijanjikan akan diadopsi orang-orang kaya jika mampu lulus hingga level tertinggi, level 16. Aturan yang diterapkan sekolah sangat ketat. Mereka tidak diperbolehkan keluar asrama, harus menjaga sopan santun, serta kebersihan dan kerapihan.

Suatu hari ada salah satu dari siswi asrama itu mengetahui dan merasa janggal dengan sistem asrama yang mereka jalani ternyata dugaan siswi ini benar dan ternyata semua siswi yang ada diasrama itu menjadi bahan untuk produk kecantikan maka dari itu setelah ketahuan atas kejanggalan itu maka mereka mencoba untuk melawan pimpinan asrama yang mendidik mereka hingga mereka bisa lolos dan hidup bebas dari asrama.

Redaktur : Sahira

Related posts

Distilasi Alkena: Selamat Bercinta dan Bersastra!

redaksi

Mengupas Tuntas Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Pemantik Toleransi Di Tengah Pandemi

redaksi

Stuck With You, Sebuah Dedikasi di Tengah Pandemi

redaksi