SUARA USU
Sastra

Puisi: Abhitah Badimin

Foto: clarkdonald413/pixabay
Foto: clarkdonald413/pixabay

Oleh: Wiranto Asruri Siregar

Tak kusangka mata merahmu
Rindingmu bahkan gigilmu
Pecahan kaca vas bunga Ibu
Merobek sedikit nadimu

Tak pantas kupanggil adhirajasa
Bahkan bukan adhigana
Sekalipun kata dengan bangga

Erangmu “Pekikku hanya sementara!”
Rintihmu “Aku butuh sebutir bahkan lebih!”
Apa? Kenapa? Bagaimana?

Apa kau butuh Alkolid Analgesik?
Apa kau butuh Erythroxylon Coca?
Atau bahkan Cannabis Indica?

Hentikan!
Kau saudara yang larut
Euforiamu tak patut
Kadangku heran dengan raut
Psikotropikamu mencari maut

Kita miskin papah
Kau tatap mataku terpanah
Mulut kering, mukamu berubah
Tangisku sedikit amarah

Sesal ungkap hanya sesal
Kelakuanmu bahkan kesal
Bentuk perbuatan nakal
Hingga kau merenggut akal

Sudahlah masa depan karam
Konsumsimu benda yang haram
Walau Ayah Ibu geram
Anggaplah terang sudah kelam

 

Related posts

Si Sulung yang Sempurna

redaksi

Puisi: Lol Sob

redaksi

Penantian di Depan Pintu

redaksi