SUARA USU
Kabar Kampus

Adakan Diskusi Keperempuanan, KOHATI FP, FH dan Kemen PP USU Angkat Tema Perempuan Bersuara

Reporter : Silvia Elisa Sitanggang

Suara USU, Medan. KOHATI FP, FH dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan USU  mengadakan forum diskusi dengan bertajuk “DISKOTIK” (DISkusi KOhati canTIK) yang dilaksanakan melalui zoom meeting pada Sabtu, (11/12).

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Nurul Aini Putri, ketua KOHATI FH USU. Nurul mengungkapkan kegiatan diskusi ini tentu dilaksanakan karena beberapa faktor yang mendorong kita kaum-kaum intelektual yang terkelompok dalam organisasi yang tepat  untuk mendiskusikan isu-isu yang berkembang saat ini.

“Harapan saya  diskusi kita pada hari ini bukanlah hal yang sia-sia namun membuahkan hasil sehingga menjadi pembekalan diri dari kita terkhususnya kaum akademisi kepada orang-orang diluar sana agar lebih kuat dan terkokohkan mentalnya sehingga terhindar dari kekerasan seksual,” ungkap Nurul.

Dengan mengusung tema ‘Perempuan Bersuara’, forum ini menghadirkan dua narasumber yakni, Lucy Ro Manna Malau dari Perempuan Hari Ini  dan  Wulan Daniah dari Menteri Pemberdayaan Perempuan PEMA USU.

Diskusi keperempuanan ini dilatarbelakangi oleh isu-isu yang berkembang pada saat ini seperti, semakin meningkatnya kekerasan seksual terkhusus memicu kepada kaum perempuan. Lucy menekankan bahwa kita perlu merubah paradigma atau pola pikir kita bahwa posisi perempuan dan laki-laki itu tidak ada yang lebih rendah dan tidak ada yang lebih tinggi, dalam kata lain setara.

“Jenis-jenis kekerasan itu banyak sekali. Maka yang kita harus ketahui bahwa akar dari masalah ini adalah kultur patriarki. Kultur Patriarki ini yang menempatkan bahwa laki-laki itu diatas perempuan. Kultur patriarki yang kita bangun ini yang membuat kita cenderung merendahkan posisi perempuan. Nah ini yang perlu kita sama-sama perjuangkan,” ujarnya di tengah diskusi.

Melalui diskusi ini, Wulan Daniah juga mengatakan untuk kedepannya agar kita mau belajar dan berani untuk speak up jika terkait dengan masalah-masalah seksual karena hal itu merupakan salah satu solusi yang tepat dalam menangani kasus seksual.

“Ayo, agar kita tidak buta literasi, kita melakukan sharing dan diskusi-diskusi seperti ini. Jadi, harapannya memang kalau untuk diskusi yang berkaitan tentang perempuan hari ini mungkin bisa dilanjutkan lagi agar kita berani speak up terutama untuk yang mengalami korban seksual violence,” tutup Wulan Daniah.

Penyunting: Zukhrina Az Zukhruf


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ruang Kelas Kotor, Tanggung Jawab Siapa?

redaksi

Sadar Akan Pentingnya Pembentukan Generasi MIRACLE yang Kritis, PEMA FKM USU Adakan Diskusi

redaksi

Pergelaran Seni Budaya Simalungun, Melek Budaya Ala IMAS USU

redaksi