SUARA USU
Kabar Kampus

Keputrian Akbar 2021, Foskami PEMA FK USU Adakan Webinar dan Talkshow Terkait Toxic Femininity

Penulis: Annisah Fithri

Suara USU, Medan. Forum Studi Kedokteran Mahasiswa Muslim (Foskami) FK USU mengadakan kegiatan Keputrian Akbar 2021 dengan tema Fatimah (Fight Toxic Femininity for Muslimah).  Kegiatan ini diisi dengan talk show dan juga webinar yang membahas isu-isu terkait feminitas toxic, sebuah espektasi gender yang dapat berdampak pada kesejahteraan perempuan. Talk show dan webinar ini dilaksanakan pada Sabtu (11/12) pukul 08.00 WIB melalui zoom meeting.

Menghadirkan Sherly Annavita, seorang Digital Content Creator dan Millenial Influencer yang menjadi pembicara dalam talk show berjudul Break the Rules, Make Your Own dan Davrina Rianda, seorang penulis buku Beauty Undercover yang menjadi pemateri dalam webinar berjudul ‘Toxic Femininity dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental Muslimah’ yang dipandu oleh Dinda Putri Maharani dan Yasmin Putri selaku moderator.

Acara ini dimulai dengan pembacaan doa dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Alifa Nadzhara Shaumi selaku ketua panitia Keputrian Akbar 2021. Selanjutnya, kata sambutan disampaikan oleh Tantri Thahirah Pasaribu dan Putri Ardina Sari selaku Wakil Sekretaris umum Foskami PEMA FK USU dan Wakil Sekretaris Jendral PEMA FK USU.

“Kegiatan ini diadakan dengan maksud agar perempuan dapat leluasa belajar dan berkarya dalam menuntut ilmu,” ujar Sufitni selaku Pembina Foskami PEMA FK USU dalam kata sambutannya sekaligus pembuka acara.

Ia berharap dengan diadakan talk show ini para peserta tau dan sadar seberapa berharga dan pentingnya peran wanita dalam membentuk generasi yang unggul. Ia juga meyakinkan bahwa tidak ada batasan bagi perempuan untuk terus belajar dan juga berkarya.

“Inilah saatnya bagi kita, perempuan untuk membuktikan bahwa kita bersinar. Jadilah pemenang di bagian kita masing-masing. Lebih bagus terlambat daripada tidak kita mulai sama sekali,” tambah Sherly.

Dalam sesi selanjutnya, Davrina berpendapat bahwa lingkungan membawa pengaruh penting dalam proses edukasi. Maka dari itu, kita diajak untuk mencari lingkungan yang membawa pengaruh positif dan menjadi safe place bagi diri kita. Ia juga menambahkan bahwa perempuan harus punya rasa percaya diri dan bangga pada diri kita masing-masing.

“Kita itu unik dan punya kepribadian masing-masing. Jangan sampai kita hidup dengan kepribadian orang lain dan selalu merasa tidak nyaman,” tutup Davrina

Penyuting: Zukhrina Az Zukhruf


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Digelar Secara Hybrid, PIMNAS ke-34 USU Resmi Dibuka!

redaksi

Solidas USU Gelar Perayaan Paskah Bertemakan Maranatha “Come Lord Jesus” Mengingat dan Memahami Makna Paskah

redaksi

Valentine’s Day UKM KMK St. Albertus Magnus USU Sukses Jalin Kolaborasi Tiga Universitas

redaksi