SUARA USU
Musik

Album “Manusia”, Persembahan Perjalanan Sepuluh Tahun Tulus Berkarya

Penulis : Manda Rizky Abdillah

SUARA USU, Medan. Penyanyi solois Indonesia bernama Muhammad Tulus Rusydi  atau akrab dipanggil Tulus, telah merilis sebuah album yang berjudul “Manusia”. Album ini merupakan persembahan perjalanan 10 tahun tulus berkarya di dunia musik Indonesia.

Pada tanggal  3 Maret 2022 album “Manusia” resmi dirilis dan sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik. Album tersebut memiliki 10 single didalamnya yaitu Tujuh Belas, Kelana, Remedi, Interaksi, Ingkar, Jatuh Suka, Nala, Hati-Hati Di Jalan, Diri, dan Satu Kali. Tulus mengungkapkan bahwa album Manusia terinspirasi dari berbagai cerita yang pernah dialami, dinamika menjadi manusia, dan juga interaksi dirinya dengan orang lain maupun diri sendiri.

Album kelima ini digarap dalam kurun waktu dua tahun. Proses penggarapannya melibatkan beberapa musisi Indonesia diantaranya Petra Sihombing, Topa Abimanyu, Yoseph Sitompul, Dere, dan produser Ari Renaldi.

Tulus memberi sentuhan warna biru untuk cover albumnya. Seperti diketahui, keempat album sebelumnya Tulus selalu menggunakan warna hitam, putih dan abu-abu. Ternyata alasan dibalik memilih warna biru karena warna biru seolah menggambarkan progres karya yang terasa segar.

“Karena album ini menawarkan warna baru dari segi penulisan lirik dan juga aransemennya. Ketika sedang berdiskusi warna apa yang mempresentasikan ini kita memilih warna yang sebetulnya masih bersinggungan dengan perjalanan kita sebelumnya sehingga terasa seperti progres tapi terasa segar sehingga terlahirlah warna biru,” jelas Tulus dalam konferensi pers secara daring.

Lirik-lirik di setiap single yang ada di dalam album “Manusia” memiliki makna yang mendalam jika didengarkan dengan serius. Salah satunya pada single yang berjudul “Diri”.

Hari ini kau berdamai dengan dirimu sendiri
Kau maafkan semua salahmu ampuni dirimu
Hari ini ajak lagi dirimu bicara mesra
Berjujurlah pada dirimu kau bisa percaya

Penggalan lirik lagu tersebut menceritakan tentang seseorang yang berdamai dengan dirinya sendiri. Apapun yang telah terjadi di hidupnya entah itu kesalahan yang telah diperbuat di masa lalu atau kejadian-kejadian kurang mengenakkan yang telah terjadi di hidupnya. Memaafakan diri sendiri bisa menjadi penenang untuk berdamai pada diri sendiri. Kemudian jangan pernah lupa berterima kasih kepada diri sendiri karena telah berjuang untuk bertahan dan sampai ke titik yang sekarang. Ingat semua tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Untuk yang penasaran dengan lirik judul lagu lainnya dari album “Manusia” bisa di putar di platform musik yang kamu miliki.

Redaktur : Valeshia Trevana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Abadinya Kisah Kita Lewat Lagu “Kota Medan Sore Itu”, Yuk Intip Fakta Menarik Dibaliknya

redaksi

Pelukku untuk Pelikmu, Pundakku untuk Lelahmu

redaksi

Kembali Rayakan Pertunjukan Bertajuk “Selamat Ulang Tahun”, Nadin Amizah Langsungkan Konser Virtual

redaksi