SUARA USU
Opini

Bagaimana Pengaruh Judi Online terhadap Penggunanya yang Masih Berstatus Mahasiswa?

Oleh: Jenita Haloho

Suara USU, Medan. Semenjak wabah Covid-19 mulai memasuki tanah air, perkembangan internet pun semakin pesat memaksa kita untuk beradaptasi. Namun, dengan meningkatnya penggunaan internet menyebabkan dampak negative salah satunya dengan berkembangnya pengguna situs “Judi Online”.

Ragam perjudian dalam jaringan (daring) kini semakin marak dipromosikan guna menarik minat para penjudi, yang tergoda dengan iming-iming uang yang mudah didapatkan. Salah satu jenis perjudian daring yang sedang populer saat ini adalah judi slot online. Jenis judi ini banyak diminati oleh berbagai kalangan, termasuk remaja yang masih menimba ilmu di perguruan tinggi, seperti yang terjadi di kalangan mahasiswa.

Penyedia layanan judi online sering menggunakan strategi pemasaran yang agresif untuk menarik minat pelajar/mahasiswa. Mereka menawarkan bonus, diskon atau hadiah yang menjanjikan yang tentunya menarik perhatian dan memikat generasi muda untuk mencoba judi online ini.

Namun, pada kenyataanya popularitas perjudian online juga membawa sejumlah risiko dan dampak negatif yang signifikan. Kegiatan judi online yang dilakukan oleh mahasiswa memberikan dampak negatif bagi mahasiswa itu sendiri, seperti: adiksi (kecanduan yang kuat), di bidang akademik, di bidang sosial, di bidang kesehatan, di bidang-bidang ekonomi, dan ketidakjujuran/kebohongan.

Ketika berhasil mendapat keuntungan tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para penggunanya. Namun adapula yang terus memutar uang di judi online ini. Ketika menang ia akan menjadikan keuntungannya menjadi modal untuk judi online berikutnya. Bahkan saat mendapat kekalahan banyak dari mereka justru menjadikan hal tersebut alasan untuk memutar judi online Kembali dengan alasan ingin mengembalikan modal yang sudah mereka gunakan.

Rata-rata modal yang di habiskan para mahasiswa yang menjadi user judi online ini mencapai kisaran antara Rp. 20.000.000 hingga Rp. 30.000.000 perbulannya. Untuk kalangan mahasiswa tentu saja angka itu bukanlah nominal yang sedikit, yang mana sebagian besar dari mereka mendapatkan uang dari orangtua mereka.

Bahkan ketika uang yang mereka dapatkan sudah habis digunakan untuk modal judi, tak jarang dari mereka tetap untuk mencari cara lain untuk mendapatkan modal. Modal tersebut biasanya mereka dari dengan cara meminjam, menggadaikan atau menjual barang berharga mereka, seperti laptop, sepeda motor, smartphone, dan lainnya. Hal ini tentu saja bisa membuat para penggunanya terlilit utang dan secara lambat-laun akan mempengaruhi prestasi akademik para mahasiswa yang menggunakan judi online ini.

Kecanduan yang sangat berbahaya dan menjadi sebuah lingkaran setan yang tak berujung. Perlu diingat bagi mahasiswa bahwa judi online tidak selamanya menguntungkan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal demikian sebaiknya para penggunanya mulai membatasi diri penggunaan judi online.

Sebaiknya para penggunanya diarahkan untuk memblokir semua akses di smartphone yang mengarahkan ke perjudian dan jangan menginstal aplikasinya kembali. Dengan cara ini, kita akan terhindar dari perjudian. Selanjutnya ada baiknya kita menghindari lingkungan yang memiliki kebiasaan menggunakan situs judi online, hal ini bisa mengurangi niat diri untuk bermain judi online. Yang terakhir dengan menanamkan iman yang kuat, terhindar dari judi online.

 

Redaktur: Anggie Syahdina Fitri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Memilih MKWU dengan Sistem War, Apakah Sesuai Minat?

redaksi

Mahasiswa Medioker, Terkesan Baik atau Buruk?

redaksi

Bisakah Libur Panjang Mengubah Kebiasaan Seseorang?

redaksi