SUARA USU
Musik

Lampu Merah Oleh The Lantis: Lagu yang Mewakili Perasaan Seorang Mahasiswa Semester Akhir

Sumber foto : Apple Music

Oleh: Crisantha Barbara Aritonang/ Iliana Raihana

Suara USU, Medan. Ketika mendengar kata “lampu merah” biasanya orang akan langsung berpikir perihal rambu lalu lintas, dimana kita berhenti sejenak dan melihat orang-orang yang berada disisi lain jalan sudah bergerak maju. Hal ini juga sama dengan makna lagu yang berjudul lampu merah karya dari the lantis. Lagu ini mengilustrasikan keadaan seseorang yang sedang stuck pada sesuatu yang sedang dikerjakan.

The lantis merupakan grup band bergenre indie pop yang beranggotakan Giri (bass & vokal), Ravi (gitar & vokal), dan Risyad (drum). Lagu “lampu merah” dibuat pada tanggal 16 September 2020 dan dirilis pada tahun 2021, lagu ini berdurasi 4 menit 59 detik. Dikutip dari channel youtube The Lantis, Giri menceritakan tentang kisah yang melatarbelakangi penulisan lagu ini. “Lagu ini menceritakan tentang perjuangan gue ketika skripsian ditahun ke lima disitu gue merasa terhambat ketika teman-teman yang lain uda pada lulus dan kerja dan ekspetasi dari orang-orang terdekat yang beraharap gue untuk lulus, tetapi karena kelalaian dari diri gue jadi mengecewakan mereka.”

Semua orang pasti pernah merasakan bahwa dirinya sedang berada di posisi terendah atau di zona nyaman. Oleh karena itu, kita harus bisa untuk keluar dari zona nyaman kita dan mencoba hal yang baru. Jika kita tetap terus melakukan hal yang berulang sedangkan orang sekitar kita terus mengembangkan kemampuan mereka, maka itu akan membuat kita menjadi terhambat dan tertinggal dari yang lain. Disaat yang lain sedang mempersiapkan diri untuk kelulusan atau menuju kedunia kerja, dan kita hanya melihat pencapaian mereka saja tanpa kita mempersiapkan sesuatu untuk diri kita. maka situasi yang akan terjadi seperti petikan lirik dalam lagu ini, berikut penggalan liriknya

Tersusul lah sudah aku

Dengan yang mulai

Setelah aku

Lirik lagu di atas menceritakan tentang seseorang yang tertinggal di tempat yang sama bahkan tidak berkembang dan tertinggal dari orang yang ada disekelilingnya.

Keadaan yang digambarkan diatas sering terjadi pada mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi. Sering kali mereka menghadapi banyak hambatan yang pada akhirnya mereka lalai dan stuck pada posisi itu. Hambatan-hambatan yang mereka hadapi bisa dari banyak hal, seperti kehabisan ide untuk penyusunan skripsi, tidak bisa mengatur waktu, dosen pembimbing yang sulit ditemui, kesulitan memperoleh data untuk  penelitian, dan bisa juga tidak mempunyai suport system untuk memotivasi pengerjaan skripsi.

Sebagai seorang mahasiswa, kita harus bisa bangkit dari situasi seperti itu. Tidak perlu terlalu memaksakan diri, istirahat sejenak sangat penting untuk menenangkan diri. Mengubah suasana sekitar meja belajar, berdiskusi dengan teman-teman seperjuangan, memberikan reward kepada diri sendiri ketika mencapai sesuatu, dan juga mencari support system. Biasanya mahasiswa semester akhir lagi butuh-butuhnya nih yg namanya support system untuk membuat mereka lebih semangat lagi dalam mengerjakan skripsinya. Bukan hanya dari pasangan, support system juga bisa kita dapatkan dari keluarga ataupun teman dekat. Yuk dengerin lagu Lampu Merah ini, terkhusus untuk sobat suara USU yang lagi ngerjain skripsi biar lebih semangat lagi. Lagu ini dapat didengarkan di platform music favorit sobat suara USU.

Redaktur: Yohana Novriyanti Lumbanbatu


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Golden Hour Mark Lee – Kegagalan yang Membuahkan Hasil

redaksi

Loneliness-Putri Ariani, Rasa Kesepian dan Hancur Saat Ditinggalkan

redaksi

Bangkit dari Masa Lalu lewat Lagu “Satu-Satu” oleh Idgitaf

redaksi