SUARA USU
Kabar Kampus

Batu Nisan Hingga Tabur Bunga Warnai Aksi Tolak Omnibus Law di Medan

Massa aksi berkumpul di depan Gedung DPRD sambil menyuarakan aspirasinya

Reporter: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, MEDAN. Gelombang aksi penolakan Omnibus Law masih terus terjadi di berbagai kota di penjuru negeri, tak terkecuali di kota Medan.

Pada kali ini, giliran massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumut Berduka melakukan aksi di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (12/10).

Aliansi Mahasiswa Sumut Berduka ini, tergabung dari berbagai universitas
Seperti USU, Politeknik Negeri Medan, Polimedia, Universitas Panca Budi, Universitas Terbuka, dan Politeknik Negeri Kesehatan Medan.

Menurut pemimpin aksi, Ibnu Prayetno, Aksi ini sendiri memiliki tuntutan umum yaitu mendesak presiden untuk mengeluarkan Perpu dan mencabut serta menyatakan bahwa UU Cipta Kerja tidak berlaku.

“Aksi kali ini memiliki tuntutan khusus yaitu meminta DPR melakukan kajian ulang secara komperhensif dan terbuka dengan memperhatikan prinsip- prinsip keterbukaan Peraturan Perundang-undangan.” ujar Ibnu

Aksi ini diawali dengan berkumpulnya massa aksi di Merdeka Walk, dilanjutkan longmarch ke gedung DPRD SUMUT. Seraya membawa nisan dan sejumlah alat peraga, massa aksi kemudian melakukan upacara bendera setengah tiang sebagai ungkapan duka dan kekecewaan mereka atas matinya demokrasi.

Setelah orasi, massa melakukan teatrikal prosesi tabur bunga terhadap nisan yang bertuliskan DPR, demokrasi, hati nurani dan juga keadilan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian bunga terhadap aparat yang menyaksikan prosesi upacara.

Aksi berjalan dengan damai dan hikmat, bahkan aparat kepolisian memberikan beberapa dus air putih ke massa aksi.

Usai melakukan tabur bunga, dan pemberian bunga terhadap aparat, massa aksi bergerak meninggalkan gedung DPRD.

Setelau itu, aksi teatrikal dilanjutkan di Tugu Kantor Pos Medan, tak jauh dari titik kumpul massa aksi. Walau disambut dengan hujan, tak membuat surut animo dari massa aksi.

Teatrikal memampilkan bagaimana kekecewaan dan kagetnya seorang pejuang atas matinya DPR, demokrasi, keadilan dan hati nurani yang diibaratkan batu nisan.
Hingga pukul sekitar 15.00 WIB massa aksi menyelesaikan semua mekanisme aksi mereka dengan damai, dan mulai meninggalkan lokasi aksi.

Penyunting: Kurniadi Syahputra

Related posts

Ragam Kegiatan Warnai Dies Natalis Ke-56 Fakultas Ilmu Budaya USU!

redaksi

Libur Isra’ Mi’raj, Masihkah Mahasiswa Harus Kuliah?

redaksi

Aksi Penolakan Omnibus Law di Medan Berlangsung Panas

suarausu