SUARA USU
Featured Opini

Benarkah Hapus Email yang Tak Penting Bantu Selamatkan Bumi?

Oleh : Cindy Shafira Putri

Suara USU, Medan. Belakangan ini tren hapus email ramai diperbincangkan publik di berbagai media sosial khususnya TikTok, Twitter dan Instagram.

Usut punya usut, menumpuk email yang tidak penting ternyata bisa meningkatkan emisi karbon yang mempengaruhi perubahan iklim di bumi. Memangnya dengan cara seperti apa dan bagaimana keterkaitan antara penumpukan email yang tidak terpakai dengan pengaruh global warming?

Meskipun sudah melebur sedemikian rupa dalam kehidupan, mungkin masih banyak yang belum tahu apa pengertian dari global warming.

Artikel ini akan membahas pengertian global warming beserta dengan sumber dan bukti dampak dari pemasanan global itu sendiri.
Apa itu global warming dan apa keterkaitannya dengan penumpukan email?

Global warming atau yang kerap disebut dengan pemanasan global adalah terjadinya proses peningkatan suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan bumi.

Dilansir dari Eco2 Greetings, email berbasis teks dapat memancarkan 4 gram CO2e yang setara dengan karbon dioksida, dengan perkiraan rata-rata per tahun email memancarkan sekitar 136 kilogram CO2e.
Seiring dengan tren ini berlangsung, pernyataan tersebut kerap dipatahkan oleh beberapa sumber lain yang mengatakan bahwa email tidak berpengaruh dalam pemanasan global.

Dilansir pada globalwarming facts info, terdapat 3 sumber penghasil emisi gas terbesar diantaranya pembangkit listik dengan rata-rata pertahun berkisar 21.3%, proses industri 16.8%, dan bahan bakar transportasi 14%. Yang dimana berdasarkan bukti telah menunjukkan bahwa pemanasan global saat ini sebagian besar akibat dari paksaan manusia yang meliputi membakar bahan bakar fosil, membiarkan bahan organik membusuk, membiarkan air terus-menerus melimpah dan aplikasi industri lainnya.

Lalu, apakah email saya merupakan masalah yang besar terhadap lingkungan?
Tahukah kamu bahwa layanan server itu tidak pernah mati? Dengan menghapus email, itu tidak akan berdampak apa-apa kepada bumi ini.

Dikutip dari bbc.com dikatakan bahwa jika setiap orang Inggris mengirim satu email lebih sedikit setiap hari, itu akan menghemat 16.433 ton karbon per tahun. Padahal emisi gas rumah kaca tahunan Inggris adalah 435,2 juta ton pada 2019. Untuk itu dikatakan bahwa efek satu email pada infrastruktur sebesar itu sangatlah kecil.

Intinya adalah bahwa manusia sebagai kekuatan pendorong di balik pemanasan global saat ini. Masih banyak manusia yang tetap mengeksploitasi bumi demi kepentingannya sendiri. Seperti para pegiat industri yang sering melakukan green washing tanpa sadar bahwa hal itu menjadi pemicu utama pemanasan global.

Proses industri menghasilkan 16,8% emisi gas pertahun, sektor industri juga tak terlepas dari penggunaan listrik yang sangat besar. Dapat disimpulkan bahwa proses industrilah penyumbang terbesar dari permasalahan pemanasan global ini.

Faktanya, email tidak berdampak apa-apa terhadap bumi. Jumlah karbon dioksida yang dihasilkan email sangatlah kecil dibandingkan dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan proses industri.

Redaktur: Salsabila Rania Balqis

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Duck Syndrome: Tampak Bahagia dari Luar Namun Nyatanya Tertekan

redaksi

Tugu Sinar Indonesia Baru, Landmark Historis Kota Medan 

redaksi

Tipe Gaya Hidup Mahasiswa di Dunia Perkuliahan

redaksi