SUARA USU
Life Style

Benarkah Penggunaan Filter Foto Berdampak pada Psikologi ?

Oleh: Anisa Larasati dan Suranti Pratiwi

Suara USU, MEDAN. Banyak dari kita semua sering menggunakan filter untuk berfoto karena merasa insecure pada diri sendiri sebab merasa tidak cantik ataupun kurang menarik. Biasanya fenomena seperti ini dialami remaja pada umumnya yang takut akan bully di sosmednya. Lantas, apakah penggunaan filter foto secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap psikologi ?

Gresya Sitohang cukup menyayangkan hal tersebut. Menurut mahasiswi psikologi stambuk 2019 tersebut, penggunaan filter secara terus-menerus dan berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap psikologi.

“Sebenarnya balik lagi sih ke alasan orang itu pakai filter, apakah dia pakai filter karena insecure ngelihat foto orang lain bagus, sebenernya yang bahaya itu karena dia membandingkan dirinya dengan orang lain,” ujarnya.

Gresya juga menambahkan terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang melatabelakangi maraknya penggunaan filter foto. Faktor internal berupa dorongan atau motivasi dari diri sendiri untuk bisa menjadi sosok yang diinginkan atau dalam psikologi sosial dikenal dengan consistency theory, yakni kondisi dimana seseorang ingin memiliki hal yang sama dengan apa yang ada dalam pikirannya. Sedangkan faktor eksternal dikaitkan dengan reinforcement theory, yaitu seseorang belajar dari pengalaman di lingkungan sekitarnya. Misalnya banyak orang mengikti suatu trend tertentu karena memang di lingkungan sekitarnya ramai mengikuti trend tersebut.

Salah satu alasan melonjaknya penggunaan filter menurut Gresya adalah rasa insecure. Namun lebih luas dari permasalahan kepercayaan diri, pada dasarnya setiap manusia mempunyai keinginan untuk terlihat menarik dan hal tersebut adalah lazim.  Hal ini didukung dengan suatu penelitian tentang pentingnya tampilan visual seseorang. Banyak yang berasumsi bahwa mereka yang memiliki penampilan menarik, berperawakan tampan atau cantik akan dipandang berkepribadian baik. Hal ini mendesak beberapa orang untuk menggunakan filter sebagai cara instan memberi kesan baik melalui tampilan visual.

Filter memang menjadi hal yang menakjubkan. Namun kemunculannya tanpa kita sadari menimbulkan suatu polemik. Saat ini ramai pengguna media sosial yang mengolok-olok orang lain dengan sebutan “cantik gara-gara filter doang kok bangga ?” Tidak jarang mereka melayangkan komentar pedas jika terdapat perbedaan signifikan dari pengguna filter.

“Tentunya harus diwaspadai dan jangan dinormalisasi ya cyberbullying seperti itu, karena bakal berdampak negatif dengan orang yang dibully,” tutur Gresya.

Oleh karenanya perlu bagi kita membatasi kuantitas penggunaan filter agar tidak ketergantungan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi secara perlahan penggunaan filter foto dan lebih menerima diri sendiri apa adanya. Kita perlu menyadari akan potensi diri dan media sosial yang tidak sepenuhnya sesuai realita sehingga tidak selalu membanding bandingkan diri dengan orang lain.

Filter foto yang berlebihan tentu dapat menyebabkan dampak negatif bagi penggunanya. Setiap pengguna filter akan memiliki tingkat resiko yang berbeda. Hal ini tergantung pada tingkat kecanduan dan niat pengguna dalam menggunakan filter foto. Oleh karenanya perlu bagi kita untuk mengurangi intensitas penggunaan filter foto. Kesehatan mental lebih penting dari sekedar like dan comment.

 

Redaktur : Agus Nurbillah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Yuk, Simak Tips Anti Malas Mencuci Pakaian Ala Anak Kost!

redaksi

Perjuangan Manusia Perak untuk Kehidupan yang Lebih Layak

redaksi

Mindful Eating, Seni Menikmati Makanan

redaksi