SUARA USU
Life Style

Boros Berkedok Self Care, Berikut Cara Mengatasinya

Oleh: Valeshia Trevana

Suara USU, Medan.

“Ngapain beli itu? Kan kemaren udah?”

“Aduh, kamu gak tau ya kalo ini bentuk reward untuk diri?”

Pernah gak sih kamu ngalamin seperti sepenggal percakapan diatas? Antara self care dan boros bedanya tipis banget. Self care merupakan pemahaman dan pemenuhan kebutuhan yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan diri, dan salah satu bagiannya adalah self reward. Self reward adalah memberikan hadiah kepada diri kita atas suatu goals yang berhasil kita capai. Pada umunya, itu hanya terjadi sekali saja setelah goals kita tercapai, namun kalau rewardnya diberikan berulang kalo boros namanya. Tujuan dari self reward adalah untuk menyemangati diri dan meningkatkan kepercayaan diri.

Masalahnya adalah banyak orang menjadikan “self reward ini menjadi alasan untuk boros”, karena sejatinya “self care” adalah merawat diri, bukan memanjakan diri. Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum kamu self care ke diri kamu.

Yang pertama adalah rasakan. Saat kamu merasa kondisi mental atau mood kamu sedang buruk, sebaiknya hindari self caremu. Mengapa? Karena kamu akan cendrung berbelanja atau membeli apa saja yang kamu suka untuk menaik kan mood kamu. Dan alhasil barang yang kamu beli sebagian besar akan trbuang sia-sia. Dan yang kedua adalah perhatikan kebutuhanmu. Tanyakan ke diri kamu sendiri, apakah jika kamu membeli barang tersebut, akan kah barang tersebut berguna atau tidak. Selain itu, coba tanya opini orang disekitarmu untuk mempertimbangkan keputusan membeli barang itu atau tidak.

Terus, gimana caranya self care tanpa harus boros? Bisa gak ya? Bisa lah, masa enggak? Ini dia 3 cara agar self care kamu tidak boros.

Yang pertama, anggarkan dan pilah. Kamu bisa menyatukan self care dengan pengeluaran untuk kebutuhan pribadi. Kebutuhan pribadi yang dapat digunakan adalah 20% dari pendapatan kamu. Misalnya, pendapatan perbulan kamu ada 10 juta, 20% dari 10 juta adalah 2 juta. Dari 2 juta, 1 juta bisa kamu alokasikan untuk self care kamu dan sisanya untuk kebutuhan.

Yang kedua, pastikan self care kamu bukan karena gengsi. Sebelum memutuskan mengeluarkan uang, kamu harus mempertimbangkan dengan matang apakah itu untuk membuat dirimu senang atau untuk membuat gengsi semata, agar uang yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat untuk kamu.

Yang ketiga adalah self care tidak harus setiap bulan. Jika tidak ada sesuatu yang kamu butuhkan yang dijadikan self care, maka sebaiknya uangnya disimpan saja. Kemungkinan di suatu saat kamu menargetkan sesuatu yang kamu butuhkan untuk self care kamu namun dana nya terbilang cukup mahal, kamu masih punya uang tambahan untuk mendapatkannya.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Perjuangan Manusia Perak untuk Kehidupan yang Lebih Layak

redaksi

5 Penyakit Langganan Anak Kost dan Solusinya!

redaksi

Mengenal Tradisi Berbagi Hampers pada Bulan Ramadhan

redaksi