SUARA USU
Kuliner Life Style Opini

Budaya Organisasi yang Diterapkan UMKM Burger Bangor

Oleh: Mazidah Annisa Azzahra dan Rifqah Tiara Nazari Harahap

Suara USU, MEDAN. Hamburger atau yang sering disebut dengan burger adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan di tengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, kemudian sayur-sayuran berupa selada, tomat, dan bawang bombay. Meski pandemi Covid-19 melanda, industri makanan dan minuman tetap mampu memberikan kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia.

Burger Bangor merupakan sebuah gerai burger yang berdiri pada 8 Agustus 2019 di Jakarta Barat. Mengawali bisnis dengan gerai kecil, rupanya Burger Bangor mampu membuka 10 gerai yang tersebar di Jakarta dalam kurun waktu 6 bulan saja!

Hal ini didorong dengan banyaknya minat dan permintaan dari konsumen. Tahu gak sih? Burger Bangor mengusung menu utama burger daging sapi dengan harga yang terjangkau lho! Meski harganya terjangkau, Burger Bangor sangat memperhatikan sumber bahan baku utamanya dengan menggunakan 100% daging sapi Australia berkualitas tinggi & rendah lemak yang bersertifikasi halal dari MUI Australian lho! Selain itu, Burger Bangor juga menjaga standarisasi rasa pada tiap menu yang dihidangkan di tiap cabangnya dengan mengolah sendiri beef patty, roti, dan saus yang digunakan.

Setiap usaha memiliki identitas dan citarasa tersendiri sehingga dapat dikenal di kalangan konsumen. Hal ini dapat ditekankan pada sumber daya manusia yang ada dan harus memanfaatkan dengan baik. Budaya organisasi yang diterapkan bagi karyawan UMKM Burger Bangor sama seperti di perusahaan lain pada umumnya, Seperti : Ramah Tama Pada Customer, Mendahulukan Kepentingan Customer, dan Selalu Tersenyum.

Ramah Tama Pada Customer, Staff dan Karyawan harus bersikap ramah pada customer seperti tidak lupa mengucapkan “Selamat Pagi/Siang/Malam, Selamat Datang di Burger Bangor, dan mengucapkan Terima Kasih”.

Mendahulukan kepentingan customer, para staff dan karyawan harus sigap dan cepat mengerjakan pesanan yang dipesan oleh customer. Karena menurut ownernya bahwa yang datang berkunjung di Burger Bangor adalah orang-orang yang sedang mengalami kelaparan atau hanya sekedar ingin nyemil dan mereka telah menganalisis bahwa masyarakat Indonesia adalah orang yang tidak suka menunggu lama-lama.

Selalu tersenyum, menurut owner Burger Bangor selalu tersenyum menjadi budaya yang mempengaruhi kemajuan usaha ini karena customer harus dilayani selayaknya raja. Mereka juga menganalisis dengan mendatangi sebagian tempat-tempat usaha jika karyawannya ramah dan murah senyum maka akan ada kenyamanan tersendiri di hati customer sehingga para customer melakukan repeat order.

Hasil dari wawancara dengan leader Burger Bangor dapat dinyatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dimana budaya yang semakin kuat akan memberikan arah, nilai-nilai, dan norma norma bagi karyawan dalam organisasi untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan, sehingga kinerja karyawan semakin meningkat. Selain budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi juga berpengaruh terhadap motivasi kerja.

Kami telah melakukan sebuah observasi di salah satu outlet Burger Bangor yang terletak di jalan Setia Budi Medan. Kami melakukan wawancara kepada leader Burger Bangor (Fadhil) dan dari setiap jawaban atas pertanyaan yang telah di berikan kami menarik kesimpulan bahwa Burger Bangor telah menjalankan budaya organisasi dan segala peraturan yang berlaku di perusahaan tersebut dengan baik seperti ramah kepada para konsumen, disiplin dalam bekerja, dan mampu bekerjasama.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Simak Skincare Travel Friendly Bagi Mahasiswa, Cocok Dibawa Sewaktu Liburan

redaksi

Menilik Sejarah Unik Martabak

redaksi

Pengguna Brand Ternama, Langsung Disegani?

redaksi